Keutamaan Shalat Istikharah

0

Keutamaan Shalat Istikharah. Setiap manusia diciptakan oleh Allah penuh dengan sifat kekurangan. Oleh karena itu tidak ada manuisa yang sempurna. Ia selalu butuh kepada Allah Swt. Dan Allah senang jika Ia dibutuhkan dan dimintai pertolongan. Allah menciptakan manusia dalam kondisi lemah agar manusia meminta kekuatan kepada-Nya. Allah menjadikan manusia bodoh dan tidak mengerti apa-apa, agar ia meminta ilmu kepada-Nya. Allah menjadikan manusia fakir, agar ia meminta rezeki dan kekayaan kepada-Nya. Allah menjadikan manusia mudah lupa, agar ia selalu memohon kepada Allah agar diingatkan. Allah menjadikan hawa nafsu di dalam diri manusia agar ia senantiasa memohon kepada Allah agar dijaga dari nafsu yang akan membawanya pada kehinaan. Sungguh Allah adalah Tuhan yang sangat memperhatikan hamba-hamba-Nya.

Perhatian Allah kepada kita hendaknya menumbuhkan rasa perhatian kita kepada Allah Swt. Perhatian kita kepada Allah kita tunjukkan dengan cara memperbanyak syukur kepada-Nya dengan menjalankan apa yang menjadi perintah-Nya. Allah Swt. telah memberi kita kekuatan, maka kita memanfaatkan kekuatan itu untuk menjalankan ibadah kepada Allah. Kita pergunakan kekuatan itu untuk menolong dan melindungi kaum yang lemah. Allah menganugerahkan ilmu dan kepandaian, lalu kita mensyukurinya dengan memanfaatkan ilmu kita untuk mengajak orang lain kepada kebaikan dan ketakwaan. Kita pergunakan ilmu kita untuk mencerahkan dan memberikan pemahaman yang benar, agar orang-orang bodoh tidak tersesat dan salah jalan. Allah telah memberikan kekayaan dan rezeki yang cukup, lalu kita mensyukurinya dengan memberikan sebagiannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Sungguh di dalam harta kita ada titipan Allah yang harus tersalur kepada kaum fakir. Janganlah kita menjadi orang yang suka menumpuk harta, yang pada akhirnya harta itu akan dijadikan ular besar yang akan melilit dan meremukkan tubuh kita di akherat kelak, Na’udlubillahi min dzalik.

Manusia yang beriman selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di mata Tuhan. Ia selalu berhati-hati dalam merencanakan segala hal. Ketika akan melakukan sesuatu maka ia mempertimbangkannya dengan sebaik-baiknya. Apakah yang akan ia lakukan itu baik, memberikan manfaat kepada orang lain, dan diridhai Allah?. Jika ia yakin dengan baiknya tindakannya, maka ia segera melakukannya. Tetapi jika ia tidak yakin, maka ia akan membatalkan niatnya.

Namun terkadang, dalam kondisi tertentu, ia menghadapi kebingungan dalam memutuskan suatu hal. Ia ragu akan keputusan dan langkah yang akan ia pilih. Apakah yang terbaik menurut Allah itu yang ini ataukah yang itu. Sesungguhnya Allah telah menjawab kebingungan umatnya dengan menciptakan suatu ibadah yang akan mengatasi permasalahan mereka. Itulah ibadah shalat Istikharah.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita tentang keutamaan melakukan shalat Istikharah. Inilah beberapa keutamaanya:

  1. Shalat Istikharah adalah salah satu penyebab kebahagiaan manusia

Dari Sa’ad bin Abi Waqash Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مِنْ سَعَادَةِ بْنِ آدَمَ كَثْرَةُ اسْتِخَارَةِ اللهِ وَرِضَاهُ بِمَا قَضَى اللهُ لَهُ، وَمِنْ شَقَاوَةِ بْنِ آدَمَ تَرْكُهُ اسْتِخَارَةِ اللهِ وَسُخْطِهِ بِمَا قَضَى لَهُ

Diantara sebab kebahagiaan anak cucu Adam adalah memperbanyak Istikharah kepada Allah, dan menerima apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuknya. Dan diantara sebab kesengsaraan seorang anak cucu Adam adalah karena ia meninggalkan Istikharah kepada Allah, dan ia tidak suka dengan yang ditetapkan oleh Allah untuknya. (HR Tirmidzi)

  1. Rasulullah sangat memperhatikan shalat Istikharah sebagaimana perhatian beliau pada Al-Qur’an

Diriwayatkan dari Jabir Ra. bahwa ia berkata, Rasulullah Saw. telah mengajarkan kepada kami tentang istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau telah mengajarkan kepada kami tentang satu surat dari al-Qur’an. Beliau bersabda,

إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيْضَةِ، ثُمَّ الْيَقُلْ: أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. أَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِى دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةُ أَمْرِيْ- أَوْ قَالَ: عَاجِلْ أَمْرِي وَآجِلِهِ- فَاقْدِرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِي وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةُ أَمْرِيْ- أَوْ قَالَ: عَاجِلْ أَمْرِي وَآجِلِه- فَا صْرِفْ عَنِّيْ عَنْهُ وَاقْدِرْ لِيْ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِيْ بِهِ “وَيُسَمّى حَاجَتَهُ”

Jika salah seorang diantara kalian menginginkan sesuatu maka hendaknya ia mengerjakan dua kali ruku’ selain shalat wajib. Kemudian hendaknya ia mengucapkan, ‘Ya Allah, sesungguhnya dengan pengetahuan-Mu aku memohon bantuan-Mu untuk menentukan pilihan. Dan dengan kekuasaan-Mu aku meminta kemampuan untuk melakukannya, dan aku meminta karunia-Mu yang agung. Seungguhnya Engkau berkuasa, sedang aku tidak berkuasa. Sesungguhnya Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau adalah Dzat yang mengetahui hal-hal yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah baik untukku, yaitu untuk agamaku, kehidupan di dunia, dan akhir dari urusanmu -atau beliau bersabda: untuk awal dan akhir urusanku- , maka berilah kemampuan kepadaku untuk menjalankannya dan berilah kemudahan kepadaku. Kemudian berilah berkah kepadaku di dalamnya. Dan jika engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, yaitu untuk agamaku, kehidupan di dunia, dan akhir dari urusanku -atau beliau bersabda: untuk awal dan akhir dari urusanku-, maka jauhkanlah urusan itu dariku, dan berilah kemampuan kepadaku untuk melakukan kebaikan, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku ketika melakukannya. (Kemudian ia mneyebutkan hajatnya).

  1. Shalat Istikharah dapat membuat hati menjadi tenang, sebab ia akan memperoleh petunjuk dari Allah Swt.

Diriwayatkan dari Anas Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

يَا أًنَس، إِذَا هَمَمْتَ بِأَمْرٍ فَاسْتَخِرْ رَبَّكَ فِيْهِ سَبْعَ مَرَّاتٍ ثُمَّ انْظُرْ إِلَى الَّذِى سَبَقَ فِى قَلْبِكَ فَإِنَّ الْخَيْرَ فِيْهِ

Wahai Anas, jika kamu bertekad untuk melakukan sesuatu, hendaknya kamu meminta petunjuk kepada Tuhanmu sebanyak tujuh kali. Kemudian lihatlah apa yang terbersit dalam hatimu, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat kebaikan. (HR Ad-Dailami)

 

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply