Nama Pemberian Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki Tidak Meleset Dari Jenis Kelaminnya

0

Abuya memiliki seorang santri yang berasal dari Kepanjen Malang, namanya Malik Salam. Ia sudah tinggal cukup lama di pondok Abuya -Rubath Rushaifah- Mekah. Pada suatu hari Abuya ingin menikahkannya dengan santri putri yang juga asal Malang. Malik salam tidak menolak tawaran Abuya, sehingga pernikahan itu benar-benar terlaksana.

Ketika istri Malik Salam hamil muda, ia meminta izin kepada Abuya untuk pulang ke Indonesia. Abuya mengizinkannya tetapi tidak dengan suaminya, sebab Malik Salam masih harus menyelesaikan pendidikannya sampai batas waktu yang telah ditentukan. Akhirnya istrinya pulang seorang diri meninggalkan suaminya.

Beberapa bulan setelah kepulangannya, istri Malik Salam melahirkan seorang anak. Ia segera mengabarkan berita gembira ini kepada suaminya yang masih berada di Rushaifah, yang kemudian diteruskan oleh suaminya kepada Abuya As-Sayyid Muhammad sekaligus meminta kepadanya, nama yang cocok untuk disematkan pada anaknya.

Ketika Malik Salam berkata kepada Abuya untuk meminta nama yang bagus, Abuya dengan spontan memberikan nama itu kepadanya. Dengan tanpa menanyakan terlebih dahulu apa jenis kelaminnya, Abuya langsung memberinya nama ‘Anas’ saat itu juga. Dan benar saja, karena anak Malik Salam yang baru dilahirkan memang berjenis kelamin laki-laki.

Bahkan Abuya memberinya empat nama sekaligus, Abuya berkata, “anakmu yang pertama ini kamu beri nama ‘Anas’, yang kedua ‘Alwi’, yang ketiga ‘Abdullah’, dan yang keempat ‘Ruqayyah’”. Malik Salam sangat senang dengan perhatian Abuya kepadanya. Ia hanya meminta satu nama,tetapi beliau memberikan empat nama sekaligus.

Setelah masa belajar Malik Salam di pondok Rushaifah dianggap selesai oleh Abuya, ia diizinkan pulang ke Indonesia untuk menjemput istrinya. Setelah beberapa tahun, istri Malik Salam akhirnya melahirkan anak yang kedua. Dan benar saja, anak yang kedua ini juga berjenis kelamin laki-laki, dan nama ‘Alwi’ ia sematkan kepada anak yang kedua.

Beberapa tahun kemudian anak yang ketiga lahir, seorang anak laki-laki yang lucu, lalu ia sematkan nama ‘Abdullah’ padanya. Beberapa tahun kemudian lahir anak yang keempat, ternyata bayi perempuan cantik, dan ‘Ruqayyah’ nama pemberian dari Abuya ia sematkan padanya.

Subhanallaah, nama-nama pemberian Abuya tidak ada satu pun yang meleset dari jenis kelaminnya. Dan tidak lama setelah istri Malik Salam melahirkan anak yang keempat, istrinya meninggal dunia.

Malik Salam akhirnya memahami bahwa pemberian nama-nama itu sekaligus menjadi petunjuk, bahwa istrinya tidak lama lagi akan meninggal setelah melahirkan anak yang keempat. Wa laa haula wa laa quwwata illaa bilaah.

Mustafa Husain Al-Jufri, Al-Injaaz Fii Karaamati Fakhril Hijaaz

 

Baca Juga : Mutiara Kalam Abuya Muhammad bin Alawi Al-Maliki, 

Buku Wirid Abuya

Pertolongan Abuya Muhammad bin Alawi dari jauh

Kalam Mutiara Abuya 

Abuya Mendapatkan Hadiah

Ketika Abuya Ditegur

Abuya Ziarah Ke Makam Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Kalam Indah As Sayyid Maliki

Share.

Leave A Reply