Berusaha Membuka Kedua Hati, Untuk Khaliq Dan Untuk Makhluk Inilah Penjelasannya

0

Hati manusia memiliki dua pintu. Pintu yang satu terbuka untuk makhluk dan pintu yang lain terbuka untuk Allah. Dalam hal ini, manusia terbagi kedalam 4 kondisi:

  • Manusia yang kedua pintu hatinya ditutup oleh Allah SWT, Ia adalah orang yang gila
  • Manusia yang pintu hatinya menuju Allah tertutup, tetapi pintu untuk makhluk terbuka lebar. Ia akan tenggelam di dalam dunianya dan melupakan Tuhannya. Apabila ia sedang berdzikir, ia hanya berdzikir dengan lidahnya saja.
  • Manusia yang pintu hatinya ke arah makhluk tertutup, tetapi pintu hatinya ke arah Allah terbuka lebar. Hati orang ini akan dipenuhi dengan cahaya-cahaya, lalu ia akan menjadi hamba yang tertarik menuju Allah SWT, namun ia belum mencapai kesempurnaan.
  • Manusia yang pintu hatinya untuk Allah dan untuk makhluk terbuka lebar. Inilah hati orang-orang ‘arif, inilah orang-orang yang telah mencapai kesempurnaan.

Dunia dan segala tipu dayanya dinamkan aghyar. Aghyar adalah segala hal yang menyibukkan seseorang dari mengingat Allah. Apabila manusia tertipu dengan aghyar, pintu hatinya untuk Allah akan tertutup. Tetapi apabila hanya pintu hatinya untuk Allah yang terbuka, maka akan banyak nur (cahaya) yang masuk kedalam hati, sehingga menjadikannya kurang peduli dengan lingkungannya.

Ia lebih senang menikmati kesendiriannya bermunajat kepada Allah SWT, sementara orang-orang di sekitarnya ingin mendengarkan hikmah-hikmah yang keluar dari mulutnya. Banyaknya cahaya-cahaya yang menutup pintu hatinya -yang menuju ke arah makhluk- akan semakin menurunkan derajatnya di sisi Allah SWT.

Suatu ketika nabi Muhammad SAW pernah beristighfar dan memohon ampun kepada Allah atas banyaknya cahaya. Banyaknya cahaya menjadikan nabi Muhammad tidak peduli dengan umatnya, padahal nabi Muhammad dituntut untuk menyampaikan ajaran Islam, menyebarkan hidayah, dan mengarahkan manusia menuju jalan Allah.

Marilah kita senantiasa selalu berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak. Allah SWT berfirman, “Allah SWT memiliki asma’ul husna, maka hendaklah engkau sekalian berdoa kepada Allah dengan nama-nama-Nya”.[1] Allah juga berfirman, “laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir mengingat Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar”.[2] Hendaknya manusia selalu berhubungan dengan Allah SWT dengan berbagai cara. Diantaranya dengan dzikir, doa, maupun amal ibadah. Dzikir harus dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Hubungan manusia dengan Tuhan terbagi ke dalam 5 tingkatan yaitu hati, ruh, sir, khofi, dan akhfa. Semua itu berada di alam mulk. Setelah itu, ada 5 tingkatan yang sama yang berada di alam malakut yang harus dilalui oleh sang murid. Lalu di atasnya ada alam jabarut, rohimuut, dan laahut. Ini semua merupakan istilah-istilah yang digunakan oleh para sufi untuk menggambarkan dan mengungkapkan maqom (tingkatan) akhir yang dicapai oleh seorang murid.

Ada banyak sekali rahasia yang hanya diketahui oleh para ‘arifin (orang ma’rifat), namun mereka tidak menemukan istilah yang tepat untuk mengungkapkannya. Mereka hanya diam dan merasakannya sendiri. Semoga kita termasuk bagian dari golongan orang-orang yang mendapatkan ma’rifat kepada Allah SWT. Amiin.

Syekh Ali Jum’ah, At-Thariq ila Allah

[1]               Surat Al-A’raf ayat 180

[2]               Surat Al-Ahzab ayat 35

Share.

Leave A Reply