Sesungguhnya Allah Telah Menjadikan Akherat Sebagai Tempat Pembalasan Amal Bagi Hamba-Hambanya Yang Beriman (Hikmah Ke- Tujuhpuluh Satu)

0

Sesungguhnya allah telah menjadikan akherat sebagai tempat untuk pembalasan amal bagi hamba-hambanya yang beriman. Karena tempat ini/dunia terlalu sempit untuk menampung nikmat-nikmat Allah yang begitu besar, dan Maha Suci Allah untuk membalasnya di tempat yang tidak kekal

إِنَّمَا جَعَلَ الدَّارَ الْأَخِرَةَ مَحَلاًّ لِجَزَاءِ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ، لِأَنَّ هَذِهِ الدَّارَ لاَ تَسِعُ مَا يُرِيْدُ أَنْ يُعْطِيَهُمْ وَلِأَنَّهُ أَجَلَّ أَقْدَارَهُمْ عَنْ أَنْ يُجَازِيْهِمْ فِى دَارٍ لاَ بَقَاءَ لَهَا

Sesungguhnya Allah menjadikan akherat sebagai tempat untuk membalas amalan hamba-hamba-Nya yang beriman, dan bukan dunia karena dua alasan, yaitu yang pertama karena dunia terlalu sempit sehingga tidak bisa menampung nikmat-nikma Allah yang akan diterimanya. Dan yang kedua karena dunia ini tidak kekal.

Sesungguhnya suatu kenikmatan betapapun lama dan panjangnya tetapi jika akan hancur, maka tidak ada artinya. Oleh karena itu, Allah SWT menjadikan surga yang kekal nan abadi sebagai rumah bagi orang-orang yang beriman. Kami berdo’a kepada Allah agar menjadikan kami termasuk bagian orang-orang yang mendapatkannya. Amiin ya robbal alamin.

 

Barangsiapa Yang Mendapatkan Buah Dari Amalannya Sekarang, Maka Itu Adalah Tanda Diterimanya Amal Di Akerat Nanti

(Hikmah Ke-Tujuhpuluh Dua)

مَنْ وَجَدَ ثَمْرَةَ عَمَلِهِ عَاجِلاً فَهُوَ دَلِيْلٌ عَلَى وُجُوْدِ الْقَبُوْلِ آجِلاً

Barangsiapa yang mendapatkan buah dari amalannya sekarang, maka itu adalah tanda diterimanya amal di akerat nanti

Barangsiapa yang merasakan buah dari amal ibadahnya saat ini, seperti dapat melihat rahasia sesuatu, kenikmatan bermunajat, ketenangan hati, dan lain-lain, sebagaimana dikatakan di dalam hadits, “Allah memberikan kenikmatan di dalam shalat”, adalah tanda bahwa shalatnya diterima dan ia akan mendapatkan balasannya di akherat nanti.

Para ‘arifin mengatakan mengenai tafsir dari firman Allah,

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

Orang yang takut kepada Allah akan mendapatkan dua surga. (QS. Ar-Rohman: 46).

Yang dimaksud dengan dua surga pada ayat diatas adalah surga sekarang seperti kenikmatan bermunajat, kenyamanan taat, dan merasa gembira dengan tersingkapnya hakekat sesuatu. Dan surga nanti/akherat seperti istana, bidadari, dan tingginya derajat di surga.

Dan perlu diingat, seorang murid apabila merasakan suatu kenikmatan beribadah hendaknya ia tidak berbangga diri dan terperdaya dengannya. Karena meskipun secara dzohir badannya beribadah kepada Allah tetapi nafsunya memiliki tujuan untuk mendapatkan nikmatnya ibadah. Dan hal ini akan menghancurkan nilai keikhlasan dalam beribadah. Hendaknya ia melihat nikmatnya ibadah hanya sebagai alat untuk mengukur sejauh mana kualitas amal ibadahnya kepada Allah, dan bukan sebagai tujuan.

Syekh Abdul Majid, Syarhu Kitabil Hikam

Share.

Leave A Reply