Mengetahui Sifat Dzat Dan Af’al Allah

0

Allah SWT mempunyai sifat-sifat. Diantara sifat-sifat-Nya ada yang dinamakan dengan sifat af’al dan ada yang dinamakan dengan sifat dzat. Adapun yang termasuk ke dalam sifat Dzat diantaranya adalah irodah (menghendaki), qudrah (mampu), sama’ (mendengar), bashor (melihat), ‘ilmu (mengetahui), hayat (hidup), dan kalam (berbicara).

Allah SWT maha hidup sejak zaman ‘azali dan tidak mempunyai permulaan. Semua sifat-sifat-Nya ada bersama dengan Dzat Allah sejak zaman ‘azali.

Sifat Af’al berbeda dengan sifat dzat. Maksudnya adalah bahwa apabila Allah tidak melakukan sesuatu, maka tidak akan menyebabkan hilangnya kewibawaan Allah. Apabila Allah tidak memberikan anak kepada pasangan tertentu, apakah kita boleh menuduh Allah dengan suatu kekurangan?, tentu saja tidak.

Jika Allah tidak memberi harta yang banyak kepada orang tertentu, apakah boleh kita mengatakan bahwa Allah tidak mampu?, tidak boleh. Menciptakan dan memberi adalah sifat af’al (perbuatan) Af’al Allah. Jika Allah tidak melakukannya, tidak menyebabkan celaan bagi Allah SWT.

Akan tetapi sifat dzat harus ada bagi Allah SWT, dan apabila tidak ada akan menyebabkan cacat dan celaan bagi Allah SWT. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengatakan bahwa Allah tidak tahu, Allah tidak mampu, Allah tidak kuasa, Allah tidak hidup, dan sebagainya.

Para sufi berkata, “siapa yang mengetahui dirinya, ia akan mengetahui Tuhannya”.[1] Maksudnya, siapa yang mengetahui dirinya yang lemah, yang hancur, dan yang tidak berdaya akan mengetahui bahwa Allah berlawanan dengan semua itu.

Allah itu kekal, Allah itu mampu, Allah itu menghendaki, Allah itu maha bijaksana, dan Allah tidak memiliki batas dan akhir.

Syekh Ali Jum’ah, At-Tariq ila Allah

[1]               Dari perkataan Imam Yahya bin Muadz Ar-Roozy

Share.

Leave A Reply