Rahasia Penciptaan Sapi

0

Al-Qur’an menamai surah yang kedua dan yang terpanjang dengan surah al-Baqarah, yakni surah yang berbicara tentang sapi. Sapi adalah binatang pemamah biak, bertanduk, berkuku genap dan berkaki empat. Tubuhnya besar, dan sering dimanfaatkan manusia sebagai pembajak sawah. Sapi memakan rerumputan yang mudah diperoleh tetapi sulit dicernanya. Rumput dikunyah oleh sapi, kemudian setelah dicerna sebagian, dia akan memuntahkannya dan mengunyahnya kembali. Oleh karena itu dia disebut binatang pemamah biak.

Setiap hari, sapi minum sekitar 25 sampai 50 galon air. Rumput, jerami, dan jagung yang dimakannya dapat berubah menjadi sekitar seratus gelas susu murni. Air susunya terbagi menjadi dua, ada yang berlemak dan ada juga yang tanpa lemak.

Dalam surat an-Nahl ayat 66 Allah berfirman: “Sesungguhnya pada kamu binatang ternak benar-benar terdapat pelajaran. Kami menyuguhi kamu minum sebagian dari apa yang berada dalam perutnya, antara sisa-sisa makanan dan darah, yaitu susu murni yang mudah ditelan bagi para peminumnya” (QS. An-Nahl: 66)

Quraish Shihab dalam tafsirnya mengenai ayat ini berkata, bahwa firman-Nya ‘antara sisa makanan dan darah’ dipahami oleh sebagian ulama dalam arti susu berada diantaranya. Karena binatang menyusui apabila telah mencernakan makanannya, maka apa yang menjadi susu berada pada pertengahan antara sisa makanan dan darah itu. Yang menjadi darah berada di bagian atas dan sisa makanan berada di bagian bawah. Allah dengan kuasaNya memisahkan ketiga hal itu. Darah dipompa oleh hati dan mengalir dengan organ tubuh yang mengalirkan urine dan mengeluarkan sisa makanan.

Di sisi lain, kata ‘antara’ pada ayat di atas dapat juga dipahami bukan menunjuk ‘tempat’ dimana susu berada, tetapi maksudnya adalah bahwa susu bukanlah darah, karena susu tidak terus menerus mengalir pada salurannya sebagaimana darah mengalir pada pembuluhnya. Susu juga mirip dengan sisa makanan, tetapi dia bukan sisa makanan, karena susu adalah sesuatu yang murni, bergizi dan bermanfaat, tidak seperti halnya kotoran.

Melalui urat-urat nadi arteri, kelenjar-kelenjar itu mendapatkan suplai berupa zat yang terbentuk dari darah dan chyle (zat-zat dari sari makanan yang telah dicerna) yang keduanya tidak dapat dikonsumsi secara langsung. Selanjutnya kelenjar-kelenjar susu itu menyaring dari kedua zat itu unsur-unsur penting dalam pembuatan air susu dan mengeluarkan enzim-enzim yang mengubahnya menjadi susu yang warna dan aromanya sama sekali berbeda dengan zat aslinya. Maha Agung Allah dengan semua ciptaanNya.

 

Dari berbagai sumber

Share.

Leave A Reply