Meneladani Akhlak Rasulullah

0

Khutbah Jum’at : Meneladani Akhlak Rasulullah

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ

وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jum’ah yang dirahmati Allah..

Marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah dengan melaksanakan yang diperintahkan Allah dengan sepenuh hati dan sabar menahan diri untuk tidak mengerjakan hal-hal yang dilarangNya. ketahuilah orang-orang yang senantiasa meningkatkan taqwa akan diberikan rezeki yang tak disangka – sangka, dicukupi kebutuhannya dan diselamatkan dari siksa neraka.

Hadirin, Jamaah jum’ah yang dimuliakan Allah..

Alhamdulillah kita telah memasuki bulan rabiul awal, dimana pada bulan ini rasulullah yang mulia dilahirkan. Telah kita ketahui bersama bahwa bulan ramadhan adalah bulan untuk melaksanakan ibadah puasa, dzulhijjah adalah bulan ibadah haji dan sekarang rabi’ul awal adalah bulan untuk meneladani akhlak rasulullah yang mulia muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab [33] : 21)

Menurut Ahli tafsir Az-Zam ahsyari, dalam menafsirkan kata “uswah hasanah” dalam ayat di atas adalah meneladani kepribadian beliau secara totalitas. Jadi apapun sikap, ucapan dan perbuatan Rasulullah sudah harusnya kita jadikan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Bahkan dengan meneladani Rasulullah akan mendatangkan kasih sayang dan ampunan  Allah Subhanahu wa ta’ala, seperti firman berikut :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran [3] : 31)

Saudaraku, Jamaah Jum’ah yang dirahmati Allah..

Minimal ada 2 aspek yang harus kita teladani dari rasulullah, yang pertama meneladani Rasulullah dalam aspek ibadahnya dan yang berikutnya meneladani Rasulullah dalam muamalah.

Meneladani Rasulullah Dalam Aspek Ibadah

Sudah semestinya kita sebagai ummatnya yang mendambakan syafaatnya kelak diakhirat, menjadikan rasulullah sebagai teladan dalam hidupnya, terlebih dalam urusan ibadah dalam hal sholat  misalnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melaksanakan sholat secara berjamaah dan diawal waktu bahkan beliau sampai akan membakar rumah seorang laki – laki yang tidak sholat berjamaah. Rasulullah bersabda :

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُم

Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya (Allah Ta’ala), sungguh aku sangat ingin untuk memerintahkan seseorang mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan seseorang untuk adzan, dan orang lain aku perintahkan untuk meng-imam-kan manusia (kaum muslimin). Kemudian aku akan pergi ke rumah para lelaki yang tidak menghadiri shalat berjama’ah dan aku bakar rumah-rumah mereka. (HR. Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, no 608)

Selanjutnya, kita bisa meneladani rasulullah dalam ibadah puasa, karena beliau selalu melaksanakan puasa senin – kamis sepanjang hidupnya. diriwayatkan dari Abu Hurairah ra :

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747)

Hadirin, Jamaah jum’ah yang dimuliakan Allah..

Meneladani Rasulullah dalam aspek Muamalah

Salah satu prinsip rasulullah dalam bermuamalah adalah dengan mengutamakan sifat jujur (shidiq). untuk itu marilah kita meneladani sifat beliau untuk adil serta jujur dalam kehidupan sehari-hari. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

Yang berikutnya, yang harus kita teladani dari rasulullah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sifat dermawan. Dari Abdullah bin Abbas r.a berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْـخَيْـرِ مِنَ الِرّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril a.s  bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhân untuk menyimak bacaan Al-Qur’annya. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (HR. Muslim no. 2308)

Dan masih banyak lagi yang bisa kita teladani dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari – hari, yang terpenting sebelum meneladani Rasulullah adalah niat yang lurus karena mengharap ridho Allah.  dan tanyakan pada diri sendiri ketika melakukan aktifitas apapun, apakah ini sudah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan meneladani akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Semoga kita semua mendapatkan syafaatul uzma serta ridho Allah subhanahu wa ta’ala kelak. aamiin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ , أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله َلِيْ وَلَكُمْ وَلِكَافَةِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ , فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Share.

Leave A Reply