Kisah antara Syeikh Ahmad Ridlwan -Luxor, Mesir- Dengan Syeikh Utsman -Surabaya, Indonesia-

0

Kisah antara wali-wali Allah sangat menarik untuk dibicarakan di tengah-tengah keluarga kita. Selain menarik, cerita-cerita wali akan menambah kecintaan kita pada kekasih-kekasih Allah, sehingga diharapkan semoga Allah berkean menurunkan Rahmat dan limpahan karunia-Nya dengan sebab menyebutkan nama-nama kekasih-Nya.

Dikisahkan, Sekitar tahun 61-an, Al-Azhar mengutus delegasi pengajar ke-Indonesia. Salah satu dari rombogan tersebut bernama Syeikh Al-Quth. Setelah masa abdi selesai, rombongan segera bersiap-siap untuk kembali ke Mesir. Bandara yang dituju berada diluar pulau yang disinggahi. Dikarenakan banyak hal yang harus diselesaikan, akhirnya Syekh Quth tertinggal rombongan.

Pada saat Syekh Quth merasa sedih karena tertinggal, datanglah Syekh Ustman menenangkannya, “kenapa anda tampak sedih dan bingung Syekh?”, Syekh Utsman menjawab, “Saya tertinggal rombongan dan saya tidak tahu bagaimana cara menyusul mereka”.

“Yasudah, mari ikut saya”, Keduanya berjalan kaki beberapa menit, “Ya Syekh, Lihatlah, rombongan anda ada di depan itu”, ucap Syekh Ustman. Ternyata keduanya telah menyeberangi lautan dan sampai ke bandara.

Sebelum berpisah, Syekh Ustman menitipkan salam kepada Syekh Ahmad Ridlwan, Luxor. Celakanya, Syekh Quth lupa untuk menyampaikan salamnya selama jangka waktu 5 atau 6 tahun. Dan dalam sebuah kesempatan akhirnya Syekh Quth bertemu dengan Syekh Ahmad Ridlwan.

Tiba-tiba Syekh Ahmad Ridwan bertanya kepada Syekh Quth, “Bukankah ada amanah yang belum anda sampaikan ke saya?”, “Amanah apa Syekh, sepertinya tidak ada”, jawab Syekh Quth.

Setelah membiarkannya sejenak untuk berfikir dan tak kunjung mendapatkan amanahnya, Syekh Ahmad Ridlwan mengangkat tangannya dan meminta Syekh Quth untuk melihat pada telapak tangannya. Lalu hal luar biasa terjadi, di telapak tangan Syekh Ahmad terlihat lokasi saat Syekh Ustman menolongnya dan berpesan agar disampaikan salamnya kepada Syekh Ahmad Ridlwan.

Sejak saat itu, Syekh Quth percaya bahwa karomah itu benar terjadi. Hal-hal luar biasa yang dianugerahkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang shaleh.

Kisah ini diceritakan oleh Syekh ‘Imaduddin -cucu Syekh Ahmad- di acara Haul Syekh Ahmad di Luxor. Kisah yang sama juga tertulis di kitab “Syekh Ahmad Ridlwan, Hayatuhu Wa Atsaruhu”, karya Dr. Muhammad Fuad Syakir.

Wallahu a’lam

Share.

Leave A Reply