Mentalqin Mayit, Apa Ada Dalilnya?

0

Bismillah, walhamdulillah, wassholatu wassalamu ‘ala sayyidina Rasulillah, wa aalihi wa shohbihi wa man walah, wa ba’d. Pada saat seseorang mengalami sakarotul maut sesungguhnya sedang berada dalam keadaan yang amat sulit. Oleh karena itu ia membutuhkan orang yang menenangkan dan menyenangkan hatinya dengan berita-berita gembira dari Allah SWT. Tindakan seseorang yang bertujuan menenangkan hati seseorang yang sedang menghadapi sakarotul maut dan mengingatkannya kepada Allah adalah talqin.

MENTALQIN ORANG YANG AKAN MENINGGAL

Disunahkan bagi seorang muslim untuk mentalqin saudaranya yang akan meninggal dengan kalimat syahadat, agar ia menjadi akhir dari pekataannya. Talqin juga berfungsi untuk mengusir syetan-syetan yang mencoba untuk menggodanya yang bertujuan merusak aqidah dan iman orang yang akan meninggal. Nabi Muhammad SAW bersabda, laqqinuu mautakum laa ila ha illallah! (HR Muslim, Abu Dawud), artinya: “talqinlah mayit-mayit kalian dengan kalimat laa ila ha illallah”.

Imam an-Nawawi berkata, “yang dimaksud dengan mautakum pada hadits in adalah orang yang akan meninggal. Ingatkanlah ia dengan laa ila ha illah agar ia menjadi akhir dari perkataannya sebagaimana dikatakan di dalam hadits, man ka na aakhiru kalaamihi laa ila ha illallah, dakholal jannah (HR Abu Dawud, al-Hakim), artinya: “barangsiapa yang akhir dari perkataannya adalah kalimat laa ila ha illallah, maka ia akan masuk surga”.

Sesungguhnya perintah talqi hukumnya sunnah berdasarkan kesepakatan para ulama. Akan tetapi mereka tidak menganjurkan untuk memperbanyak talqin, karena talqin yang terus-menerus akan memberatkan orang yang ditalqin. (syarkh shohih muslim, an-Nawawi).

Adapun jika ada seorang muslim yang meninggal dan tidak ditalqin syahadat, maka hukumnya tidak apa-apa, dan bukan berati ia bukan orang baik. Barangsiapa yang hidupnya lurus dan meninggal dalam agama Allah maka diharapkan ia akan mendapatkan keselamatan, lebih-lebih jika banyak orang yang bersaksi bahwa ia adalah orang baik. Ketika nabi Muhammad SAW melewati jenazah dan banyak orang yang memujinya dengan kebaikan, beliau bersabda, “siapa-siapa yang kalian puji dengan kebaikan maka ia berhak mendapatkan surga”. (HR Muslim).

Syekh Ali Jum’ah, Al-bayan

Share.

Leave A Reply