Mengapa Kita Sibuk Dengan Yang Sunnah, Ibadah Wajib Sudah Dikerjakan?

0

Allah memiliki perintah yang harus dilaksanakan dan larangan yang harus ditinggalkan. Perintah Allah yang harus dikerjakan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu; wajib (harus dikerjakan), sunnah (dianjurkan untuk dikerjakan), dan mubah (boleh dikerjakan dan boleh tidak). Sedangkan larangan Allah dapat dikategorikan menjadi dua yaitu; haram (harus ditinggalkan), makruh (dianjurkan untuk ditinggalkan).

Sebelum mengerjakan yang sunnah hendaknya manusia mendahulukan hal-hal yang wajib terlebih dahulu. Diantara perkara-perkara yang wajib; shalat lima waktu, puasa, zakat, dan haji. Termasuk perkara yang wajib juga adalah meninggalkan segala yang haram. Manusia wajib untuk tidak mencuri, wajib untuk tidak berzina, wajib untuk tidak meminum khamr, dan wajib untuk tidak membunuh orang.

Banyak orang yang beranggapan, ketika mereka telah melakukan semua kewajiban di atas maka semua kewajiban telah terlaksana. Sehingga mereka lalu menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang sunnah. Apakah benar perkara-perkara yang wajib hanya itu?.

Para ulama mengatakan bahwa perkara-perkara wajib yang lain yang harus didahulukan sebelum melaksanakan perkara yang sunah adalah; wajib untuk tidak sombong, wajib untuk tidak riya’, wajib untuk tidak membicarakan kejelekan orang lain, wajib untuk tidak menghina orang lain, wajib untuk tidak berprasangka buruk, wajib untuk tidak mengumpat, wajib untuk tidak menyebarkan fitnah dan kebohongan, dll.

Dapat juga dikatakan, apabila sombong, riya’, tidak membicarakan orang lain, dan berprasangka buruk adalah haram, maka memiliki hati yang tawadu’, ikhlas, berbicara yang baik, dan berprasangka baik adalah wajib hukumnya. Oleh karena itu sebelum kita berhasil melaksanakan hal-hal yang wajib itu, kita tidak dianjurkan untuk menambah amal ibadah kita dengan perkara sunnah.

Namun hal itu boleh dilakukan dengan tetap fokus pada mengupayakan perkara-perkara yang wajib, karena itu yang utama. Oleh karen itu masalah hati adalah hal yang harus diperhatikan oleh setiap muslim agar ia benar-benar menjadi hamba yang mampu melaksanakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya.

Dan semoga kita termasuk hamba-hamba yang mampu melaksanakan perintah-perintah yang wajib terdahulu dari pada melakukan perintah-perintah yang sunnah -yang merupakan bentuk kesempurnaan ibadah-. Amiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Share.

Leave A Reply