Rasulullah Santun Dalam Mengajar

0

Suatu hari sebagaimana biasanya, Rasulllah SAW berada di majlis beliau bersama sejumlah sahabat. Tiba-tiba seorang badui datang lalu menunaikan dua rekaat shalat sunnah tahiyatal masjid. Setelah shalat badui itu berdoa,

أَللَّهُمَّ ارْحَمْنِيْ وَمُحَمَّدًا، وَلاَ تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا

Ya Allah, rahmatilah aku dan nabi Muhammad, dan jangan Engkau berikan rahmat-Mu kepada selain kami berdua.

Mendengar doa si badui itu, nabi bersabda, “kamu telah membatasi rahmat Allah yang luas”. Setelah itu si badui berjalan ke pojok masjid dan buang air di sana. Menyaksikan hal ini serentak para sahabat meneriakinya dan segera bangkit untuk mengusirnya.

Rasulullah yang sangat pengasih tidak tinggal diam, beliau segera berkata kepada para sahabatnya, “biarkan, jangan kalian hentikan dia!”, nabi melanjutkan, “sesungguhnya kalian diutus untuk memudahkan, dan bukan mempersulit”. (HR. Tirmidzi, Ahmad).

Setelah badui itu menyelesaikan hajatnya, dengan lemah lembut Rasulullah berkata kepadanya, “sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk buang air kecil maupun kotoran lainnya. Masjid adalah tempat berdzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an”. (HR. Ahmad).

Kemudian beliau memerintahkan salah seorang sahabat untuk mengambil setimba air dan mengguyurkannya di tempat buang air si badui tadi. (HR. Bukhari, Tirmidzi, Ahmad).

Habib Noval bin Muhammad Alydrus, sehari bersama rasul, taman ilmu 2015

Share.

Leave A Reply