Perbedaan Antara Ulama Al-Azhar Kairo Mesir Dengan Ulama Syiah

0

Perbedaan Antara Ulama Al-Azhar Kairo Mesir Dengan Ulama Syiah. Sumber hukum kaum muslimin adalah al-Qur’an dan al-Hadits. Untuk dapat memahami al-Qur’an dan al-Hadits secara sempurna dibutuhkan penguasaan atas banyak bidang ilmu, seperti ilmu nahwu, shorof, balaghoh, ulumul qur’an, asbab an-nuzul, tajwid, ilmu qiroa’at, fiqih, usul fiqih, ilmu tauhid, mantiq, dan lain-lain.

Para ulama yang hidup pada setiap zamannya adalah orang-orang yang paling berjasa dalam penyampaian ajaran Islam. Mereka adalah tokoh-tokoh yang membawa wahyu yang mulia dari nabi Muhammad dan menyampaikannya kepada umat.

Mereka adalah orang-orang yang mampu memahami tafsir al-Qur’an, mengetahui khazanah literatur keilmuan Islam, mengerti cara menyatukan beberapa dalil, dan mencari pendapat yang unggul jika terjadi perselisihan.

Universitas al-Azhar Mesir adalah universitas Islam tertua di dunia. Al-Azhar berperan besar dalam menyebarkan ajaran agama Islam yang santun, toleran, dan moderat. Al-Azhar berupaya mencetak para ulama yang ahli dalam berbagai cabang ilmu syar’i.

Selama berabad-abad al-Azhar telah mendapatkan pengakuan dari mayoritas ulama di dunia dan banyak lembaga-lembaga International. Karena al-Azhar adalah tempat yang paling benar dan paling bagus untuk mendalami ajaran agama sekaligus menjadi pusat kajian ilmu-ilmu Islam di dunia.

Berbicara mengenai kelompok Islam sunni dan syi’ah, diantara keduanya ada banyak perbedaan di dalam permasalahan cabang agama. Akan tetapi ada satu ruang yang dapat berfungsi untuk menyatukan pandangan mereka.

Sebenarnya mereka hanya berbeda pada permasalahan cabang agama. Sementara pada masalah aqidah mereka memiliki tuhan yang sama, rasul yang sama, kitab yang sama, dan mereka juga sama-sama beriman pada hal-hal yang ghaib.

Kelompok syi’ah telah hidup berdampingan bersama dengan kelompok sunni sejak berabad-abad yang lalu di negara Arab Saudi, Irak, Yaman, dan Pakistan. Apabila ada sebagian orang syiah yang meyakini bahwa sunni bukan orang Islam, ataupun sebaliknya orang sunni meyakini bahwa orang syiah itu bukan orang Islam, maka hendaknya kita tidak usah memperdulikan orang itu.

Kita harus meyakini bahwa sunni dan syiah adalah bagian dari umat Islam, meskipun ada perbedaan pendapat dalam beberapa hal. Ada banyak madzhab dan perbedaan di dalam agama Islam dan semuanya menjadi rahmat bagi umat Islam.

Al-Azhar telah berdiri sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu. Al-Azhar adalah lembaga pendidikan Islam yang mengikuti pandangan dan cara berfikir orang-orang sunni. Selain mempelajari madzhab sunni, al-Azhar juga mempelajari madzhab syi’ah ja’fariyyah dan syi’ah zaidiyyah.

Dan al-Azhar telah menggolongkan syi’ah ja’fariah dan syi’ah zaidiyyah kedalam golongan ahlussunnah wal jama’ah -sebagaimana para ulama menjadikannya sebagai rujukan hukum madzhab ahlussunnah wal jama’ah.

Kita meyakini bahwa syiah adalah satu bagian dari umat Islam. Syiah bukanlah agama yang terpisah dari Islam. Orang yang memiliki pemahaman bahwa syiah telah keluar dari agama Islam adalah orang bodoh. Adapun orang yang belajar dan mendalami ilmu aqidah akan memahami bahwa Islam tidak hanya sunni. Islam mencakup sunni, syiah, dan kelompok-Kelompok lainnya selama mereka tidak keluar dari prinsip dasar agama Islam.

Sesungguhnya mereka hanya berbeda pendapat dalam masalah cabang, bukan dalam prinsip agama. Oleh karena itu hendaknya umat Islam tidak menjadi bermusuhan karenanya. Wallahu a’lam.

Prof Dr. Ali Jum’ah, Al-Bayan

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply