13 Mandi Sunah yang Perlu Anda Ketahui

0

13 Mandi Sunah yang Perlu Anda Ketahui.

  1. Mandi jum’at.

Mandi jum’at disunahkaan hanya bagi mereka yang akan melaksanakan shalat jum’at. Waktu pelaksanaannya mulai dari terbit fajar shadiq sampai masuk waktu pelaksanaan shalat jum’at, namun yang lebih utama melakukan mandi sesaat sebelum berangkat ke masjid, karena fungsi mandi jum’at adalah menghilangkan bau yang tak sedap ketika berkumpul dengan jama’ah.

  1. Mandi karena shalat ‘iid (hari raya Idul Adha dan Idul Fitri).

Mandi ini disunahkan kepada semua mukallaf, baik yang ingin melaksanakan shalat atau tidak. Waktunya dimulai tengah malam tanggal 1 syawal atau 10 Dzulhijjah sampai terbenamnya matahari di hari itu, namun yag lebih utama dilakukan setelah terbit fajar.

  1. Mandi karena meminta hujan.

Orang yanvg ingin melaksanakan shalat istisqa’ disunahkan untuk mandi terlebih dahulu. Waktu pelaksanannya sesaat sebelum melakukan shalat istisqa’.

  1. Mandi karena melihat gerhana.

Pelaksananya, dimulai dari terjadinya gerhana sampai gerhana berakhir.

  1. Mandi karena memandikan mayit.

orang yang memandikan jenazah, baik itu muslim atau kafir disunahkan untuk mandi. Pelaksanaannya mulai dari selesai memandikan sampai ia meninggalkan mayit tersebut.

  1. Mandi karena masuk Islam.

Orang kafir yang baru masuk Islam disunahkan untuk mandi.

  1. Mandi karen sembuh dari gila.

Orang yang baru sembuh dari gila disunahkan untuk mandi.

  1. Mandi ketika hendak melakukan ihram.

Mandi ini hukumnya sunnah dan berlaku mutlak, baik bagi orang yang baligh atau belum, berakal atau gila, orang yang suci atau yang masih dalam masa haid.

  1. Mandi ketika memasuki kota Mekah.
  2. Mandi karena hendak melakukan wukuf di Arafah.
  3. Mandi karena hendak mabit di Muzdalifah.
  4. Mandi karena hendak melempar tiga jumrah (uula, wusthaa, ‘aqabah pada hari tasyrik).
  5. Mandi karena hendak melakukan thawaf.

Larangan-larangan bagi orang yang berhadas besar

  1. Shalat, sujud tilawah, sujud syukur
  2. Thawaf
  3. Menyentuh mushaf
  4. Membawa mushaf
  5. Berdiam diri di masjid
  6. Membaca Al-Qur’an

 

larangan di atas berlaku bagi semua laki-laki dan perempuan. Adapun perempuan yang sedang haid atau nifas dilarang melakukan enam hal diatas dan ditambah:

  1. puasa, baik puasa sunah atau wajib.
  2. Menceraikannya, maksudnya bagi suami diharamkan menceraikan istrinya ketika dalam kondisi haid.
  3. Melintasi masjid, jika dikhawatirkan akan mengotori masjid dengan menetesnya darah haid atau nifas.
  4. Melakukan hubungan intim atau bercumbu di bagian antara pusar dan lutut, dengan tanpa penghalang.

Moh. Halimi, Fiqih Ibadah, Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PP Al-Falah Ploso, Jawa Timur,

Share.

Leave A Reply