Mengingat Kembali Apa Pengertian, Syarat, Rukun, Dan Kesunahan-Kesunahan Tayamum

0

Mengingat Kembali Apa Pengertian, Syarat, Rukun, Dan Kesunahan-Kesunahan Tayamum.

Pengertian tayamum

Tayamum menurut bahasa berarti menyengaja, sedangkan menurut istilah syara’ adalah mengusapkan debu pada wajah dan kedua tangan dengan syarat-syarat tertentu. Tayamum adalah salah satu sarana bersuci dari hadas kecil atau hadas besar, sebagai pengganti wudhu atau mandi, pada saat sesorang tidak bisa menggunakan air dikarenakan terdapat suatu halangan.

Dasar hukum tayamum adalah firman Allah,

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS. Aal-Maidah: 6).

Syarat- syarat tayamum

  1. Terdapat uzur (halangan) dalam menggunakan air. Uzur di sini terbagi menjadi dua yaitu karena sakit atau tidak menemukan air.
  2. Dilaksanakan setelah masuknya waktu shalat.
  3. Menggunakan debu yang kering dan yang suci.
  4. Dilaksanakan setelah berusaha mencari air, ketika masuk waktu shalat.

Rukun-rukun tayamum

  1. Niat
  2. Memindah debu
  3. Mengusap wajah
  4. Mengysap kedua tangan sampai siku
  5. tertib

Teknis pelaksanaan dan kesunahan-kesunahan tayamum

Sebelum melaksanakan tayamum, disunahkan melakukan empat hal:

  1. membaca basmalah
  2. menghadap kiblat
  3. bersiwak
  4. membaca dua kalimat syahadat

Setelah itu berlanjut pada fardhu tayamum, pertama kali adalah mengambil debu, caranya dengan menempelkan kedua telapak tangan pada debu, lalu mengusapkannya ke wajah secara merata, mulai dari atas sampai bawah dengan disertai niat tayamum.

Dalam hal ini niatnya harus bertujuan ‘agar diperbolehkan melakukan ibadah’ -yang mensyaratkan bersuci terlebih dahulu-, seperti shalat, thawaf, membaca Al-Qur’an, dll. Adapun contoh lafazh niat,

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Saya niat tayamum, agar diperbolehkan melakukan shalat karena Allah ta’ala.

Tidak cukup hanya dengan niat ‘menghilangkan hadas atau fardhu bersuci’, karena pada dasarnya tayamum tidak bisa menghilangkan hadas. Hal ini terbukti, apabila setelah tayamum orang tersebut melihat air, maka tayamumnya menjadi batal, berbeda ketika bersuci dengan cara berwudhu.

Setelah selesai mengusap wajah, lalu mengambil debu kembali dan mengusapkannya pada kedua tangan secara merata.

Kesunatan-kesunatan lain dalam tayamum

  1. mendahulukan bagian atas ketika mengusap wajah.
  2. Mendahulukan anggota yang kanan.
  3. Menipiskan debu dengan cara ditiup atau dikibas-kibaskan.
  4. Merenggangkan jari-jari tangan setiap kali menempelkan tangan pada debu.
  5. Tidak melepaskan tangan dari anggota tayamum, kecuali setelah benar-benar sempurna pengusapannya.
  6. Tidak mengulang-ulang usapan.
  7. Muwaalah (setelah menyelesaikan usapan pada anggota yang satu, segera melakukan usapan pada anggota yang lain).
  8. Berdoa, contoh doanya, Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh, Allhummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alni minal mutathahirina, waj’alni min ‘ibaadikas shaalihiina. (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang senantiasa bersuci, dan termasuk ke dalam golongan hamba-hambamu yang shaleh).

Moh. Halim dkk, fiqih ibadah, Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PP Al-Falah Ploso, Jawa Timur

Share.

Leave A Reply