Zona nyaman adalah zona lupa pada-Nya. Keluarlah dari zona nyamanmu!

0

Zona nyaman adalah zona lupa pada-Nya. Keluarlah dari zona nyamanmu!.

Rasulullah Saw. bersabda bahwa berzikir akan membuat hati menjadi tenang. Apabila kita mau berfikir sejenak tentang apa itu kebahagiaan, maka kita aka menyimpulkan bahwa kebaagiaan adalah ketenangan di dalam hati. Karena nafsu dan syetan selalu berusaha menutupi akal sehat manusia, maka ia tidak sempat merenung dan menghayati apa sesungguhnya makna dari kebahagiaan itu, sehingga ia salah dalam menemukan kesimpulannya.

Orang-orang bodoh berfikir bahwa kebahagiaan itu ada dalam simpanan uang yang banyak. Namun, kita banyak menyaksikan bahwa orang yang memiliki uang yang banyak yang tidak disertai rasa syukur kepada Allah akan membuatnya lelah. Ia selalu khawatir apakah uangnya yang ia simpan di dalam suatu tempat itu benar-benar aman. Ia juga merasa terganggu dengan saudara-saudaranya yang akan meminjam uang padanya, sebab mereka tahu bahwa ia memiliki uang simpanan yang sangat banyak. Hidupnya juga akan lelah, sebab ia berfikir untuk menjadikan uang itu sebagai modal usaha yang bermacam-macam, sehingga pikirannya bercabang kemana-mana hingga membua hidupya tidak tenang.

Sebagian lagi berfikir bahwa kebahagiaan itu ada dalam rumah yang megah dan besar. Bukankah justru ia akan dilelahkan dan direpotkan dengannya, sebab rumah yang besar juga akan membutuhkan biaya yang besar. Ada lagi yang berfikir bahwa kebahagiaan itu ada dalam kendaraan yang mewah, sehingga ia membanting tulang memeras keringat mengumpulkan uang sampai bertahun-tahun hanya untuk mendapatkan mobil impiannya. Bukankah rasanya naik mobil mahal itu tidak berbeda jauh dengam mobil yang biasa?

Sebagian lagi berfikir bahwa kebahagiaan itu terletak pada anak-anak yang banyak. Tidak diragukan lagi, banyaknya anak akan memerlukan biaya besar yang sangat melelahkan orang tuanya. Ada juga yang berfikir bahwa bahagia itu ada di dalam istri yang cantik. Hal itu tidak benar, karena banyak kita saksikan berapa banyak laki-laki yang menceraikan istrinya yang berparas cantik, karena ternyata kelakuannya tidak selaras dengan kecantikan wajahnya.

Ada juga yang mengira bahwa kebahagiaan itu jika memiliki teman yang banyak. Hal itu tidak benar. Betapa banyak orang yang hidupnya susah karena kelicikan dari teman-temannya. Ada juga yang berfikir bahwa kebahagiaan itu ada dalam makanan yang enak. Padahal kebanyakan makanan enak itu mengandung kolestrol yang akan menyebabkan timbulnya penyakit yang bermacam-macam di dalam tubuh. Ada juga yang berfikir bahwa kebahagiaan itu ada dalam hidup. Padahal kehidupan itu penuh dengan berbagai ujian dan cobaan yang silih berganti.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu ada dalam rasa syukur dan menerima dengan senang hati atas apa yang ditetapkan dan diberikan Allah padanya. Dan rasa syukur itu tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang-orang yang senantiasa ingat kepada Allah. Oleh karena itu, ingat kepada Allah akan mendatangkan kebahagiaan.

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal [8]: 45)

 

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

 

Wallahu A’lam

 

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply