Mengeluarkan Zakat Fitrah Dengan Uang, Bagaimana Hukumnya ?

0

Boleh hukumnya mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang. Ini adalah pendapat kebanyakan ulama, bahkan ini adalah pendapat sebagian besar tabi’in, diantaranya syekh Hasan Bashri.

Beliau mengatakan bahwa tidak apa-apa jika engkau mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang. Dari Waqi’, dari Qurroh, ia berkata “datang suatu peraturan dan ketetapan dari kholifah Umar bin Abdul Aziz mengenai zakat fitrah, yaitu 1/2 sho’ untuk setiap jiwa, atau dengan harganya sejumlah 1/2 dirham (diambil dari kitab karya Syekh Abdur Roziq). Dan pendapat ini adalah madzhab ats-Tsauri, Abu Hanifah, dan Abu Yusuf.

Bolehnya mengeluarkan zakat dengan uang adalah pendapat madzhab Hanafi. Begitu pula pada selain zakat, seperti kafarot, nadzar, dan pajak. (bada’i aas shonai’). Pendapat ini juga pendapat madzhab Imam an-Nasir dan Imam ahul bait (albakhruz zakhoor al-jaami’ li madzahib ‘ulama al-amshor). Dan ini juga pendapatnya Ishaq bih Rohwayah dan Abu Tsaur, namun mereka mensyaratkan harus dalam kondisi darurat sebagaimana pendapat mayoritas ahli bait.

Bolehnya mengelurkan zakat fitrah dengan menggunakan uang juga merupakan pendapat sebagian besar ulama yang bermazhab Maliki, seperti Ibnu Habib, Ashbagh, Ibnu Abi Khazim, Ibnu Dinar, dan Ibnu Wahab.

Dari penjelasan singkat di atas dapat kita simpulkan bahwa boleh hukumnya mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang. Karena ini adalah pendapat para imam madzab, para ulama ahli fiqih, dan sebagain besar tabi’in.

Sesungguhnya mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang dapat mempermudah si fakir untuk membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan pada hari raya idul fitri. Karena mungkin saja ia tidak membutuhkan beras, tetapi ia lebih membutuhkan pakaian, daging, atau lainnya.

Memberikan beras justru akan mempersulit mereka, sebab mereka nanti harus berkeliling di pasar untuk mencari orang yang mau membelinya. Namun apabila mereka lebih membutuhkan beras, maka lebih baik bagi kita untuk memberikan zakat fitrah dengan beras.

Hikmah dari perintah zakat pada dasarnya adalah untuk kemaslahatan si faqir. Islam berusaha agar mereka berkecukupan dan merasa senang pada hari raya. Karena pada hari ini semua orang sedang bergembira.

Imam al-‘allamah as-Shidiq al-Ghumari telah mengarang sebuah kitab yang membahas mengenai masalah ini yang diberi judul tahqiqul amaal fi ikhrooji zakatil fithri bil mal. Di dalam kitab ini beliau menguatkan pendapat madzhab Hanafi yang membolehkannya dengan menyertakan dalil-dalil yang sangat banyak.

Dan akhirnya kami menyimpulkan bahwa mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang lebih utama pada zaman ini. Wallahu ta’ala a’la wa a’lam.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayan Lima Yusyghilul Adzhan

 

 

Share.

Leave A Reply