Lebih Bersyukur Di Bulan Ramadhan

0

Lebih Bersyukur Di Bulan Ramadhan. Tiada kesempatan yang lebih besar dari pada kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan. Sebentar lagi, dengan izin Allah kita dberi kesempatan untuk dipertemukan lagi dengan bulan suci. Bulan yang segala doa dan permintaan akan dikabulkan. Bulan yang segala pahala akan dilipatkan. Bulan yang segala dosa akan dihapuskan. Inilah bulan yang di dalamnya penuh dengan kemuliaan-kemuliaan dan keutamaan. Namun, tidak semua manusia akan mendapatkannya. Hanya orang-orang yang bersyukur yang akan mendapatkannya.

Orang-orang yang bersyukur adalah orang yang mau melaksanakan puasa Ramadhan. Dengan berpuasa, ia bersyukur kepada Allah atas nikmatnya makan selama satu tahun ini. Betapa rezeki satu piring nasi itu begitu berharga dirasakan. Mungkin selama ini ia tidak pernah mensyukuri rezeki sepirin nasi, tetapi karena rasa lapar yang begitu dahsyat, mulai dari terbit matahari sampai terbenamnya, ia menjadi sadar akan nikmatnya makan sepiring nasi. Dan syukur yang dilakukan oleh hamba yang shaleh itu dibalas Tuhan dengan memberinya kebahagiaan ketika berbuka puasa. Betapa kenikmatan berbuka itu begitu besar, sehingga kesabaran menahan lapar seharian benar-benar terbayarkan. Sungguh di dalam berbuka itu ada tanda-tanda kebesarana Allah bagi orang yang mau berfikir.

Orang-orang yang bersyukur juga adalah orang-orang yang mau mengeluarkan zakat badan dan hartanya. Selama setahun ini telah berapa harta yang dberikan Allah Swt?. Selama setahun ini telah berapa ribu kilogram beras yang kita santap?. Dan di bulan ini Allah hanya meminta 2,5% dari semua hartamu yang berfungsi untuk membersihkan diri dan hartamu. Meskipun 2,5% adalah jumlah yang sedikit, tetapi ia mampu mencegah manusia dari panasnya api neraka. Apakah kita akan memilih menahan yang sedikit itu, lalu di akherat kita akan dimasukkan ke dalam api neraka?, Atau kita memilih untuk mengelurkannya, dan kita akan dimasukkan ke dalam surga?. Tentu orang yang berakal akan memilih surga.

Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang berakal meskipun ia hanya rakyat jelata dan berpendidikan rendah. Sebaliknya, orang yang tidak mau bersyukur adalah orang yang bodoh, meskipun ia memiliki jabatan yang banyak dan berpendidikan tinggi. Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang telah dicintai oleh Allah Swt. Apabila ia tidak dicintai-Nya, mana mungkin ia bisa melakukan syukur?. Dan orang yang telah dicintainya akan ditolong Allah untuk melakukan ibadah-ibadah yang lain selain syukur. Ia juga akan bersabar dalam menghadapai setiap ujian dan musibah. Ia juga akan bertawakkal hanya kepada Allah. Ia juga akan bersikap tawadhu’ dan rendah hati. Ia juga akan memiliki sifat pemaaf. Ia juga akan ridha atas segala ketetapan Allah. Ia juga akan menghormati dan menghargai orang lain. Ia juga akan memiliki jiwa kasih sayang kepada semua makhluk, bahkan kepada hewan dan tumbuh-tumbuhan. Ia akan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kesulitan dan kesusahan tetangganya. Ia akan ikhlas membantu sesama, dst.

 

Agar menjadikan kita lebih bersyukur, mari kita simak hikmah berikut ini,

 

[Kau ingin mencari rezeki?. Rezeki sarapan pagi ini udah disyukuri belum?]

 

Nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada manusia begitu banyak. Akan tetapi nikmat yang banyak itu tidak tampak oleh sebagian orang. Hal itu terjadi karena hati mereka telah tertutup dengan kotoran-kotoran dosa. Jika hatinya bersih, tentu mereka akan bisa melihatnya. Hati yang bersih akan menyaksikan betapa nikmat-nikmat Allah selalu datang bertubi-tubi, dari pagi hingga malam hari. Tiada satu nafas yang dihirup, kecuali di dalamnya terdapat kenikmatan yang agung.

Nafas adalah rezeki. Kesehatan badan adalah rezeki. Kelengkapan anggota badan adalah rezeki. Mata adalah rezeki. Telinga adalah rezeki. Akal adalah rezeki. Hati adalah rezeki. Tempat tinggal adalah rezeki. Makanan adalah rezeki. Semua kenikmatan yang kita rasakan adalah rezeki dari Allah Swt. Terhadap semua itu manusia wajib bersyukur kepada-Nya. Jika tidak, maka ia akan mendapatkan azab dari-Nya.

Bersyukur sejatinya tidaklah sulit, tetapi menjadi sulit jika hati telah menjadi kotor. Salah satu hal yang menyebabkan kotornya hati adalah ketamakan. Orang yang memiliki sifat tamak tidak akan penah merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya. Ia selalu merasa kurang dan selalu merasa ingin lebih. Sehingga, apabila yang didapatkannya tidak sesuai dengan keinginanya, maka ia akan berkeluh-kesah dan mengumpat. Hatinya lupa untuk mengucapkan syukur kepada Siapa yang memberi.

Bagi orang yang tamak, yang dinamakan rezeki adalah ketika ia memiliki harta yang banyak dan kekayaan yang melimpah ruah. Sehingga ia menjadi lupa, bahwa air yang ia minum adalah rezeki yang besar. Bayangkan, jika ia sedang merasa kehausan lalu tidak ada air. Bayangkan, ketika ia tersedat lalu tidak ada air. Ia juga lupa, bahwa sepiring nasi yang ia makan adalah rezeki Allah yang agung. Bayangkan, bagaimana tersiksanya ketika ia dalam keadaan sangat lapar tetapi ia tidak menemukan nasi. Bayangkan, betapa kenikmatan akan berkurang ketika ia hanya makan nasi tanpa lauk pauk. Lauk pauk juga bagian dari rezeki yang harus disyukui, jika ia termasuk orang-orang yang beriman.

Orang-orang yang beriman sangat bersyukur atas setiap pemberian Allah sekecil apapun. Apapun yang tampaknya kecil bagi kebanyakan orang adalah besar baginya. Tiada henti-hentinya lisannya mengucapkan syukur dan puji-pujian kepada Sang Pemberi rezeki. Lalu anggota badannya mematuhi segala apa yang diperintahkan-Nya. Imannya setiap hari terus bertambah dan bartambah, dan cintanya kepada Allah semakin besar.

Orang yang beriman menyadari bahwa setiap nafas adalalah rezeki yang harus disyukuri, sehingga ia tidak akan menyinyiakannya. Setiap nafas yang masuk dan keluar dari hidungnya ia isi dengan zikir kepada Allah. Ia juga menyadari bahwa setiap suap nasi adalah rezeki, maka ia selalu mengucapkan Bismillah ketika hendak menyantapnya, dan mengucapkan Alhamdulillah setelah ia selesai menelannya. Ia juga menyadari bahwa seteguk air adalah rezeki, maka ia menggunakan kesegaran yang diberikan air itu untuk melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt.

Allah berfirman,

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلالا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu. Dan syukurilah nikmat Allah, jika hanya kepada-Nya kamu menyembah. (QS. An-Nahl [16]: 114)

 

Allah berfirman,

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl [16]: 78)

 

Allah berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’ (QS. Ibrahim [14]: 7).

 

Wallahu A’lam.

Share.

Leave A Reply