Yang Memperhatikan Waktunya Akan Beruntung

0

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al- ‘Ashr: 1-3)

Manusia akan merasakan kerugian apabila ia tidak memperhatikan waktu. Apabila seseorang telah terbiasa mementingkan waktu, maka ia akan merasa rugi ketika melewatkan waktunya dalam kesia-siaan meskipun hanya satu jam.

Sebaliknya, apabila ia terbiasa membuang waktunya, maka ia juga tidak akan merasa rugi dengan waktu yang terlewat dalam kesia-siaan, meskipun sampai berjam-jam. Dan akhirnya semua umurnya habis dalam kesia-siaan.

Waktu adalah usaha untuk mencapai cita-cita dan harapan yang diimpikan. Seseorang yang harapannya prestasi cemerlang, ia akan rela tidur beberapa jam saja dalam satu hari. Begitupula orang yang obsesinya uang dan kekayaan, ia akan menghabiskan semua wakunya untuk uang dan uang.

Orang akan mempergunakan waktunya dengan baik apabila ia memiliki harapan dan cita-cita yang besar. Olahragawan akan melatih kebugaran badannya berjam-jam demi meraih gelar juara. Pemikir akan betah berjam-jam dengan buku dan pulpennya di perpustakaan demi mendapatkan kesimpulan yang cemerlang. Peneliti rela menghabiskan umurnya di laboratorium demi menemukan sesuatu yang ditelitinya. Penulis buku akan menghabiskan waktunya berjam-jam di depan laptopnya.

Penghafal Al-Qur’an betah berjam-jam dengan mushaf Al-Qur’an setiap hari demi menjadi seorang hafidz. Dan sang penempuh jalan menuju Allah akan mengorbankan semua waktu enaknya untuk sampai kepada Allah.

Sungguh beruntung seseorang yang dapat memanfaatkan waktu dengan sebak-baiknya. Karena perhatiannya pada waktu, harapan dan cita-citanya akan tercapai, cepat atau lambat. Sebaliknya, orang yang gemar menyia-nyiakan waktu akan gagal, cepat atau lambat, dan ia akan menghadapi hidup yang penuh dengan kesulitan. Para ulama berkata, “waktu bagaikan pedang, jika engkau tidak mematahkannya, maka ia akan mematahkanmu”.

Alangkah beruntungnya orang yang memanfaatkan waktunya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Orang yang berharta, siang dan malamnya untuk berderma dan menolong orang-orang fakir. Orang yang berilmu, siang dan malamnya untuk mengajarkan ilmunya pada banyak orang.

Orang kuat yang menggunakan tenaganya untuk membantu dan melindungi orang yang lemah. Pemimpin yang baik yang senantiasa mengayomi rakyatnya. Hakim adil yang senantiasa sibuk memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya, dll.

Karena perhatiannya pada waktu ia akan menjadi orang beruntung. Di dunia, mereka akan dipuji, dihormati, dan dimuliakan oleh manusia. Sedangkan di akhirat, mereka akan dimuliakan langsung dengan tangan Allah yang Maha Mulia, Subhanallah.

Semoga kita termasuk manusia-manusia yang mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Amiin Ya Rabbal Aalamin.

 

 

Share.

Leave A Reply