Kyai Yang Arif

0

Seorang kyai haruslah orang yang sangat arif dalam menghadapi segala persoalan, termasuk ketika berhadapan dengan anak maupun santri-santrinya. Berikut kisah tentang sikap seorang ulama yang patut kita contoh.

Suatu ketika KH. Bisri Mustofa bertutur kepada putranya -KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)- ; “Abah ini bila kebetulan diminta mengisi pengajian disuatu tempat dan terpaksa harus meliburkan pengajian di pesantren, Abah tidak pernah lupa sebelum naik mimbar, matur : “Ya Allah, saya kemari ini diundang kawan-kawan untuk menyampaikan firman-Mu. Namun sementara saya menyampaikan firman-Mu dan sabda Rasul-Mu di sini, santri-santri saya di pesantren yang dititipkan orang tua mereka terpaksa libur, tidak saya ajar.

Maka Ya Allah, apabila amal saya di sini Engkau terima dan ada pahalanya, saya mohon pahala itu tak usah Engkau berikan kepada saya, tetapi Engkau tukar saja dengan futuh-Mu atas santri-santri saya yang kini libur. Bukalah hati mereka, anugerahkan dengan ilmu-ilmu Mu.

Di kisahkan, bahwa ada seorang ulama yang memiliki dua orang anak lelaki. Beliau mengajar kedua anaknya setelah selesai mengajar semua santri-santrinya. Lalu kedua anak beliau berkata kepada ayahnya ; “Wahai ayah, pada jam-jam ini biasanya kami berdua sedang males2nya, tak semangat.” Sang ayah menjawab ; “Nak, ketahuilah para santri dari mana-mana datang kesini untuk belajar kepadaku, maka, aku harus mendahulukan mereka daripada yang lain (termasuk engkau berdua).

Namun justru karena barokah kasih sayang ulama tersebut kepada santri-santrinya, kedua anaknya menjadi ‘Alim hingga mengungguli fuqoha’ yang hidup pada zamannya.

Kyai Jazuli Ploso memiliki putra-putri yang semuanya ulama. Usut punya usut ternyata diantara penyebabnya adalah begitu besarnya kasih sayang beliau kepada santrinya. Pohon mangga milik beliau tidak pernah terlihat buahnya, dikarenakan selalu habis oleh santri-santri yang ‘dugal’, namun beliau tak pernah marah, bahkan seakan mengizini tingkah polah para santri nakal itu.

Melihat kondisi yang aman-aman saja, justru membuat para santri ‘ngelunjak’. Tidak hanya buah mangga yang diembat, bahkan se-ekor bebek tak bersalah pun disembelih oleh mereka. Mengetahui akan hal itu Kyai Jazuli, alih-alih marah, beliau malah mendoakan para santri yang nakal tersebut agar mendapat ilmu yang manfaat.

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply