Pengertian Thaharah (Bersuci) Dan Macam-Macam Air

0

Pengertian Thaharah

Thaharah menurut bahasa berarti bersih. Sedangkan thaharah menurut istilah adalah mengerjakan sesuatu (wudhu, tayamum, mandi, dan menghilangkan najis) yang menjadikan seseorang boleh mengerjalan shalat dan ibadah-ibdaah lainnya.

Cara bersuci dari hadas adalah dengan cara berwudhu, mandi dan tayammum. Sedangkan cara bersuci dari najis adalah dengan cara menghilangkan najis menempel pada badan, tempat, dan pakaian.

Macam-macam air

Air yang dapat digunakan untuk bersuci adalah air yang thahir muthahir (suci dan mensucikan). Yaitu air yang turun dari langit atau yang bersumber dari bumi yang tidak terkena najis atau belum digunakan untuk bersuci.

Ditinjau dari sumbernya, air terbagi menjadi tujuh:

1.      Air hujan

2.      Air sumur

3.      Air laut

4.      Air sungai

5.      Air salju

6.      Air telaga

7.      Air embun

Sedangkan ditinjau dari hukumnya, air terbagi menjadi empat kategori:

1. Air suci mensucikan / air mutlak.

Yaitu air yang statusnya masih murni, yang tidak dipengaruhi oleh hal apapun selain pengaruh tempat. Contohnya seperti air yang disebutkan di atas.

2. Air suci mensucikan, namun makruh apabila digunakan dibadan. Contohnya adalah air musyammas.

Air musyammas adalah air yang terletak di dalam bejana selain emas dan peraka, yang panas akibat sengatan.

3. Air suci, tetapi tidak mensucikan. Contohnya seperti:

a. Air Musta’mal, yaitu air yang telah digunakan untuk mensucikan hadas atau menghilangkan najis. Air ini masih dianggap suci dengan syarat selama warna, rasa, baunya tidak berubah, dan volume airnya tidak bertambah.

b. Air yang telah berubah salah satu sifatnya, dikarenakan bercampur dengan benda suci lainnya, dengan perubahan yang akan merubah statusnya, seperti air teh, air kopi, dll.

4. Air Mutanajis

Yaiut air yang terkena najis (kemasukan najis), sementara volume airnya kurang dari dua qullah (kubus yang semua sisinya 60 cm), baik terjadi perubahan pada sifat-sifat airnya atau tidak. Dan termasuk ke dalam jenis air ini, adalah volume air yang terkena najis lebih dari dua qullah, namun najis itu menyebabkan perubahan sifat pada air (baik warna, rasa, dan baunya). Apabila air bervolume dua qullah yang terkena najis tidak berubah sifatnya, maka sah digunakan untuk bersuci.

Fuad Hasan, Fiqih Ibadah

Baca semua tentang thaharah disini

Share.

Leave A Reply