Mimpi Putri Al-Habib Salim As-Syatiry

0

Mimpi Putri Al-Habib Salim As-Syatiry. Mimpi bagi orang yang sholeh seringkali menjadi tanda akan kedekatannya kepada Allah SWT. Berikut ini kisah dalam mimpi putri Al-Habib Salim.

Beliau mengisahkan: tadi malam aku bermimpi, seolah saat itu aku sudah mati, aku bisa melihat orang orang yang menangisi kepergian ku. Saat itu aku mengalami rasa takut yang luar biasa. Tatkala mulai di tinggalkan sendirian dalam liang lahat, ketika keluarga ku pun ikut meninggalkan kuburan ku dengan tangis.

Akupun memanggil-manggil mereka dengan air mata yang mengalir, “abah.. ummah.. kakak.. dek!.. jangan tinggalin aku sendiri disini, aku takut..”. Tetapi mereka tidak mendengar sama skali. Ketakutanku semakin menjadi ketika waktu maghrib sudah mulai datang dan aku berada di tempat yang gelap sendirian.

Aku mendengar suara langkah karena menyadari akan ada sesosok makhluq Allah yang akan menghampiriku, membuatku tambah ketakutan, dan akupun memejamkan mata ku seraya mendengar suara yang berkata : “ikutlah dengan ku”.

Aku masih terdiam karna ketakutan, dan dia berkata lagi, “tak usah takut, ikutlah dengan ku, disini bukan tempatmu”.
aku pun mengikutinya, kami terbang ke suatu ruangan yang dimana di ruangan itu dipenuhi dengan aktifitas kesibukan membawa banyak kertas.

aku bertanya padanya, “dimana ini?”, ia menjawab, “di tempat dimana do’a manusia dikumpulkan”, aku bertanya lagi, “apa isi kertas itu?”, ia menjawab, “isi kertas itu adalah do’a”, aku berkata, “apa itu do’a setiap insan di setiap waktu?”, ia berkata, “ini bukan hanya do’a setiap insan, tetapi juga do’a seluruh makhluq Allah”.

Aku berkata, “apa setiap do’a akan naik kesini?”, ia menjawab, “tidak, hanya do’a yang mengucapkan shalawat atas Rasulullah saw lah yang hanya akan sampai di sini, “ayo mari.. ikutlah denganku”, akupun terbang mengikuti wanita itu dan sampailah kami di suatu ruangan dimana ruangan itu tertata Rapih.

Aku berkata, “bagaimana dengan yang ini, tampak hanya ada sedikit malaikat yang bertugas disini dibanding tempat yang sebelumnya?”, ia menjawab, “iya tempat ini dikhususkan untuk pengiriman rezeki ke seluruh alam atas izin Allah”, aku berkata, “subhan Allah, apa ini juga termasuk pengiriman mushibah juga azab kepada mahluq-Nya?”, ia berkata, “disini hanya mencatat apa yang Allah kehendaki, malaikat disini hanya menjalankan tugas menurunkan rezki dan musibah atas Izin-Nya, ayo ikutlah lagi dengan ku ke tempat berikutnya”.

Aku pun diajak terbang ke suatu ruangan, dimana ruangan itu sepi, hanya ada 1 malaikat yg bertugas disana. Aku bertanya, “mengapa dia sendirian?”, ia menjawab, “ini adalah ruangan khusus dimana malaikat ini bertugas mencatat menerima ungkapan SYUKUR & TERIMAKASIH dari hamba Allah”, aku bertanya, “apakah ini juga mencakup seluruh alam?”, ia menjawab, “tentu”, aku bertanya lagi, “mengapa sesedikit ini, bukankah banyak sekali hamba Allah yang bersyukur?”, ia menjawab, “banyak dari mereka yang bersyukur hanya dengan lisan saja, tidak melibatkan ungkapan yg tulus dari hati atas pemberian Rabb-Nya”.

Aku menangis saat itu, mengetahui aku adalah termasuk orang yang miskin dalam bersyukur. Aku bertanya, “mengapa kau begitu tau tentang hal ini?”, ia menjawab, “ayah ku yang memberitahukan ini kepada ku”, aku bertanya lagi, “apakah kau juga memberitahukan hal ini kepada selain aku, kenapa sesosok bidadari seperti engkau begitu peduli dengan pendosa sepertii ku?”.

Dengan tersenyum ia menjawab, “hanya orang-orang tertentu, dan aku peduli termasuk padamu”, aku berkata, “sungguh mulia engkau, Rahmat Allah atasmu juga keluargamu”, ia berkata, “kemarilah anak ku”, aku bertanya, “kenapa kau memanggilku dengan sebutan anak mu?”, ia menjawab, “karena kau memang anakku, darah dagingku”, aku berkata, “aku ini putri dari pernikahan Sayyid Salim Asy Syathiri dgn Syarifah Humaira Al Haddad, akulah darah daging mereka”.

Ia berkata, “akulah ibu dari ayah ibumu dan kakek mu berasal, akulah Fathimah Al Batul”, sontak aku terbangun dari mimpi itu dengan air mata kerinduan pada mu yaa putri Rasulullah. Aku tak akan lupa, masih terbayang mimpi itu, masih terbayang indah wajahnya, masih terbayang suara lembutnya
Allahuma Shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala Alih

 

Share.

Leave A Reply