Bagaimana Seseorang Dikatakan Orang Sholeh ?

0

Bagaimana Seseorang Dikatakan Orang Sholeh ? Surga Allah disedikan bagi orang-orang yang sholeh. Muncul pertanyaan bagaimana seseorang dikatakan sebagai orang sholeh?!. Di dunia ini ada orang yang sholeh (baik) dan orang thalih (tidak baik). Manusia dinamakan saleh (baik) karena ia pantas untuk menjadi khalifah -dan Allah telah menjadikan Adam dan keturunannya sebagai khalifah di muka bumi-.

Orang yang sholeh akan membiarkan sesuatu yang sudah bagus, atau memperbagus yang telah bagus. Adapun orang yang tidak saleh, ia akan mendatangi sesuatu yang sudah bagus tetapi ia malah merusaknya. Misalnya seseorang yang mendatangi sebuah sumur yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Apabila ia bukan termasuk orang yang memiliki semangat yang kuat dalam melakukan kebaikan maka ia akan membiarkannya. Namun orang yang tidak saleh akan melempari isi sumur itu dengan kotoran. Adapun orang yang saleh dan memiliki semangat yang besar untuk melakukan kebaikan, ia akan berfikir bagaimana sumur itu bisa dimanfaatkan lebih besar lagi bagi masyarakat. Ia pun membangun penampungan air lalu ia membeli mesin pompa air dan memasang pipa-pipa yang akan mengalirkan air itu ke rumah-rumah penduduk, sehingga mereka dapat menimati air itu tanpa harus berjalan ke sumur. Orang ini telah menggunakan kecerdasan akalnya untuk menambah kemaslahatan sumur.

Jadi lafazh rojulun shaalihun (laki-laki baik / pantas) berarti ia pantas dan baik untuk menjadi khalifah yang akan menjadi pemakmur bumi. Ia akan membiarkan sesuatu yang sudah bagus atau memperbagus sesuatu yang bagus. Orang yang saleh ketika akan bertindak ia selalu menggunakan pemikiran yang mendalam. Ia tidak akan melakukan suatu tindakan yang memberikan manfaat pada awalnya tetapi kemudian menyebabkan kehancuran pada akhirnya. Allahlah yang telah mengangkat manusia sebagai khalifah di alam semesta ini dengan tujuan agar mereka memakmurkan bumi.

Allah berfirman,

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا (٦١)

Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. (QS. Huud [11]: 61)

Islam adalah setiap perbuatan di dalam kehidupan ini yang sesuai dengan fungsi kekhalifahan manusia di bumi. Setiap upaya yang bertujuan untuk memakmurkan bumi dinamamakan ibadah. Oleh karena itu engkau jangan mengatakan bahwa ibadah hanya sebatas shalat dan puasa. Shalat, puasa, dan Rukun Islam lainnya adalah pondasi-pondasi atas tindakan tindakan dalam kehidupan yang akan membangun Islam. Jadi Islam adalah segala sesuatu yang selaras dengan tugas kekhalifahan manusia dibumi yang bertujuan untuk mendirikan tiyang dan bangunan Islam secara bersamaan. Dengan begitu berarti manusia telah menjalankan tanggung jawab iman.

Syekh Mutawalli As-Sya’rawi

 

Share.

Leave A Reply