Sahabat Mimpi Mendengar Suara Adzan

0

Sahabat Mimpi Mendengar Suara Adzan. Ketika Rasulullah telah menetap dengan tenang di Madinah bersama para sahabat dari kaum Muhajirin and Anshar, Islam telah kokoh, salat telah ditegakkan, zakat dan puasa telah diwajibkan, hukum pidana telah ditegakkan, halal dan haram telah disyari’atkan, Islam telah tegak di tengah-tengah mereka dan kaum Anshar telah menyerahkan tanah air mereka dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Awal mula ketika Rasulullah menetap di kota Madinah, kaum muslimin mengerjakan shalat bersama Rasulullah jika waktu shalat telah datang, tanpa ada panggilan atau seruan. Pada awalnya Rasulullah ingin menjadikan terompet -sebagaimana yang digunakan orang-orang Yahudi- untuk panggilan ibadah mereka. Akan tetapi kemudian Rasulullah tidak menyukainya. Kemudian beliau memerintahkan agar membuat lonceng yang dipukul untuk memanggil kaum muslimin mengerjakan shalat.

Dalam keadaan demikian, Abdullah bin Zaid bin Tsa’labah, saudara Al-Harits bin Al-Khazraj mendengar seruan adzan dalam mimpinya. Kemudian ia datang menemui Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, tadi malam aku bermimpi melihat seorang laki-laki yang mengenakan baju berwarna hijau lewat di hadapanku. Ia membawa lonceng di tangannya. Aku berkata padanya, “Wahai hamba Allah, maukah engkau menjual lonceng itu ?” , “Untuk apa?” Ia balik bertanya. “Untuk kami jadikan alat memanggil kaum muslimin berkumpul mengerjakan shalat” kataku. Lelaki itu berkata, “Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik dari pada itu?”

“Apa itu?” aku balik bertanya,  dia menjawab, “Ucapkanlah: “Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar. Asyhadu an laa ilaaha illallah, Asyhadu an laa ilaaha illallah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Hayya ‘alash shalah, Hayya ‘alash shalah. Hayya ‘alal falah, Hayya ‘alal falah. Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah.

Ketika Abdullah bin Zaid mengabarkan mimpinya itu kepada Rasulullah Saw, Beliau bersabda, “Sesungguhnya itu adalah mimpi yang Haq (benar). Pergi dan temui Bilal, lalu ajarkan lafadz itu agar ia mengumandangkannya. Karena suara Bilal lebih keras dari suaramu”.

Ketika Umar bin Khattab mendengar Bilal mengumandangkan seruan adzan itu, dia keluar menemui Rasulullah lalu berkata, “Wahai Nabi Allah, demi Allah yang telah mengutus engkau dengan Haq, sungguh aku telah mendengar seruan itu dalam mimpiku”. Rasulullah bersabda, “Segala puji bagi Allah atas semua itu”. (Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam)

 

Share.

Leave A Reply