Keutamaan Tetap Istiqamah Ibadah Di Zaman Fitnah

0

Keutamaan Tetap Istiqamah Ibadah Di Zaman Fitnah. Ketika zaman telah mendekati akhir maka kemaksiatan semakin merajalela. Kebanyakan Manusia lari dari Tuhannya lalu mengejar makhluk. Manusia semakin menjauhi Nabi Muhamad lalu mendekat kepada syetan. Manusia tidak peduli kepada Al-Qur’an dan malah semakin peduli pada berita dan kabar yang tidak jelas. Manusia semakin meninggalkan ilmu agama lalu mencari ilmu-ilmu lain yang bisa dipakai untuk menumpuk harta. Manusia menjadi tidak menghormati para ulama dan orang-orang shaleh, dan lebih mengormati para pejabat dan penguasa dunia. Manusia tidak memperhatikan kebersihan hati dan ruhaninya, dan lebih memperhatikan kebersihan jasmaninya. Manusia tenggelam dalam kesenangan dunia yang sementara, dan lupa pada kesenangan surga yang kekal abadi. Sungguh di zaman akhir ini banyak hati manusia yang mati.

Namun, diantara hati-hati yang mati itu ada sedikit hati yang masih kuat istiqamah berada di jalan Allah. Meskipun godaan nafsu begitu besar, bisikan iblis terus datang, dan gemerlap dunia terus menampakkan keindahannya, mereka tidak tertarik. Mereka lebih tertarik pada ibadah kepada Allah. Mereka gemar menjalankan shalat-shalat sunnah. Mereka suka membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya. Mereka kuat berzikir dalam waktu yang lama. Mereka bangun malam lalu bermunajat kepada-Nya. Mereka rela menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu kaum fakir dan miskin. Mereka bisa menahan lisannya untuk tidak menyebarkan fitnah dan berkata bohong. Mereka tetap bergantung kepada Allah dan tidak terpengaruh dengan adanya kekuatan dan kekayaan dari selain-Nya. Mereka telah memilih Allah, Rasulullah, dan surga tempat keabadian dan kemuliaan.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan orang yang terus istiqamah mengabdi kepada Allah di zaman akhir, zaman yang penuh dengan fitnah, permusuhan, dan kemaksiatan.

Rasulullah Saw. bersabda,

ائْتَمِرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَانْتَهُوْا عَنِ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيًا مُؤْثِرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِيْ رَأْيٍ بِرَأْيِهِ، فَعَلَيْكَ بِنَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامّ، فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامُ الصَّبْرِ، الصَّبْرُ فِيْهِنَّ مِثْلُ الْقَبَضِ عَلَى الْجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيْهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِيْنَ رَجُلاً يَعْمَلُوْنَ مِثْلَ عَمَلِهِ

Serulah mereka untuk melakukan amar makruf dan cegahlah mereka dari perbuatan keji dan mungkar. Hingga jika kamu melihat kebakhilan merajalela, hawa nafsu dipuja-puja, dunia menjadi prioritasnya, dan setiap orang merasa benar dengan pendapatnya, maka lindungilah dirimu sendiri dan biarkan orang-orang awam berbuat semaunya, karena kesabaran harus mnjadi hari-harimu. Dimana kesabaran pada hari itu bagaikan memegang bara api, dan orang yang beramal shaleh di zamannya, pahalanya sama dengan lima puluh orang yang melakukan amal shaleh seperti dirinya. (HR Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Dawud)

Rasulullah Saw. juga bersabda, Ibadah di zaman fitnah pahalanya sama dengan pahala hijrah di jalan Allah. (HR Muslim)

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply