Mari Mengingat Allah

0

Mari Mengingat Allah. Allah menuntut hamba-hamba-Nya untuk mengingat Allah dengan seluruh lisan, hati dan ruhnya. Apabila ia baru mampu bisa melakukan dengan lisan, maka menggunakan lisan dahulu, dan seterusnya sampai kemudian ia akan naik ke tingkatan yang lebih tinggi, yaitu berdzikir dengan menggunakan hati dan ruh. Barangsiapa yang mengingat Allah di dunia ini, maka di akherat kelak ia akan diingat oleh Allah. Sebaliknya, orang yang melupakan Allah di dunia ini, maka di akherat ia akn dilupakan oleh Allah, na’udlubillah min dzlik.

Allah SWT berfirman: “Kami telah jadikan untuk isi Neraka Jahannam kebanyakan dari Jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah). Mereka punya mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan-Nya). Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka laksana binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS Al-‘Araf [7]: 179)

Buah dari lidah adalah dzikir. Lidah orang yang beriman sibuk mengingat Allah. Jika lisan lebih suka menggunjing, mengadu domba, mencela, merusak kehormatan orang lain, serta berbicara sia-sia, maka sedikit demi sedikit hati si pemilik lidah akan menjadi gelap dan kesat. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah lidahmu basah dengan mengingat Allah.” (HR At-Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad)

Sofyan Ibn Abdillah menuturkan, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang paling kau khawatirkan atas diriku?’ Rasulullah memegang lidahnya sendiri lalu bersabda, “INI” (HR At-Tirmidzi dan Ibn Majah)

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply