Siapa Dia Syekh Al-Bani Menurut Al-Habib Mundzir bin FuadAl-Musawa

0

Siapa Dia Syekh Al-Bani Menurut Al-Habib Mundzir bin FuadAl-Musawa. Para ulama adalah orang yang paling peduli dengan dakwah Islam. Mereka begitu perhatian kepada umatnya. Siang malam ia rela mengorbankan apa saja demi mengajak mereka menuju Allah. Mereka mendidik masyarakat sedikit demi sedikit tentang ajaran nabi Muhammmad SAW, sejarah hidupnya, kehidupan sehari-harinya, siapa sahabat-sahabatnya, bagaimana kehidupan sahabat-sahabatnya,dll.

Dan apabila mereka menemukan sebuah aliran yang dirasa tidak selaras dengan manhaj nabi Muhammad maka mereka akan menjelaskannya dengan begitu jelas, agar masyarakat paham lalu berupaya untuk melindingi diri dan keluarganya. Sungguh suatu pemikiran dan aliran sesat itu terkadang lebih membahayakan dan menghancurkan dari pada perbuatan maksiat.

Begitu pun dengan tokoh-tokoh yang membawa paham yang kurang benar, para ulama akan menerangkan kepada masyarakat, siapakah mereka, bagaimana latar belakag mereka, agar masyarakat sadar dan tidak tertipu.

Dalam sebuah kesempatan, Al-Habib Munzir Al-Musawa mengatakan: Saudaraku yg kumuliakan,
Syekh Al-Bani itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para periwayat hadits. Al-Bani tidak hidup di masa itu. Ia hanya menukil-nukil dari sisa buku buku hadits yang ada masa kini.

Kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yang hafal 1.000.000 hadits (1 juta hadits) lengkap berserta sanad dan hukum matannya, hingga beliau digelari dengan Huffadhuddunya (salah seorang yang paling banyak hafalan haditsnya di dunia). Akan tetapi beliau tidak sempat menulis semua hadits itu. Beliau hanya sempat menulis sekitar 20.000 hadits saja, maka 980.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman.

Imam Bukhari hafal 600.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya dimasa mudanya, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 hadits saja pada shahih Bukhari dan beberapa kitab hadits kecil lainnya, dan 593.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman. Demikian para Muhaddits2 besar lainnya, seperti Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Abu Dawud, Imam Muslim, Imam Ibn Majah, Imam Syafii, Imam Malik dan ratusan Muhaddits lainnya.

Muhaddits adalah orang yang berjumpa langsung dengan perawi hadits, dan bukan berjumpa dengan buku-buku. Syekh Al-Bani hanya berjumpa dengan sisa-sisa buku hadits yang ada di masa kini.

Al-Bani bukan pula Hujjatul Islam -yaitu gelar bagi yang telah hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya-. Bagaimana ia mau hafal 300.000 hadits, sedangkan masa kini jika semua buku hadits yg tercetak itu dikumpulkan maka hanya mencapai kurang dari 100.000 hadits.AL-Imam Nawawi itu adalah Hujjatul islam, demikian pula Imam Ghazali, dan banyak Imam Imam Lainnya.

Al-Bani bukan pula Al-Hafidh. Ia tak hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, karena ia banyak menusuk fatwa para Muhadditsin, menunjukkkan ketidak fahamannya akan hadits-hadits tersebut.

Al-Bani bukan pula Al-Musnid, yaitu pakar hadits yang menyimpan banyak sanad hadits yang sampai ada sanadnya masa kini, yaitu dari dirinya, dari gurunya, dari gurunya, demikian hingga sampai pada Rasulullah SAW. Orang yang banyak menyimpan sanad seperti ini digelari Al-Musnid, sedangkan Al-Bani tak punya satupun sanad hadits yang muttashil.

Berkata para Muhadditsin, “Tiada ilmu tanpa sanad”, maksudnya semua ilmu hadits, fiqih, tauhid, alqur;an, mestilah ada jalur gurunya kepada Rasulullah saw, atau kepada sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada para Imam-Imam, maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan ucapannya dhoif, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti, karena sanadnya Maqtu’.

Apa pendapat anda dengan seorang manusia muncul di abad ini lalu menukil-nukil sisa-sisa hadits yang tidak mencapai 10% dari hadits yang ada dimasa itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dhoif.ini sesat itu sesat. Saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena tipuan seseorang dari kelompok wahabi. Oleh karna itu hati-hati kalian semua jangan tertipu oleh kelompok wahabi

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply