Memilih Istri Sholehah

0

Istri sholehah adalah dambaan setiap laki-laki. Ia selalu mendampingi suaminya dimana dan kapan saja. Dalam kondisi apapun ia tetap memotivasi suaminya untuk terus maju dan menjadi lebih baik.

Sungguh pahala yang besar dari Allah apabila seorang wanita berusaha untuk menjadi wanita sholehah. Namun sebaliknya, adzab Allah amatlah pedih atas wanita yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya, sehingga ia tidak bisa menghormati dan menghargai suaminya, na’udlubillahi mindzalik

Ummul mu’minin Sayyidah ‘Aisyah r.a berkata :

“Wahai kaum wanita, seandainya kamu mengetahui hak-hak suamimu atas dirimu, niscaya kamu akan bersedia membersihkan debu ditelapak kaki suamimu dengan sebagian wajahmu”.

Dikatakan pula dalam riwayat Al-Bazzar, dari Sayyidah ‘Aisyah r.a bahwa beliau berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “Siapa orang yang paling besar haknya atas wanita?”, Beliau menjawab: “Suaminya”, Aku melanjutkan: “siapa orang yang paling besar haknya atas seorang laki laki?”, Beliau menjawab : “Ibunya”, Rasullullah SAW bersabda: “Ada tiga macam orang dimana Allah tidak berkenan menerima shalatnya dan kebajikannya-kebajikannya tidak dibawa kelangit. Mereka adalah:

  1. Budak yang lari dari tuannya hingga kembali
  2. Isteri yang dimarahi suaminya hingga mendapat ridhanya
  3. Pemabuk hingga sadar (dari mabuknya).

Dari Jabir r.a. Rasulullah SAW bersabda ketika mengingatkan kaum wanita, “Apabila seorang istri berkata pada suaminya, ‘Sama sekali aku tidak pernah melihat kamu berbuat baik’, maka ia benar-benar telah terhapus amalnya”.

Thalhah bin Ubaidillah r.a mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah bersabda, “setiap perempuan yang berkata pada suaminya, ‘Sama sekali aku belum pernah melihat engkau berbuat baik’, maka Allah akan memutuskan rahmat baginya kelak di hari kiamat”. (Al-Hadits).

Rasulullah SAW bersabda : “setiap perempuan yang menuntut cerai pada suaminya tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya menikmati bau harumnya. (diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At Turmudzi).

Sayyidina Abu Bakar As-Sidiq r.a mengatakan, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang istri berkata pada suaminya, ‘Ceraikan aku’, maka kelak di hari kiamat ia datang dengan membawa wajah tanpa terbalut daging, sementara lidahnya menjulur keluar dari langit-langit mulut dan ia turun menuju tengah-tengah jurangnya neraka, meskipun ketika di dunia ia selalu berpuasa dan beribadah di waktu malamnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan melihat seseorang istri yang tidak mau berterimakasih kepada suaminya”. (Al-Hadits)

(Dikutip dari kitab “uquudu lujain fii bayaani huquuquzzaujaini”)

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply