Keutamaan Shalat Hajat

0

Keutamaan Shalat Jum’at dan Hari Jum’atAllah adalah Tuhan yang Mahabaik. Setelah Allah menciptakan manusia Ia menyediakan segala apa yang dibutuhkannya. Dunia adalah tempat hidup sementara manusia, dan semua kebutuhannya telah ada di dalamnya. Sesungguhnya manusia adalah tujuan penciptaan alam semesta, dana alam semesta ini ditundukkan untuk kemanfaatan manusia. Allah menciptakan udara, air, api, tanah, matahari, hewan, tumbuhan, hutan, dll untuk kebutuhan hidup manusia.

Udara untuk bernafas. Dan jika tidak ada udara maka semua makhluk akan mati. Air untuk memasak bahan makanan yang masih mentah agar menjadi matang. Jika tidak ada api maka manusia tidak akan bisa menikmati roti manis yang lezat. Tanah untuk tempat bercocok tanam. Jika tidak ada tanah maka manusia tidak akan bisa menanam tanaman, sehingga mereka tidak akan bisa menghasilkan makanan pokok. Matahari untuk menyinari bumi agar semua benda terlihat oleh mata. Jika tidak ada matahari maka bumi ini akan gelap, sehingga manusia tidak akan bisa melakukan aktivitas. Hewan membantu manusia untuk mengangkut barang-barang yang berat, sehingga akan meringankan pekerjaan mereka. Tumbuhan dimanfaatkan untuk membangun tempat tinggal. Jika tidak ada tumbuhan, maka manusia akan kesulitan untuk membangun rumah, tempat mereka berteduh dari panas dan hujan. Dan hutan merupakan penawar dari berbagai macam polusi udara, sehingga makhluk yang tinggal di bumi akan hidup sehat.

Seseorang yang merasakan pelayanan Allah yang begitu luar biasa kepada makhluk-makhluk-Nya akan tiada hentinya mengucapkan syukur kepada-Nya. Ia begitu sadar akan kasih sayang Allah yang besar kepada mereka, sehingga mereka akan mencintai-Nya. Dan bukti dari cinta kepada-Nya adalah mereka menjadi hamba-hamba yang taat kepada aturan dan perintah-Nya. Ia juga mencintai Nabi dan Rasul-Nya lalu mereka menjalankan sunnah-sunnahnya. Ia juga mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya, lalu mengaplikasikan kandungannya di dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tiada henti mengabdikan diri mereka kepada Allah Swt sepanjang siang dan malam hari.

Akan tetapi, dalam mengabdikan diri mereka kepada Allah, terkadang mereka menjumpai hambatan, kesulitan, dan permasalahan hidup. Dan mereka sadar bahwa dunia memang bukan tempat mencari kesenangan, tetapi ia adalah tempat ujian. Mereka mengerti bahwa segala macam problematika hidup adalah ujian yang diturukan oleh Allah Swt. Sesungguhnya Allah ingin menjadikan hamba-Nya sebagai manusia yang beriman kuat, sehingga mereka harus diuji. Sesungguhnya Allah ingin mengangkat derajat kekasih-kekasih-Nya ke tempat yang tinggi lagi mulia, maka mereka harus dicoba. Sesungguhnya Allah ingin memberi akhir yang manis, maka mereka diberi awal yang pahit.

Dan sungguh Allah adalah Tuhan yang Mahasayang. Meski manusia berada di dalam rumah ujian, meski mereka dalam kepayahan, meski mereka berselimutkan kehinaan, meski mereka tertindih dengan kemiskinan, meski mereka tenggelam dalam kesulitan, Allah tetap membelai mereka dengan tangan lembut-Nya. Oleh karena itu, Allah menciptakan shalat sunnah hajat bagi siapa yang ingin merasakaan kelembutan dan kemurahan Allah Swt. Sunggh di dalam shalat hajat itu ada keutamaan bagi orang-orang yang sedang dilanda kesulitan dan kesempitan.

Rasulullah Saw.  telah menjelaskan kepada kita tentang kutamaan melaksanakan shalat Hajat. Diantara Keutamaan salat hajat adalah:

  1. Orang yang mengerjakannya akan diberi kemudahan dan kelapangan.

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa Ra. bahwa ia berkata, pada suatu hari Rasulullah Saw. keluar untuk menemui kami, kemudian beliau duduk dan berkata,

مَنْ كَانَ لَهُ حَاجَةً إِلَى اللهِ تَعَالَى أَوْ إلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِى آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَالْيُحْسِنِ الْوُضُوْءَ ثُمَّ لِيُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالْيُصَلِّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ الْيَقُلْ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Barangsiapa yang memiliki hajat (keperluan) kepada Allah Swt. atau kepada salah seorang dari keturunan Adam (manusia), maka hendaknya ia berwudhu dan memperbagus wudhunya. Kemudian hendaknya ia mengerjakan shalat dua rekaat lalu memuji kepada Allah dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Kemudian bacalah: ‘Tiada tuhan selain Allah yang Maha Pemurah dan Mahamulia. Mahasuci Allah Tuhan pemilik ‘Ars yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu jalan-jalan yang memudahkan kami mendapatkan rahmat dan ampunan-Mu, keuntungan tiap-tiap kebajikan, dan keselamatan dari tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau tinggalkan satu dosa pun (dalam diriku), kecuali Engkau telah mengampuninya. Dan satu kesulitan pun, kecuali Engkau melapangkannya. Dan satu hajat pun yang Engkau ridhai, kecuali Engkau melaksanakannya, wahai Dzat yang Maha Penyayang. (HR Tirmidzi).

  1. Shalat Hajat dapat menolak bencana dan mengangkat musibah

Dari Huzaifah Ra., bahwa ia berkata, Jika Rasulullah Saw. tertimpa sesuatu –maksudnya kesulitan atau kesedihan-, maka beliau akan mengerjakan shalat. Karena sesungguhnya shalat dapat menolak bencana dan mengangkat musibah. (Dalam kitab Sunan Abi Dawud).

 

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply