Mencari Berkah Di Bulan Ramadhan

0

Mencari Berkah Di Bulan Ramadhan. Allah adalah Tuhan yang hanya ada pada-Nya seluruh berkah. Dia berkehendak untuk meletakkan keberkahan dimana, kapan, dan kepada siapa saja. Di dalam waktu tertentu ada keberkahan. Di tempat tertentu ada keberkahan. Dan di dalam diri orang tertentu ada keberkahan. Baragsiapa yang ingin mendapatkan keberkahan maka ia harus mendekat kepada sesuatu yang telah diberkahi Allah Swt.

Diantara tempat-tempat yang diberkahi oleh Allah Swt. adalah masjid, dan masjid yang paling mulia adalah masjid Al-Haram, Masjid Nabawi, dan masjid Al-Aqsha. Barangsiapa yang memasuki tiga masjid tersebut maka pasti ia akan mendapatkan keberkahan. Diantara waktu yang di dalamnya diberikan keberkahan adalah bulan-bulan yang dimuliakan Allah; Yaitu bulan Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Ramadhan. Dan yang paling mulia diantara bulan-bulan itu adalah bulan Ramadhan. Barangsiapa yang memasuki bulan Ramadhan kemudian ia mengambil keutamaan-keutamaan ibadah di dalamnya, maka dipastika ia akan mendapatkan keberkahannya. Dan diantara orang-orang yang di dalam diri mereka ada keberkahan adalah para ulama pewaris para nabi dan orang-orang shaleh. Barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai teman, maka insyaAllah ia akan mendapatkan keberkahan.

Berkah adalah kebaikan yang terus bertambah. Barangsiapa yang telah mendapatkan berkah maka ia akan senantiasa diilhami dengan kebaikan-kebaikan. Ia akan selalu bersemangat untuk melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah. Ia akan berani untuk menegakkan kebenaran dan keadilan apapun resikonya. Ia akan bekerjasama dengan orang-orang yang bak untuk senantiasa menyebarkan syiar Islam. Ia tidak pernah takut dengan segala ancaman yang datang dari orang-orang jahat. Ia akan senantiasa berorban untuk demi membela agama Islam. Ia akan berjuang untuk melanjutkan dakwah nabi Muhammad Saw. Dan karena keteguhan dan keikhlasanya, maka Allah akan mencintainya lalu menjaganya dari hal-hal yang tidak baik.

Orang yang telah mendapatkan berkah akan terjaga dari dosa-dosa dan kemaksiatan. Matanya akan terjaga dari melihat sesuatu yang haram. Telinganya akan terjaga dari mendengar sesuatu yang haran. Lisannya akan terjaga dari membicarakan sesuatu yang haram. Anggota badannya akan dilindungi dari perbuatan-perbuatan dosa. Disamping itu, ia akan dijaga oleh Allah dari gangguan syetan, baik syetan dari jenis Jin dan Manusia. Terkadang Allah menambahkan karunia-Nya dengan memberikan Karamah (kemampuan luar biasa kepadanya), dan dengan Karamah itu ia menjadi lebih yakin dengan adanya pertolongan Allah Yang Maha Dekat. Sehingga ia terus berjalan di atas jalan kebenaran dan kebaikan dengan penuh ketegaran.

Agar semangat dalam mencari berkah, ada baiknya kita membaca hikmah yang berikut ini.

 

[Hari, itu dikuasai dan dimiliki oleh pencari keberkahan hari, dan bukan dimiliki oleh penggila materi]

Salah satu nikmat terbesar yang diberika Allah kepada kita adalah nikmat kesempatan. Hidup adalah sebuah kesempatan untuk mendapatkan kemenangan dan keberungungan. Tidak akan mendapatkan kebahagiaan abadi bagi orang yang tidak diberi kesempatan hidup di dunia. Oleh karena itu, marilah kita mensyukuri nikmatnya kesempatan ini untuk melakukan berbagai macam kebaikan, yang akan membuahkan kejayaan di dalam kehidupan yang kekal. Surga yang di dalamnya ada sungai susu, sungai madu, sungai khamr/arak (yang tidak memabukkan) yang selamanya tidak akan pernah surut. Penduduknya bebas meminumnya sepuas-puasnya, tanpa harus khawatir sakit perut atau repot harus buang air. Subhanallah!.

Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat hidup adalah menggunakan setiap waktu dengan sebaik-baiknya. Ia meyakini bahwa hari tertentu memiliki keutamaan yang berbeda dengan hari-hari yang lain, oleh karena itu ia ingin mendapatkan semua keutamaan itu. Keberkahan yang dikandung oleh suatu hari, bebeda dengan keberkahan yang dikandung oleh hari yang lain, sehingga ia ingin merasakan semua kenikmatannya. Masing-masing waktu memiliki kemuliaan-kemuliaan yang berbeda-beda, yang akan didapatkan oleh orang yang memanfaatkan waktunya dengan sebak-baiknya.

Setiap ibadah akan memberikan buahnya. Setiap satu kalimat zikir ‘Subhanallah’ ada pahalanya. Dan pahala itu diberikan oleh Allah Swt, Tuhan yang memilki alam semesta dan segala isinya. Apakah kita penah membayangkan seberapa besar hadiah yang diberikan oleh penguasa alam raya? Tentu benak kita tidak akan bisa membayangkannya dan akal tak akan mampu menjangkaunya. Jika pahala satu kali zikir ‘Subhanallah’ itu sangat besar, lalu berapa besar pahala yang akan kita dapatkan jika kita membacanya berkali-kali. Satu menit adalah waktu yang sangat berharga. Jika kita mau mengisinya dengan zaikir, tentu kita akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat. Namun kebanyakan manusia telah terbiasa untuk menyia-nyiakan waktunya. Manusia terbiasa untuk menyia-nyiakan waktu satu menit, hingga akhirnya ia terbiasa untuk menyianyiakan satu jam, hingga akhirnya ia terbiasa untuk menyia-nyiakan waktunya satu hari, dst.

Sungguh menyesal para penduduk surga atas kebaikan-kebaikan yang tidak sempat ia lakukan ketika di dunia, setelah ia melihat pahalanya. Ia merasa sangat sedih ketika melihat banyak waktunya yang kosong tanpa ibadah. Seandainya waktu-waktu itu terisi dengan amal ibadah, tentu ia akan mendapatkan istana yang lebih besar, taman yang lebih luas nan indah, pepohonan yang lebih banyak, bidadari yang lebih cantik, hidangan yang lebih nikmat, dan derajat yang lebih tinggi. Namun, saat itu penyesalan dan kesedihannya tiada berarti.

Dan orang yang paling merugi adalah orang-orang kafir dan munafik. Mereka harus menerima keputusan terburuk, yaitu dimasukkan ke dalam neraka. Begitu malangnya nasib mereka. Kemalangan yang tidak bisa diukur dengan suatu apapun. Mereka harus menerima siksaan Allah yang tiada terbayangkan bagaimana sakitnya, dan berapa lama mereka harus hidup menderita di dalamnya. Mereka menangis menjerit sambil berkata, ‘Mengapa aku dahulu tidak memanfaatkan waktuku untuk menyembah kepada Allah?. Mengapa umurku malah aku habiskan untuk mengerjakan larangan-larangan Allah?. Mengapa aku senang berada dalam kegelaan dan kenistaan?’. Mereka memohon kepada Allah agar dikembalikan lagi ke dunia, tetapi kehidupan dunia telah berakhir sebab bumi telah hancur berkeping-keping.

Allah berfirman,

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS Al-‘Ashr [103]: 1-3)

Allah berfirman,

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan. Sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: ‘Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!’, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu. (QS. Al-An’am [6]: 31)

Allah berfirman,

حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ

Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi. (QS. Al-Maidah [5]: 53)

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply