Keutamaan Shalat Sunnah Wudhu

0

Keutamaan Shalat Sunnah Wudhu Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali di hisab oleh Allah Swt. adalah shalat. Apabila shalat seseorang baik maka akan dianggap baik pula seluruh amalnya yang lain, sehingga ia akan dimasukkan ke dalam surga. Akan tetapi jika shalatnya jelek maka amal yang lain juga akan dianggap jelek, sehingga ia dikhawatirkan akan dimasukkan ke dalam neraka, Na’udlubillahi min dzalik. Karena Allah ingin menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari neraka, maka Ia menciptakan shalat-shalat sunnah yang banyak jumlahnya, agar dengan itu mereka mau bertamu kepada-Nya. Dan bagi mereka yang mau bertamu kepada-Nya, pasti Allah akan memberinya ampunan, kemuliaan, dan derajat yang tak terbayangkan.

Shalat-shalat sunnah, disamping berfungsi untuk menyempurnakan apa-apa yang kurang sempurna di dalam shalat wajib, mereka juga berfungsi untuk menghapus dosa-dosa manusia. Sesungguhnya manusia itu sering lalai kepada Allah, sehingga mereka melakukan dosa dan maksiat yang tak terhitung banyaknya. Sadar ataupun tidak mereka sedang berjalan di atas jalan kebinasaan dan kehancuran, yang apabila tidak tertolong mereka akan benar-benar masuk ke dalam tempat yang paling hina yang tiada kemuliaan di dalamnya, tempat yang paling menyusahkan yang tiada kemudahan di dalamnya, tempat kesedihan yang tiada kebahagiaan di dalamnya, tempat kesempitan yang tiada kelapangan di dalamnya, tempat penyiksaan yang tiada istirahat di dalamnya, tempat sakit yang tiada sehat di dalamnya. Itulah neraka jahannam. Semoga kita semua dihindarkan darinya, Amiin.

Sungguh Allah ingin menolong mereka. Sungguh Allah ingin memuliakan mereka. Sungguh Allah ingin menghapus dosa-dosa mereka agar mereka pantas masuk ke dalam surga-Nya. Yaitu dengan menciptakan shalat-shalat sunnah sebagai alat pembersih dosa. Dan apabila kita ingin menjadi bagian dari hamba-hamab-Nya yang mau ditolong dan dibersihkan dosanya, maka kita harus mau menjalankan shalat-shalat sunnah. Apabila kita memiliki banyak waktu di sing hari maka kita bisa melakukan shalat-shalat sunnah yang harus dilakukan di siang hari. Dan jika kita hanya punya kesempatan di malam hari, maka kita mengerjakan shalat-shalat sunnah yang harus dikerjakan di malam hari.

Akan tetapi, disana ada shalat sunnah yang tidak terikat dengan waktu pelaksanaan, baik siang atau malam hari, sebab shalat ini bergantung pada wudhu. Yaitu, setiap kali kita selesai melakukan wudhu, maka kita telah memiliki kesempatan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rekaat, dan Allah telah menyediakan keutamaan yang agung di balik shalat itu. Rasulullah Saw. telah menjelaskan keutamaannya di dalam haditsnya:

  • Sesungguhnya orang yang mau menjalankan shalat sunnah dua rekaat setelah wudhu akan diampuni dosanya.

Diriwayatkan dari Uqbah Ra. bahwa ia berkata, ‘Kami bertugas menggembala unta. Pada saat tiba giliranku, aku pun membawa unta-unta itu pada saat senja. Lalu aku melihat Rasulullah Saw. sedang berdiri sambil menyampaikan ceramah kepada manusia. Dan aku pun mendengar sabda beliau,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوْءَهُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Tidak ada seorang muslim pun yang berwudhu dan memperbagus wudhunya, kamudian ia berdiri untuk mengerjakan shalat dua rekaat (shalat sunnah wudhu), dimana hati dan wajahnya dihadapkan untuk kedua rekaat itu, kecuali wajib baginya surga.

Lalu aku (Uqbah) berkata, ‘Alangkah bagusnya hal itu’. Tiba-tiba seseorang yang berada di hadapanku berkata, ‘Yang sebelumnya adalah lebih bagus’. Aku pun langsung melihat padanya, dan ternyata ia adalah Umar bin Khatab’. Lalu Umar berkata padaku, ‘Sungguh aku melihatmu baru saja datang, dan kamu tidak mendengar apa yang dikatakannya sebelumnya. Rasulullah Saw. telah bersabda,

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيَبْلُغُ أَوْ فَيَسْبَغُ الْوُضُوْءَ ثُمَّ يَقُوْلُ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَه إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُه، إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian ia mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Tuhan yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, kecuali dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan. Kemudian ia akan masuk dari mana ia suka. (HR Muslim)

 

Wallahu A’lam

 

 

Share.

Leave A Reply