Kisah-Kisah Keramat Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad Bin Ali Ba’alawi

0

Kisah-Kisah Keramat Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad Bin Ali Ba’alawi Diatara karomah-karomah beliau adalah:

  1. AIR YANG NAIK DENGAN PERINTAH SAYYIDINA AL-FAQIH AL-MUQADDAM

Sayyidina Al-Faqih dalam usia remaja yaitu ketika beliau masih belajar disalah satu Majlis Ta’alim di Masjid Tarim, beliau tertidur pulas ketika telah masuk waktu sholat, padahal bilamana ada siswa yang meninggalkan sholat berjema’ah akan dihukum oleh gurunya. Demikianlah pengajaran ketat di Tarim pada waktu itu yang bertujuan untuk mendidik para siswanya untuk mengikuti sunnah-sunnah Rasulallah saw.

Sampai akhirnya para siawa sudah bersiap-siap untuk sholat berjema’ah, Sayyidina Al-Faqih Ra masih tertidur, ketika beliau bangun beliau mengisyaratkan dengan tangan beliau kesumur Masjid, tiba-tiba air pun naik dengan seizin Allah swt lalu Sayyidina Al-Faqih Ra berwudhu’ dan tidak ketinggalan sholat berjema’ah.

  1. PEMBANTU SAYYIDINA AL-FAQIH YANG HILANG

Diriwayatkan bahwa Sayyidina Al-Faqih mempunyai seorang pembantu yang bernama Khuraishoh. Ia sudah lama pergi dan tidak tahu lagi khabarnya hidup atau atau mati, maka bertanyalah keluarganya kepada Sayyidina Al-Faqih, maka Sayyidina Al-Faqih kemudiannya terdiam sejenak lalu beliau mengangkat kepalanya ke langit, kemudian Sayyidina Al-Faqih Ra berkata: “khuraishoh belum mati”.

Kemudian keluarga Abu Khuraishoh bertanya lagi; ” Bagaimanakah anda mengatakan Khuraishoh belum mati padahal khabar kematiannya sudah menyebar? “, Sayyidina Al-Faqih menjawab: “Aku telah melihat ke setiap istana yang berada di Syurga, dan Khuraishoh tidak ada disana “.

Keluarga Abu Khuraishoh bertanya lagi: ” Coba anda lihat di Neraka barangkali Abu Khuraishoh disana? ” Sayyidina Al-Faqih Ra marah lalu berkata: ” Sungguh tidak akan masuk Neraka para pembantuku “. Tak lama berselang Abu Khuraishoh pulang, dan tidak kekurangan sesuatu apapun.

  1. PERTOLONGAN DENGAN AL-MADAD DAN BAROKAH DARI SAYYIDINA AL FAQIHAL-MUQADDAM

Diceritakan oleh As-Syeikh Muhammad bin Ali bin Al-Faqih Ahmad bin Abu Alwi Ra dari paman beliau As-Syeikh Muhammad bin Al-Faqih Ahmad Ra, beliau bercerita:”Aku bermusafir dari Zhofar hendak menuju ke Syihr dengan perbekalan yang kami angkut dengan onta, pada waktu kami telah sampai di Ghizoh yang banyak rusak jalanya, jatuhlah perbekalan kami berantakan diatas gunung, rombongan kamipun merasa cemas terhadap para penduduk Ghizoh, karena mereka seringkali bila ada rombongan Khalifah yang perbekalannya berantakan merekapun merampasnya sampai tidak ada lagi yang tersisa bagi pemiliknya.

Para penduduk Ghizoh ketika melihat keadaan rombongan kami yang sedemikian rupa, merekapun berbondong-bondong menaiki kuda mereka, hendak menghampiri kami dengan bertujuan merampas harta benda kami. Ketika itu juga, aku beristighatsah kepada kakekku; Sayyidina Al-Faqih Ra belumlah sempat kuselesaikan tawassulku, tiba-tiba rombongan kami terangkat diudara dan mendarat disatu lapangan yang agak jauh dari para penduduk seolah-olah ada yang membawa kami dan melemparkan kami, kamipun selamat dan merasa lega, para penduduk Ghizoh pun berlaku baik kepada kami, mereka malahan membantu kami mengemasi barang-barang, mereka kami beri upah.

Salah satu dari mereka memberitahu kepada kami, tatkala rombongan kami terangkat di udara, ia berkata; ” Ketika aku melihatmu sedang berdo’a dan bertawassul tadi, aku melihat seseorang yang berjubah dan bersorban putih yang terbang dan mengangkat dan memindahkan rombongan kalian dari gunung kelapangan “, aku lalu memberitahukan kepadanya;  ” Sungguh aku bilamana sedang tertimpa kesusahan aku BERISTIGHTSAH kepada kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra dan dengan seizin Allah swt kesusahanku akan hilang pada saat itu juga “.

Sekali waktu aku baru sampai dari Habasyah dan aku membawa barang bawaan yang banyak, ketika aku sampai di Kota Adn, aku merasa bingung karena Amir Adn pada waktu itu suka merampas perbekalan orang asing yang melintas di Adn, lalu akupun BERTAWASSUL dan BERISTIGHATSAH kepada kakekku Sayyidina Al-Faqih Ra, setelah itu aku pun baru turun dari kapal tatkala aku telah turun kedarat, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berkata kepadaku, ” Bawalah barang-barangmu dan berjalanlah dari arah sana ” Sambil menunjuk kesatu arah, lalu akupun berjalan diarah yang ia tunjukkan kepadaku, sampai akhirnya sampailah aku dijalan besar di Adn dan selama itu akupun tidak mendapati seseorangpun yang menghentikan perjalananku dan mengambil barang bawaanku sampai akhirnya selamatlah aku sampai ditujuan, semuanya itu dengan Rahmat Allah swt dan Barokah dari kakekku Sayyidina Al-Faqih.

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply