Ramadhan Bulan Ingin Berjumpa Kepada Allah

0

Ramadhan Bulan Ingin Berjumpa Kepada Allah. Para ulama menggolongkan hamba-hamba Allah yang taat menjadi tiga; Pertama, hamba yang beribadah kepada Allah karena takut akan neraka. Jadi, dia hanya mau beribadah ketika ditakuti dengan siksa neraka. Sehingga, seandainya neraka tidak ada maka ia tidak akan mau shalat, puasa, zakat fitrah, dst. Yang ada di benaknya ketika ia sedang beribadah adalah rasa sakit karena panasnya api neraka. Karena ia tidak mau dimasukkan ke dalam neraka, maka ia beribadah. Ini adalah golongan hamba Allah yang paling rendah, meskipun ia termasuk ke dalam golongan orang yang bertakwa.

Dan golongan yang kedua adalah hamba Allah yang beribadah karena mengharapkan imbalan surga. Ketika ia sedang beribadah dan melakukan kebaikan, yang ada di benaknya adalah bayangan akan keindahan dan kenikmatan surga. Jika tidak ada surga, maka ia tidak akan mau beribadah. Golongan ini lebih tinggi derajatnya dari golongan yang pertama.

Adapun golongan yang memiliki derajat yang paling tinggi adalah mereka yang menyembah kepada Allah ata dasar cinta dan kerinduan. Karena ia merasa bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Baik, yang senantiasa mencurahkan kebaikan-kebaikan-Nya setiap saat, maka ia menuruti apa yang menjadi perintah-Nya tanpa mengharapkan imbalan apa-apa. Ia telah yakin kepada janji Allah akan nikmat yang belum diberikan dan nikmat-nikmat yang telah dirasakannya di dunia ini. Oleh karena itu ia hanya mengerjakan ibadah karena melaksanakan perintah Allah tanpa ada tujuan-tujuan lain. Ia hanya rindu untuk berjumpa dengan Sang Kekasih.

Mari kita renungkan hikmah di bawah ini,

 

[Apakah tempat duduk anda membangkitkan semangat anda untuk mencari Allah, atau sebaliknya?]

 

Rasulullah Saw. penah bersabda, ‘Jika kalian menemukan taman-taman surga, maka singgahlah di sana’. Para sahabat bertanya, ‘Apa taman-taman surga itu wahai Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Majelis-majelis zikir’. Dari hadits tersebut kita dapat menyimpulkan, bahwa orang-orang yang berkumpul untuk melakukan kegiatan zikir bersama adalah orang-orang yang di akherat nanti akan dimasukkan ke dalam surga. Barangsiapa yang mau duduk bersama mereka, maka ia tidak akan celaka.

Mungkin yang dimaksud Rasulullah Saw. tidak hanya terbatas pada majelis-majelis pembacaan lafadz zikir, tetapi semua majelis yang di dalamnya bertujuan untuk mempelajari ilmu-ilmu Allah dan mengagungkan kebesaran-Nya. Oleh karena itu, termasuk juga di dalamnya; Majelis kajian ilmiah, diskusi, pengajian, majelis shalawat, seminar, musyawarah Bahtsul Masa’il (membahas masalah-masalah fikih), istighatsah, dll. Sungguh di dalam majelis-majelis yang baik, para Malaikat akan mendatanginya lalu mengelilinginya dengan sayap-sayap mereka, hingga terasa-lah ketenangan dan keberkahannya. Tujuan mereka berkumpul tidak lain hanyalah mengharapkan ampunan dari Allah, maka Allah mengampuninya. Dan keinginan mereka tidak lain hanyalah mencari ridha Allah, dan Allah pun akan memberikan ridha-Nya.

Adapun majelis-majelis yang di dalamnya berisi maksiat adalah taman-taman neraka. Orang-orang yang berkumpul di dalamya akan mendapatkan murka dari Allah, sehingga neraka adalah tempat yang pantas untuknya. Inilah majelis yang sangat disukai oleh syetan, sebab tidak ada zikir di dalamnya, tidak ada ayat-ayat suci di dalamnya, tidak ada nasehat-nasehat yang baik di dalamnya, tidak ada ilmu-ilmu Allah di dalmnya, tidak ada shalawat di dalamnya, tidak ada keshalehan di dalamnya. Semua yang ada di dalamnya adalah perbuatan-perbuatan yang disukai oleh syetan. Barangsiapa yang mencoba memasuki majelis ini, maka ia juga harus berani untuk mencoba panasnya api neraka, Na’udlubillahi min zalik.

Kita adalah orang yang beriman yang telah mengetahui bahwa majelis zikir adalah taman surga. Oleh karena itu, tentu kita akan senang berada di dalamnya. Dan bukan hanya mencari taman-taman surga di tempat lain, tetapi kita juga akan membuat taman-taman itu di tempat kita sendiri. Di dalam rumah kita, kita adakan zikiran, shalawatan, atau pengajian rutin. Semakin sering kita mengadakan majelis-majelis yang baik di rumah kita, maka rumah itu akan semakin berkah, sebab para Malaikat akan senang berada di dalamnya. Dan keberkahan itu insyaAllah juga akan dirasakan oleh rumah-rumah tetangga kita. Sehingga semuanya akan selamat dan akan masuk surga dengan bersama-sama.

Sebuah majelis tidak harus diikuti oleh banyak orang. Berdua saja itu juga sudah majelis. Apabila kita telah mengetahui keutamaan majlis yang di dalamnya disebutkan nama Allah, mengapa kita tidak mengisi obrolan kita dengan ilmu-ilmu Allah?. Mengapa kita tidak mengganti obrolan kita dengan perbincangan mengenai kisah-kisah para nabi dan orang-orang shaleh?. Mengapa kita tidak menambah obrolan kita dengan membahas makna-makna bacaan shalat?. Mengapa kita tidak memperindah perbincangan kita dengan sejarah perjuangan para sahabat dalam menyebarkan Islam?, Mengapa kita tidak membuat berkualitas obrolan kita dengan perenungan atas ciptaan-ciptaan Allah yang begitu dahsyatnya?. Majelis tidak baik, yang di dalamnya ditemani oleh syetan akan berganti dengan para Malaikat, apabila kita mengganti tema obrolan dari hal yang buruk menuju hal yang baik. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berada di dalam majelis-majelis yang baik. Amiin.

 

Nabi bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوْا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ، قَالَ: فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، قَالَ: فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُولُ عِبَادِي، قَالُوا يَقُولُونَ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ، قَالَ: فَيَقُولُ هَلْ رَأَوْنِي، قَالَ: فَيَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ مَا رَأَوْكَ، قَالَ: فَيَقُولُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي، قَالَ: يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَتَحْمِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا، قَالَ: يَقُولُ فَمَا يَسْأَلُونِي، يَقُولُونَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا: قَالَ: يَقُولُوْنَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا، قَالَ: يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا، قَالَ: يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً، قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ، قَالَ: يَقُولُونَ مِنَ النَّارِ، قَالَ: يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا، قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا، قَالَ: يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا، قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً، قَالَ: فَيَقُولُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ، قَالَ: يَقُولُ مَلَكٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ، قَالَ هُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. memiliki malaikat-malaikat yang berkelana di jalan-jalan mencari ahli zikir. Jika mereka telah mendapatkan sekelompok orang yang berzikir kepada Allah, mereka akan duduk bersama ahli zikir itu. Mereka saling mengajak, ‘Kemarilah kepada hajat kamu’. Maka para malaikat mengelilingi orang-orang yang berzikir dengan sayap mereka sampai langit dunia. Kemudian Allah bertanya kepada mereka, sedangkan Dia lebih mengetahui daripada mereka, ‘Apa yang diucapkan oleh hamba-hamba-Ku?’ Para malaikat menjawab, ‘Mereka mensucikan-Mu (mengucapkan tasbih: Subhanallah), mereka membesarkan-Mu (mengucapkan takbir: Allah Akbar), mereka memuji-Mu (mengucapkan Alhamdulillah), mereka mengagungkan-Mu’. Allah bertanya, ’Apakah mereka melihat-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, demi Alah, mereka tidak melihat-Mu’. Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihat-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihat-Mu, tentulah ibadah mereka menjadi lebih kuat kepada-Mu, lebih mengagungkan kepada-Mu, lebih mensucikan kepada-Mu’. Allah berkata, ‘Lalu, apakah yang mereka minta kepada-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Mereka minta surga kepada-Mu’.

Allah bertanya, ‘Apakah mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, demi Allah, Wahai Rabb, mereka tidak melihatnya’. Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih semangat dan lebih banyak meminta serta lebih besar keinginan’.”

Allah berkata, ‘Lalu, dari apakah mereka minta perlindungan kepadaKu?’ Mereka menjawab, ‘Mereka minta perlindungan dari neraka.’ Allah bertanya, ‘Apakah mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb. Mereka tidak melihatnya.’ Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih menjauhi dan lebih besar rasa takut (terhadap neraka).’ Allah berkata, ‘Aku mempersaksikan kamu, bahwa Aku telah mengampuni mereka.’ Seorang malaikat diantara para malaikat berkata, ‘Diantara mereka ada Si Fulan. Dia tidak termasuk mereka (tidak ikut berzikir). Sesungguhnya dia datang hanyalah karena satu keperluan.’ Allah berkata, ‘Mereka adalah orang-orang, yang teman duduk mereka tidak akan celaka (dengan sebab mereka).’ (HR Bukhari, Muslim)

Nabi bersabda,

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: خَرَجَ مُعَاوِيَةُ عَلَى حَلْقَةٍ فِي الْمَسْجِدِ، فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ، قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ، قَالَ آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ، قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ، قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَمَا كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلَّ عَنْهُ حَدِيثًا مِنِّي، وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا، قَالَ آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ، قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ، قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata, Mu’awiyah keluar menemui satu Halaqah (kelompok orang yang duduk berkeliling) di dalam masjid, lalu dia bertanya, ‘Apa yang menyebabkan engkau duduk?’ Mereka menjawab, ‘Kami duduk berzikir kepada Allah.’ Dia bertanya lagi, ‘Demi Allah, Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?’ Mereka menjawab, ‘Demi Allah, Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?’ Dia berkata, ‘Sesungguhnya aku tidaklah meminta engkau bersumpah karena sangkaan (bohong) kepadamu. Tidaklah ada seorangpun yang memiliki kedudukan seperti aku dari Rasulullah Saw, lebih sedikit haditsnya dariku. Dan sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah keluar menemui satu halaqah para sahabat beliau. Kemudian beliau bertanya, ’Apa yang menyebabkan engkau duduk?’ Mereka menjawab, ‘Kami duduk berzikir kepada Allah.’ Beliau bertanya lagi, ‘Demi Allah, Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?’ Mereka menjawab, ‘Demi Allah, Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya, aku tidaklah meminta engkau bersumpah karena sangkaan (bohong) kepadamu. Akan tetapi Jibril telah mendatangiku, lalu memberitahukan kepadaku, bahwa Allah Swt. membanggakanmu dihadapan para malaikat.’ (HR Muslim).

Nabi bersabda,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا، قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ، قَالَ: حِلَقُ الذِّكْرِ

Dari Anas bin Malik Ra, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah.’ Para sahabat bertanya, ‘Apakah taman-taman surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) zikir.’ (HR Tirmidzi)

Nabi bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah bersabda, ‘Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapan-Nya.’ (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply