Kisah Suami Istri Yahudi Yang Berjumpa Rasulullah SAW Dalam Mimpi Dan Masuk Islam Berkah Maulid Nabi Muhammad SAW

0

Hidayah hanya milik Allah. Barangsiapa yang dikehendaki untuk mendapatkan hidayah maka pasti ia akan mendapatkan hidayah, meskipun ia telah melakukan berbagai macam maksiat dan bahkan kemusyrikan. Begitu pula sebaliknya, apabila Allah tidak mengehendaki hidayah atas seseorang na’udzubillah min dzalik, maka pasti ia akan tersesat, meskipun pada awalnya ia telah melakukan berbagai macam ketaatan dan bentuk-bentuk ibadah.

Syaikh Abdul Wahid bin Isma’il mengatakan bahwa dahulu di Mesir ada seorang muslim yang setiap tahunnya mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, sedangkan tetangga sebelahnya adalah keluarga Yahudi.

Si Yahudi wanita tanya kepada suaminya, “Apa yang sedang dilakukan oleh tetangga Muslim kita, kok di bulan ini ia mendermakan banyak sekali hartanya?”
Dijawab oleh sang suami, “Ia meyakini bahwa bulan ini adalah bulan kelahiran Nabinya. Dia melakukan semua itu sebagai wujud gembira dan memuliakan kepadanya dan hari kelahirannya (Nabinya).”

Kemudian keduanya terdiam sehingga malam harinya mereka bermimpi. Si istri Yahudi itu bermimpi melihat seorang lelaki yang sangat indah, tampan, berwibawa, rupawan nan santun. Lelaki tersebut masuk ke dalam rumah tetangga Muslimnya tersebut. Di sekelilingnya banyak jamaah yang hadir turut memberikan pengagungan dan penghormatan kepada lelaki tampan itu.

Maka si wanita Yahudi itu bertanya kepada seorang jamaah, “Siapakah lelaki yang amat tampan itu?”, Maka dijawab, “Ia adalah Rasulullah. Beliau masuk ke rumah untuk mengucapkan salam atas keluarga tuan rumah serta mengunjungi jamaah para jamaah sebab kegembiraan mereka kepada beliau SAW. Wanita Yahudi itu bertanya lagi, “Apakah lelaki tampan itu mau berbicara denganku jika saya ajak berbicara dengannya?”, Dijawab Para Jama’ah, “Ya, tentu.”

Maka wanita Yahudi itu menghadap lelaki tampan itu, dan berkata, “Wahai Muhammad.”
Dijawab lelaki tampan tersebut, “Labbaik.”, Wanita Yahudi tadi lantas bertanya kembali, “Apakah engkau akan memenuhi undanganku jikalau aku undang, sedangkan saya adalah bukan orang Islam dan termasuk sebagian dari musuhmu?”, Lelaki tampan tersebut menjawab, “Demi Dzat yang mengutusku dengan haq kenabian, aku tidak akan memenuhi undanganmu sehingga aku mengetahui bahwa Allah telah memberimu hidayah.

Wanita Yahudi itu berkata, “Sesungguhnya engkau adalah Nabi yang mulia. Sungguh engkau memiliki akhlak yang agung. Amat merugi orang yang menyalahimu dan yang jahil tentangmu. Terimalah aku bahwa sesungguhnya aku telah masuk Islam Asyhadu an laailaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.”

Kemudian si wanita itu berjanji kepada Allah bahwa esok hari ia akan menyedekahkan seluruh hartanya untuk mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kegembiraan atas keIslamannya serta bersyukur atas mimpinya itu. Esok harinya, ia melihat sang suami sedang mempersiapkan sebuah acara besar dengan semangat yang tinggi. Ia kagum atas yang dilakukan suami, kemudian bertanya, “Aku penasaran, kulihat engkau sedang bersemangat sekali nan riang gembira?”

Maka dijawab sang suami, “Ini semua kulakukan karena bersyukur atas keIslamanmu di hadapan Rasulullah SAW tadi malam.”
Sang istri pun berkata, “Darimana kamu bisa tahu, siapa yang membocorkan rahasia itu?”
Maka dijawab sang suami, “Bahkan aku juga sudah masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW setelahmu”

Subhanallah, La haula wa la quwwata illabillah

Share.

Leave A Reply