Teman Duduk Yang Paling Asyik Di Bulan Ramadhan

0

Teman Duduk Yang Paling Asyik Di Bulan Ramadhan. Seseorang memerlukan orang lain untuk berbagi cerita. Ketika ia saling berbicara dan menumpahkan perasaannya kepada sahabatnya maka ada rasa kebahagiaan yang timbul. Ia merasa memiliki arti akan hidup di dunia ini. Ia merasa memiliki penyemangat atas rencana yang akan dilakukannya. Ia merasa memilki teman yang akan setia menemaninya di kala suka dan duka. Ia merasa mendapatkan kekuatan untuk melakukan misi-misinya. Ia merasa tidak sendiri dalam mengatasi segala permasalah hidup yang dihadapinya.

Namun, tahukah anda siapa teman duduk yang paling baik, yang selalu memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan yang luar biasa? Dialah Tuhan kita semua. Allah Pencipta alam semesta rasa. Ketika kita menjadikan-Nya sebagai teman duduk maka kita akan diliputi dengan Rahmat-Nya. Ketika kita menjadikan-Nya teman duduk maka kita akan dinaungi dengan perlindungan-Nya. Ketika kita menjadikan-Nya sebagai teman duduk maka kita akan dihujani dengan karuni dan anugerah-anugerah-Nya. Ketika kita menjadikan-Nya sebagai teman duduk maka kita akan dijaga dari segala bahaya yang mengancam, utamanya bahaya jilatan api neraka. Ketika kita menjadikan-Nya teman duduk maka kita akan merasakan kenikmatan tiada tara. Ketika kita menjadikan-Nya sebagai teman duduk maka kita akan diampuni dosa-dosanya dan akan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Jika itu semua yang akan kita dapatkan ketika kita menjadikan Allah sebagai teman duduk. Mengapa kita tidak melakukan-Nya??.

Mengapa kita malah menjadikan iblis sebagai teman duduk kita, dalam kelalaian kepada-Nya?. Mengapa kita menjadikan Syetan sebagai teman duduk kita, dalam kedurhakaan kepada-Nya?. Mengapa kita menjadikan nafsu sebagai teman duduk kita dalam kemaksiatan kepada-Nya?. Bukankah teman duduk itu akan mendatangkan laknat?. Bukankah teman duduk itu akan mendatangkan adzab?. Bukankah teman duduk itu akan mendatangkan siksaan?. Bukankah teman duduk itu akan menurunkan Madharat (celaka)?. Bukanlah teman duduk itu akan mendatangkan kerugian, dunia dan akherat?. Bukankah teman duduk itu akan menyeret kita kepada murka Allah dan jurang neraka?. Semoga kita semua dihindarkan dari itu semua, Amiin.

Hindarilah semua teman-teman duduk yang tidak baik, lalu carilah teman duduk yang baik. Dengan duduk bersama dengan orang-orang shaleh maka kita telah duduk bersama dengan Allah. Dengan i’tikaf di dalam masjid berarti kita duduk besama dengan Allah. Dengan duduk di majelis-majelis shalawat berarti kita telah duduk bersama dengan Tuhan. Dengan duduk di makam wali-wali Allah berarti kita telah duduk bersama dengan Allah. Dengan duduk bersama kaum fakir miskin lalu menyantuni mereka berarti kita telah duduk bersama dengan Allah. Dengan duduk besama orang-orang yang membangun jalan karena Allah, berarti kita sedang duduk bersama dengan Allah. Dengan duduk bersama dengan anak-anak yatim piatu lalu menghiburnya, maka kita duduk bersama dengan Allah. Dengan tidak meluapkan marah ketika kita dibuat marah berarti kita duduk bersama dengan Allah. Dengan menahan pembicaraan-pembicaraan yang tidak baik, berarti kita telah duduk bersama dengan Alah. Dengan berzikir kita duduk bersama Allah. Dengan membaca Al-Qur’an ita telah duduk bersama Allah. Dengan mendengarkan nasehat-nasehat yang baik berarti kita telah duduk bersama dengan Allah Swt.

Mari kita renungkan hikmah di bawah ini,

 

[Waktu termulia adalah ketika ia duduk bersama Tuhan. Tapi kebanyakan orang ingin duduk bersama selain-Nya]

Allah mewajibkan shalat lima waktu bagi umat muslim, karena Allah ingin memuliakannya. Ketika shalat itulah, seorang hamba akan berjumpa dengan Tuhannya. Di dalam shalat, melalui bacaan-bacaan yang ada di dalamnya, hamba berbicara kepada Allah Swt. Maka, terjadilah komunikasi yang menciptakan hubungan yang harmonis antara keduanya. Komunikasi dan hubungan akan semakin erat dan menunjukkan kualitasnya, jika orang yang shalat benar-benar menghayati dan meresapi makna dan kandungan bacaan-bacaannya, sehingga kekhusu’an benar-benar didapatkan.

Hubungan yang harmonis tentu akan memberikan kebahagiaan dan ketenangan di dalam jiwa. Dan ketenangan jiwa itulah sebenar-benar kebahagiaan yang dicari oleh manusia. Oleh karena itu, orang yang telah mendapatkan buah dari hubungan baiknya dengan Tuhan, akan semakin meningkatkan kualitas hubungannya. Ia tidak akan pernah puas dengan buah-buhan yang telah di dapatkannya. Ia ingin terus menambah jumlah buahnya dan selalu ingin mendapatkan buah yang lebih manis dari hari sebelumnya.

Oleh karena itu, jiwa yang telah merasakan buahnya shalat, tidak hanya mencukupkan diri dengan shalat lima waktu saja, tetapi ia akan menambah di waktu-waktu selainnya dengan shalat-shalat sunnah. Di dalam shalat-shalat sunnah ia menemukan buah yang tidak ia dapatkan di dalam shalat wajib. Dan ia masih juga tidak puas dengan shalat sunnah, sehingga ia menambah dengan puasa-puasa sunnah. Di dalam puasa sunnah ada hal yang istimewa yang belum pernah ia temukan di dalam puasa yang wajib. Dan ia juga tidak puas dengan puasa sunnah, sehingga ia pun menambahnya dengan melakukan sedekah dan infak. Di dalam sedekah dan infak ada hal yang luar biasa yang tidak ia dapatkan di dalam zakat yang wajib. Dan ia pun belum puas dengan itu semua, sehingga ia akan menambah dengan ibadah-ibadah lain yang bisa menjadikannya terhubung dengan Allah Swt.

Akhirnya, ia pun mendapatkan suatu ibadah yang akan menjadikannya terus terhubung dengan Allah Swt, yaitu zikir. Semua ibadah pada hakekatnya ditujukan agar manusia menjadi ingat kepada Allah Swt. Dan zikir adalah ibadah yang memang tujuannya mengingat Tuhan. Dengan hanya berzikir seseorang akan berada di hadapan Allah, dan seolah-olah ia sedang duduk bersama dengan Allah Swt. Semakin ia banyak berzikir, maka hubungannya yang harmonis dengan Tuhan akan semakin meningkat. Ia terus-menerus berzikir sampai ia benar-benar dekat dengan Allah. Dan jika ia telah mendapatkan kedekaan dengan Allah, maka itulah keberuntungan yang sejati dan kebahagiaan yang tiada tara. Kepada hamba-hamba-Nya yang telah didekatkan pada-Nya, Allah akan memakaikan padanya pakaian kewibawaan dan cahaya kebesaran. Sehingga, ia akan dicintai oleh semua makhluk dan ia akan mengajak orang-orang untuk juga melakukan shalat, zikir, dan mendekat kepada Allah Swt.

Allah berfirman,

وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, Maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna, pahala amalan-amalan mereka. (QS. Ali Imran [3]: 57)

Allah berfirman,

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Dan masing-masing orang akan memperoleh derajat-derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lalai dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-An’am [6]: 132)

Allah berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ

Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (QS. Ar-Ra’du [13]: 29)

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal [8]: 45)

Wallahu A’lam.

Share.

Leave A Reply