Pemimpin Yang Baik Harus Meniru Kepemimpinan Rasulullah SAW

0

Pemimpin Yang Baik Harus Meniru Kepemimpinan Rasulullah SAW. Rasulullah adalah manusia terbaik yang harus menjadi suri tauladan bagi semua manusia. Allah berfirman, ‘sungguh di dalam diri Rasluullah itu ada keteladanan bagi orang-orang yang menginginkan surga dan berjumpa dengan Allah SWT’. Barangsiapa yang mengikuti jalan hidup nabi Muhammad maka ia akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengikutinya maka ia akan sengsara. Jalan hidup nabi adalah jalan hidup yang langsung dibimbing oleh Tuhan semesta alam, sehingga beliau tidak mungkin salah melangkah. Jika beliau akan melakukan kesalahan maka Allah akan segera mengingatkannya sehingga ia senantiasa terhindar dari kesalahan. Segala apa yang dikatakan nabi Muhammad berasal dari Allah dan bukan berasal dari hawa nafsunya. Dikatakan di dalam hadits nabi bahwa Nabi Muhammad tidak berbicara dengan sekehendak hawa nafsunya, tetapi yang dikatakannya adalah wahyu dari Allah.

Muhammad adalah cahaya yang menerangi kegelapan. Barangsiapa yang ingin mendapatkan cahaya maka ia harus mendekat kepada nabi Muhammad SAW. Cara mendekat kepada nabi Muhammad adalah dengan cara diantaranya; melaksanakan sunnah-sunnahnya dan menjauhi larangannya, mencintai para pewarisnya/para ulama, mencintai keluarga dan keturunan-keturunanya yang masih ada di sekitar kita, dan banyak membaca shalawat kepadanya. Sungguh beruntung orang yang mendapatkan cahaya Muhammad, karena ia akan senantiasa mendapatkann petunjuk-petunjuk dalam menghadapi gelapnya kehidupan. Hidupnya akan senantiasa diliputi dengan kebahagiaan, ketentraman, kedamaian, kenyamanna, dan kemudahan. Inilaha rahmat dan kasih sayang Allah yang diberikan kepada orang-orang yang benar-benar mncintai nabi Muhammad dan ingin mengikuti jejak langkah hidupnya.

Semua yang ada pada diri nabi adalah tauladan. Fisik dan batin nabi adalah contoh yang baik. Jika kita meniru fisik nabi maka kita akan mendapatkan pahala, apalagi meniru batin nabi, tentu pahalanya akan lebih besar. Rasulullah SAW bukanlah malaikat, ia adalah manusia yang memiliki sifat-sifat layaknya manusia yang lain, namun kemanusiaan Muhammad adalah kemanusiaan yang terbaik karena ia adalah kekasih Allah SWT. Nabi Muhammad juga makan, tetapi cara makan nabi adalah cara makan yang terbaik. Nabi Muhammad juga minum tetapi cara minum nabi adalah cara minum yang terbaik. Nabi Muhammad juga tidur tetapi cara tidur Muhammad adalah tidur yang terbaik. Nabi berpakaian, dan cara berpakaian nabi adalah cara yang terbaik. Nabi juga mandi dam cara mandi beliau adalah yang terbaik. Nabi juga kepala keluarga tetapi beliau ayah yang terbaik. Nabi juga da’i, tetapi beliua da’i yang terbaik. Nabi juga negarawan, tetapi beliau negarawan yang baok. Nabi juga pemimpin, dan beliau adalah pemimpin yang terbaik, dst. Oleh karena itu jika kita ingin menjadi pemimpin yang baik maka kita harus meniru bagaimana cara memimpin Rasulullah SAW.

عن مَعْقِل بْنَ يَسَارٍ سَمِعْتُُ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول مَا مِنْ وَالٍ يَلِي رَعِيَّةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لَهُمْ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ (رواه البخاري)

Dari Ma’qil bin Yasar ra berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda; “Tidaklah seorang pemimpin yang memimpin masyarakat kaum muslimin, kemudian dia meninggal dunia dalam keadaan menipu berbuat curang kepada mereka, melainkan Allah akan haramkan baginya surga.’ (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits :

  1. Peringatan keras Nabi Saw terhadap mereka yang memegeng tumpuk kepemimpinan, bahwa mereka memiliki konsekwensi jabatan yang demikian beratnya. Dimana bila tidak amanah dalam memimpin kaum muslimin, tidak mengembalikan hak-hak mereka yang terdzalimi, dan justru berbuat curang terhadap mereka, maka Allah Swt akan haramkan surga bagi mereka, na’udzubillahi min dzalik.
  2. Peringatan keras ini dimaksudkan, agar setiap pemimpin tidak terlena dengan jabatannya, bahkan justru semakin amanah dan takut pada Allah dalam menjalankan roda amanah kepemimpinannya. Dalam sejarah perjalanan umat Islam, muncul banyak contoh kepemimpinan yang patut dijadikan teladan, salah satunya adalah Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H). Sejarah mencatat kesolehan pribadi beliau dalam memimpin; selalu menangis di setiap malam karena takut kepada Allah atas jabatan yang diembannya, sangat hati-hati pada yang halal dan haram dalam kesehariannya, sederhana dalam kehidupannya, perhatian yang sangat tinggi pada kepentingan dan hajat masyarakatnya, serta juga sangat profesional dalam kepemimpinannya.
  3. Suatu ketika, beliau (Umar bin Abdul Aziz) memimpin rapat bersama para mentri dan gubernurnya. Lalu, di tengah2 rapat ada seorang gubernur yang bertanya perihal keadaan beliau dan keluarganya, apakah semua sehat2 dan baik2 saja? Mendengar pertanyaan itu, beliau bangkit dari tempat duduknya dan mematikan lantera yang menerangi ruang rapat tersebut. Ketika suasana gelap, dan semua bingung dengan kondisi gelap tsb, beliau berkata, ‘Kita rapat di sini adalah untuk membicarakan urusan kaum muslimin. Oleh karena itulah kita menggunakan fasilitas ruangan ini. Maka ketika ada salah seorang dari kalian bertanya tentang diriku dan keluargaku, tentu aku matikan lampu itu. Karena tidak berhak bagi Umat bin Abdul Aziz, menggunakan fasilitas milik kaum muslimin untuk kepentingan diri dan keluarganya…Wallahu A’lam
Share.

Leave A Reply