Rasulullah Bermain Dengan Cucunya, Husein

1

Di pagi dhuha, Rasululah SAW terkadang berjalan kaki mengunjungi Sayidah Fatimah, putri beliau. Abu Hurairah rodliyalahu ‘anh menceritakan, “nabi pernah keluar pada suatu siang. Beliau tidak mengajakku berbicara, demikian pula aku tidak mengajak beliau berbicara. Tibalah kami di pasar Bani Qainuqaa’”.

Beliau berlalu dan duduk di halaman rumah Fatimah kemudian bertanya, “dimana si kecil?” (panggilan untuk cucu beliau, Sayidina Hasan), tetapi tidak ada yang menjawab panggilan Rasulullah. Tampaknya Sayidah Fatimah sedang sibuk memakaikan sikhab (kalung yang terbuat dari wewangian rempah) atau mungkin ia sedang memandikannya.

Tak lama kemudian Sayidina Hasan muncul dengan sikhab di lehernya. Rasulullah pun segera memeluk dan menciumnya sambil berkata, “Wahai Allah, sungguh aku mencintainya. Maka cintailah orang-orang yang mencintainya”. (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan setiap kesempatan untuk bermain dan bercanda dengan cucu-cucunya. Ketika beliau tengah berjalan bersama sejumlah sahabat untuk menghadiri undangan jamuan makan, beliau melihat cucunya Husein sedang bermain dengan teman-teman sebayanya.

Rasululah mempercepat langkahnya hingga berada jauh di depan para sahabat. Kemudian beliau mengembangkan tangannya mengejar Husein yang berlarian kesana kemari. Akhirnya Husein pun tertangkap. Dengan penuh cinta Rasul meletakkan satu tangan beliau di dagu dan satunya lagi di kepala Husein.

Kemudian memeluknya dengan erat dan menciumnya. Setelah itu beliau bersabda, “Husein adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian dari Husein. Allah mencintai seseorang yang mencintain Hasan dan Husein. Keduanya adalah cucu-cucuku”. (Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari, Adabul Mufrad).

Habib Noval bin Muhammad Alydrus, sehari bersama rasul, taman ilmu 2015

Share.

1 Comment

Leave A Reply