Keutamaan Wudhu

0

Keutamaan Wudhu. Allah adalah Tuhan yang Maha Suci. Oleh karena itu Dia menginginkan agar hamba-hamba-Nya menyucikan dirinya agar mereka bisa masuk ke hadirat Allah Yang Suci. Barangsiapa yang mau menyucikan dirinya maka Allah telah menyiapkan hadiah yang besar, berupa surga-Nya. Dan barangsiapa yang enggan maka hukuman Allah yang dahsyat juga telah menantinya.

Melalui Nabi Muhammad Saw., Allah telah mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya bagaimana cara untuk menyucikan diri. Manusia terdiri dari dua unsur; yaitu jasad dan ruh, dan Allah meminta kita untuk membersihkan keduanya. Jasad harus bersih dari segala kotoran dan najis, dan ruh harus bersih dari nafsu hewani. Barangsiapa yang benar-benar membersihkan dirinya maka ia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman. Sebagaimana Sabda Rasululllah Saw, “bahwa kebersihan adalah bagian dari iman”.

Kebersihan sangat dianjurkan oleh agama sebab ia memiliki manfaat yang besar. Badan yang selalu dibersihkan akan terhindar dari berbagai macam penyakit. Salah satu sebab yang menimbulkan penyakit adalah ketika akan makan, seringkali kita tidak memperhatikan kebersihan tangan. Sehingga kuman-kuman yang ada di tangan melekat pada makanan, lalu masuk ke lambung, dan akhirnya kuman itu menyebar ke seluruh anggota badan. Itu baru tangan, belum anggota badan yang lain; seperti mulut, telinga, rambut, mata, kuku, kelamin, dll, yang harus selalu kita perhatikan kebersihannya.

Dan kebersihan yang paling ditekankan oleh agama, melebihi kebersihan badan adalah kebersihan ruh/hati. Kita telah diberi hati yang suci oleh Allah, namun kita suka mengotorinya dengan iri hati, sombong, tamak, dendam, pelit, meremehkan orang lain, prasangka buruk, cinta dunia, bergantung kepada makhluk, dll. Oleh karena itu kita diperintah untuk senantiasa menyucikan hati agar ia kembali suci. Karena hanya orang-orang yang hatinya bersihlah yang akan mendapatkan ridha dari Allah Swt. Adapun orang yang enggan membersihkan hatinya ia termasuk golongan orang-orang yang merugi, Na’udlubillahi min dzalik.

Syar’iat Islam adalah syar’iat yang suci, karena ia berasal dari Dzat yang suci. Contoh syareat yang suci itu adalah wudhu ketika akan melaksanakan ibadah shalat. Wudhu harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum shalat, dan tanpanya shalat tidak sah. Sungguh wudhu benar-benar membuat pelakunya bersih, badan maupun ruhnya. Dimulai dari mencuci tangan, berkumur, membersihkan lubang hidung, membasuh wajah disertai dengan niat yang suci, mengusap kepala, membasuh tangan dan kaki, yang apabila semuanya dilakukan dengan benar maka ia akan terbebas dari penyakit badan maupun ruh.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita apa saja keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalam syare’at wudhu ini. Diantara keutamaan wudhu adalah:

  1. Dosa-dosa akan keluar dari badan.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ وَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ

“Barangsiapa berwudhu, kemudian ia memperbagus wudhunya, maka dosa-dosanya akan keluar dari badannya, sampai dari bawah kuku-kukunya” (HR Muslim)

  1. Akan bersih dari segala dosa

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Ketika seorang muslim berwudhu, kemudian ia membasuh wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang disebabkan oleh penglihatan matanya bersama tetes air yang terakhir. Dan ketika ia membasuh kedua tangannya, maka dosa akan keluar dari kedua tangannya bersama tetes air yang terakhir. Dan ketika ia membasuh kedua kakinya maka dosa yang telah diperbuat oleh kedua kakinya akan keluar bersama dengan tetes air yang terakhir, sehingga orang itu akan bersih dari dosa-dosa” (HR Muslim)

  1. Mengangkat Derajat

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda,

أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوْا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: اسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرُ الْخُطَى إِلَى الْمَسْجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ. فَذَلِكُمُ الرِّبَاطِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطِ

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa kalian dan meninggikan derajat kalian?, para sahabat menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah’ Lantas Rasulullah Saw. bersabda, “Yaitu menyempurnakan wudhu ketika dalam kondisi tidak menyenangkan (dingin airnya), memperbanyak langkah ke masjid, menunggu datangnya waktu shalat. Itulah yang dinamakan Ribath (penjaga). Itulah yang dinamakan Ribath. Itulah yang dinamakan Ribath”. (HR Muslim)

  1. Menjadi sebab dimasukkan ke dalam surga

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab Ra., Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوْءَهُ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَّةِ يَدْخُلُهَا مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Barangsiapa yang berwudhu kemudian membaguskan wudhunya, lalu membaca, ‘Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Tuhan satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk bagian dari orang-orang yang mensucikan diri’. Maka akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan. Dan ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki”. (HR Muslim, Tirmidzi)

 

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply