Syaitan Dibelenggu Di Bulan Ramadhan

0

Sering kita dengar ketika ceramah menjelang Ramadhan atau selama Ramadhan bahwa syaitan dibelenggu di bulan Ramadhan. Apakah syaitan benar-benar dibelenggu Allah sehingga mereka benar-benar tidak bisa membisikkan keinginan untuk berbuat maksiat dalam hati-hati manusia. Tidak bisa masuk ke dalam aliran darah manusia hingga mendorong mereka untuk berbuat dosa-dosa.

Akan tetapi yang kita lihat di dalam kehidupan di sekitar kita, kita masih menjumpai kemaksiatan merajalela ketika bulan puasa, bahkan dari segi kuantitas jumlah kemaksiatan malah semakin banyak. Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi, padahal syaitan sedang tidak menggoda bani adam. Seharusnya semua manusia sholeh pada bulan ramadhan. Tidak ada yang meninggalkan puasa, tidak ada yang meninggalkan puasa, tidak ada yang memakan daging babi, tidak ada yang minum khomer, tidak ada yang berpacaran, tidak ada yang berzina, tidak ada yang membunuh, tidak ada yang berbohong, tidak ada yang memfitnah, tidak ada yang menyebarkan aib, tidak ada yang sombong, tidak ada yang berbuat riya., dst.

Namun semua maksiat benar-benar tidak menghilang dari dalam diri manusia meski bulan ramadhan telah datang. Mungkin saja manusia telah begitu lemahnya sehingga tanpa godaan syaitan pun manusia masih bisa terjerumus, ataukan syaitan itu hanya godaan kecil dan disana masih ada godaan besar yang lebih berpotensi untuk menggoda manusia. Ternyata jawabannya memang iya, apabila syaitan itu hanya datang menggoda sesekali dan apabila kita bacakan ayat suci maka ia akan pergi dan lama kembali, maka ada satu godaan yang tidak akan pergi meski kita bacakan ayat suci, ia adalah hawa nafsu yang selalu menyertai kita kapan dan dimana saja.

Allah mengatakan di dalam Al-Qur’an bahwa beruntunglah orang yang bisa menyucikan jiwanya (dari ajakan hawa nafsu). Ia juga berfirman bahwa barangsiapa yang takut kepada tuhannya dan bisa menahan hawa nafsunya maka surgaah tempatnya.

Namun, kali ini akan kami jelaskan sedikit perihal hadits-hadits yang menjelaskan tentang dibelenggunya syetan di bulan ramadhan, semoga Allah senantaisa menambah ilmu kita setiap saat, amiin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار، وصفدت الشياطين

Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu

Beliau juga bersabda,

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.”
Akan tetapi kita melihat tetap ada maksiat selama bulan Ramadhan?

Syaitan Dibelenggu Secara Dzahir

Ulama berpendapat bahwa makna dibelenggu adalah makna dzahir bukan kiasan. Artinya setan benar-benar di belenggu akan tetapi tetap ada maksiat, maka imam Ahmad berkata, hadits tidak membicarakan tentang hal tersebut (tidak ada lafadz jelas bahwa dengan dibelenggu akan berkurang maksiat, pent). Dzahir hadits ini adalah setan dibelenggu dari menyesatkan manusia”.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,

وقال القرطبي بعد أن رجح حمله على ظاهره فإن قيل كيف نرى الشرور والمعاصى واقعة في رمضان كثيرا فلو صفدت الشياطين لم يقع ذلك فالجواب أنها إنما تقل عن الصائمين الصوم الذي حوفظ على شروطه وروعيت ادابه أو المصفد بعض الشياطين وهم المردة لاكلهم كما تقدم في بعض الروايات أو المقصود تقليل الشرور فيه وهذا أمر محسوس فإن وقوع ذلك فيه أقل من غيره اذلا يلزم من تصفيد جميعهم أن لا يقع شر ولا معصية لأن لذلك اسبابا غير الشياطين كالنفوس الخبيثة والعادات القبيحة والشياطين الإنسية . وقال غيره في تصفيد الشياطين في رمضان إشارة إلى رفع عذر المكلف كأنه يقال له قد كفت الشياطين عنك فلا تعتل بهم في ترك الطاعة ولا فعل المعصية .

“Al-Qurthubi rahimahullah berkata setelah beliau menguatkan pendapat membawa makna hadits ini sesuai dzahirnya, maka apabila ditanyakan,

“Mengapa kita masih melihat banyak kejelekan dan kemaksiatan terjadi di bulan Ramadhan padahal jika memang setan-setan telah dibelenggu, tentunya hal itu tidak akan terjadi?

Maka Jawabannya adalah:

1. Sesungguhnya kemaksiatan itu hanyalah berkurang dari orang-orang yang berpuasa (puasanya menahan dari maksiat) apabila pelaksanaan puasanya memperhatikan syarat-syarat puasa dan menjaga adab-adabnya.

2. Atau bisa juga bermakna bahwa yang dibelenggu itu hanyalah sebagian setan, yaitu para pembesar setan bukan seluruhnya, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya pada sebagian riwayat hadits.

3. Atau bisa juga maksudnya adalah pengurangan kejelekan-kejelekan di bulan Ramadhan, dan ini sesuatu yang dapat disaksikan, yaitu terjadinya kemaksiatan di bulan Ramadhan lebih sedikit dibanding bulan lainnya. Karena dibelenggunya seluruh setan pun tidak dapat memastikan kejelekan dan kemaksiatan hilang sama sekali, sebab terjadinya kemaksiatan itu juga karena banyak sebab selain setan, seperti jiwa yang jelek, kebiasaan yang tidak baik dan godaan setan-setan dari golongan manusia.

4. ulama lainnya berkata bahwa dibelenggunya setan-setan di bulan Ramadhan adalah isyarat bahwa telah dihilangkannya alasan bagi seorang mukallaf dalam melakukan dosa, seakan dikatakan kepadanya,Setan-setan telah ditahan dari menggodamu, maka jangan lagi kamu menjadikan setan sebagai alasan dalam meninggalkan ketaatan dan melakukan maksiat”.

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply