Manusia Tidak Bisa Lagi Mempertebal Iman Dan Memperbanyak Amal Soleh Setelah Datangnya Tiga Hal, Apa Itu?

0

Manusia Tidak Bisa Lagi Mempertebal Iman Dan Memperbanyak Amal Soleh Setelah Datangnya Tiga Hal, Apa Itu? Nafas manusia adalah modal yang berharga untuk melakukan perdagangan dengan Allah SWT. Barangsiapa yang mempergunakan modalnya dengan baik dan benar maka ia akan memperoleh keberuntungan yang berlipat-lipat. Oleh karena itu orang-orang soleh mengatakan bahwa setiap hirupan nafas tidak bisa dibayar dengan nilai apapun (karena harganya yang sangat mahal). Ketika ia terlewatkan tanpa diisi dengan amal ibadah maka ia tidak mungkin akan kembali, sehingga orang-orang yang cerdas akan senantiasa memanfaatkan setiap detik umurnya dengan sebaik-baiknya. Ia terus berupaya untuk menjadikan setiap nafasnya berisi dzikir kepada Allah SWT.

Hidup adalah waktu menanam semua kebaikan dan mati adalah saat memanennya. Apa yang dipanen nanti sesuai dengan apa yang di tanam kemarin. Oleh karena itu orang yang bijak tidak akan menghabiskan waktunya untuk mengkhayal dan brandai-andai. Tetapi ia akan memanfaatkan seluruh waktunya untuk bekerja mencari ridla Allah SWT, beribadah sebanyak-banyaknya, dan berbuat baik sebesar-besarnya. Ia menyadari bahwa umurnya hanya sebentar dan umurnya selalu berkurang dan berkurang setiap detiknya. Tidak ada suatu hari baru kecuali ia lebih bertambah keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Apalagi ketika ia melihat tanda-tanda penuaan pada dirinya, ia merasakan uban yang telah memutih, pendengaran dan penglihatan yang mulai berkurang, tenaga yang semakin lemah, maka ia semakin mendekatkan dirrinya kepada Allah SWT.

Penyesalan penduduk neraka adalah ketika ia tidak beriman dan beramal sholeh, dan penyesalan pada penduduk surga adalah ketika ia melihat ada 24 almari yang menggambarkan 24 jam dari waktunya satu hari. Ia menyaksikan dari 24 almari itu hanya sedikit yang berisi dengan pahala dari ibadahnya di dunia. Ia menyesal kurang maksimal dalam memanfaatkan waktu dan umurnya. Kebanyakan waktunya terbuang sia-sia untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. Oleh karena itu para ulama tidak mau menyesalkan umurnya di surga nanti. Ia menggunakan waktunya semaksiamal mungkin dalam ilmu dan ibadah. Apalagi zaman ini adalah zaman akhir yang kapan saja bisa terjadi hari kiamat. Dan ketika kiamat datang maka sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mempertebal iman dan menambah amal soleh.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا؛ طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّال،ُ وَدَابَّةُ الْأَرْضِ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra berkata, ‘Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Ada tiga perkara yang apabila ketiganya sudah muncul, maka niscaya tidak akan bermanfaat keimanan seseorang yang sebelumnya ia tidak beriman, juga amal ibadahnya. Ketiga hal tersebut adalah ; terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal, dan munculnya makhluk melata di muka bumi.’ (HR. Muslim, hadits no. 227)

Hikmah Hadits ;

  1. Diantara salah satu rukun iman yang wajib kita yakini adalah beriman kepada hari akhir, yaitu meyakini bahwa Hari Kiamat kiamat pasti akan tiba. Walau kita semua tiada mengetahui, kapan pastinya hari tersebut akan terjadi, namun kepastian akan terjadinya waktu tersebut adalah mutlak adanya. Al-Qur’an dan Sunnah hanya menjelaskan perihal tanda dan ciri2nya saja. Termasuk ciri2 yang dijelaskan dalam hadits di atas, yaitu ketika matahari terbit dari sebelah barat, munculnya Dajjal dan munculnya binatang melata di muka bumi, yang dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa binatang tersebut dapat berkata-kata dengan manusia.
  2. Namun jika ketiga tanda besar Hari Kiamat tersebut sudah terlihat, maka orang yang tadinya kafir, berbuat maksiat, dan enggan mengerjakan amal shaleh, mereka berbondong2 menyatakan keiimanannya, beramai2 meninggalkan perbuatan maksiat, dan antusias mengerjakan amal shaleh. Semua manusia seolah baru tersadar, bahwa kebenaran itu ternyata benar-benar nyata adanya. Padahal selama ini mereka mengingkarinya. Hanya saja sayangnya, saat ketiganya telah muncul, ternyata batas waktu mereka untuk beriman dan beramal shaleh sudah habis. Maka pada saat tersebut, tiada berguna lagi keimanan, tiada manfaat lagi meninggalkan maksiat dan tiada faedahnya lagi mengerjakan amal shaleh. Kecuali mereka2 yang sebelum munculnya tanda2 tersebut telah beriman sebelumnya, telah mengerjakan amal shaleh sebelumnya dan telah meninggalkan perbuatan maksiat sejak sebelumnya. Mereka inilah orang2 yang beruntung.
  3. Maka selagi Allah memberikan kita kesempatan, menganugerahi kita umur panjang dan kesehatan, serta selagi ketiga tanda tersebut belum datang, ada baiknya kita merenungkan tentang tujuan dan hakekat kehidupan, untuk kemudian berlari meraih keridhaan Allah Swt dengan meningkatkan iman, menjalankan ibadah, mengerjakan amal shaleh dan meninggalkan perbuatan yang dilarang. Karena, sebenarnya hidup ini sangat singkat dan hanya sebentar saja. Dan juga karena datangnya waktu tersebut tinggal masalah waktu saja. Apa jadinya, ketika saatnya tiba, ternyata kita masih terlena dengan kehidupan dunia, na’udzubillahi min dzalik…Wallahu A’lam
Share.

Leave A Reply