Kisah Keutamaan Shalawat Untuk Bani Israil

0

Orang Yang Benar-Benar Rindu Kepada Rasulullah Akan Dijumpainya. Di dalam diri Muhammad terdapat segala kebaikan, kemuliaan, dan keutamaan. Oleh karena itu barangsiapa yang ingin mendapatkannya maka dekatkanlah dirinya dengan nabi Muhammad dengan cara banyak membaca sholawat dan salam kepadanya.

Ada satu cerita mengenai Bani Israil dalam kitab Ash-Sholawaatu Miftaahun Haalal Musykilaat karya Syaikh Kyai Ali Al-Qozwiny. Beliau meriwayatkan, Imam Abu Muhammad Al-‘Askary rahimallahu Ta’ala menceritakan suatu cerita mengenai tafsir ayat :

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ

Dikisahkan bahwa sebagian bentuk kekejaman yang ditimpakan kepada Bani Israil oleh Firaun dan keluarganya adalah Bani Israil dijadikan bangsa kuli pengangkut batu oleh Firaun. Ditambah lagi karena karena Firaun takut Bani Israil itu memberontak, maka Firaun membelenggu Bani Israil itu dengan besi yang berat dan menyambungnya satu dengan yang lain dengan rantai.

Yang membuat pekerjaan kuli angkut itu sangat berat dan kejam adalah, dalam keadaan terbelenggu besi dan saling tersambung itu, Bani Israil mengangkut batu-batu tersebut melalui tangga menuju permukaan yang tinggi. Maka ketika salah satu orang di antara mereka itu kepeleset, maka akan banyak yang terseret jatuh dan mati atau minimal cacat. Dan Firaun memperlakukan Bani Israil seperti itu tanpa mengenal belas kasihan.

Maka suatu ketika, Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as, Allah berfirman : “Beritahukan kepada Bani Israil, jangan memulai pekerjaan kecuali dengan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya yang mulia, agar cobaanmu itu terasa ringan”

Maka setelah Nabi Musa menyampaikan perintah Allah Ta’ala tersebut kepada Bani Israil, diamalkanlah sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan keluarganya tersebut oleh Bani Israil. Dan benar, deraan yang ditimpakan oleh Firaun dan keluarganya tersebut terasa ringan dikerjakan oleh Bani Israil.

Allah Ta’ala juga memberi perintah, jika ada orang yang jatuh dan cacat karena meninggalkan shalawat, agar bersholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan keluarganya untuk kesembuhan dirinya sendiri jika memungkinkan. Dan bila tidak memungkinkan, hendaknya orang lain yang bersholawat untuk kesembuhan orang yang cacat tersebut.

Dari situ, tumbuh semangat kebersamaan dan keberanian dalam hati Bani Israil juga bangkit rasa empati dan saling tolong menolong antar sesama mereka. Maka ketika Bani Israil terus menerus rajin melakukan semua yang diperintahkan Allah Ta’ala tersebut, selamatlah mereka dari semua cobaan tersebut berkat barokahnya sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan keluarganya yang mulia.

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply