Keutamaan Seorang Muslim Yang Mengurus Keperluan Mayit

0

Manusia tidak selamanya hidup di dunia. Ketika ajalnya telah datang maka ia akan mati. Manusia tidak sama dengan binatang, sebab ketika ia mati maka ia akan dimintai pertanggung jawaban. Di alam kubur, setelah keluarga dan sanak saudaranya kembali ke rumah masing-masing, maka Malaikat Mungkar Nakir akan segera datang. Mereka adalah utusan Allah yang akan mengajukan beberapa pertanyaan padanya, ‘Siapa Tuhanmu, siapa Nabimu, apa pedomanmu, siapa kawanmu, siapa bapakmu, dst.’. Jika ia bisa menjawab pertanyaan mereka berdua dengan benar maka ia akan selamat dari adzab kubur dan ia akan mendapatkan kenikmatan-kenikmatan di dalamnya. Namun, jika ia tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaannya karena sebab amal buruknya semasa hidup, maka ia akan merasakan adzab kubur yang sangat dahsyat, Na’udlubillahi min dzalik.

Baik atau tidaknya akhir hidup seseorang ditentukan oleh bagaimana ia menjalankan hidup di dunia. Apabila ia menjadi muslim yang baik, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan dikaruniai dengan Khusnul khatimah. Dan barangsiapa telah mendapatkan Khusnul khatimah maka insyaAllah ia akan dijauhkan dari adzab kubur. Namun, jika ia tidak menjadi muslim yang baik dengan melanggar aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan dimatikan dengan Su’ul khatimah. Dan barangsiapa yang dimatikan dalam Su’ul khatimah maka dikhawatirkan ia akan mendapatkan adzab kubur, Na’udlubillahi min dzalik.

Allah adalah Tuhan yang senang ketika melihat hamba-hamba-Nya saling tolong-menolong. Sungguh Allah telah memerintahkan manusia untuk saling menjaga iman dan saling menasehati. Sebab, adakalanya manusia lupa akan tujuan hidupnya, sehingga ia memerlukan nasehat dari saudaranya. Allah juga telah menyuruh mereka untuk saling ber-Amar ma’ruf (memerintahkan yang baik) dan ber-Nahi mungkar (mencegah dari yang mungkar). Karena dengan itu semua manusia akan selamat selama hidup di dunia sehingga ia akan mendapatkan kematian yang menyenangkan.

Selain urusan akherat, Allah juga memerintahkan hamba-hamba-Nya agar saling tolong-menolong dalam urusan duniawi. Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba-Nya mau menolong saudaranya. Orang muslim yang mendengar hadits ini dan mengimaninya pasti akan mencurahkan segala apa yang ia punya demi menolong saudaranya, sebab ia ingin mendapatkan cinta Allah Swt. Tidak hanya semasa hidupnya, bahkan sampai ketika saudaranya meninggal dunia, Allah memerintahkan manusia agar ia mengurus apa yang diperlukan oleh mayit saudaranya. Dan Allah telah menyiapkan pahala yang besar bagi siapa yang mau melakukannya.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan mengurus keperluan mayit. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Allah akan mengampuni dosa orang yang memandikan mayit

Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa yang memandikan mayit, dengan tidak ingin dilihat oleh orang lain, maka Allah akan mengampuni 40 dosa besar yang telah dilakukannya. Dan barangsiapa menggali kuburan untuk saudaranya hingga ikut menguburkannya, maka seolah-oleh ia telah membuat sebuah tempat tinggal untuknya di surga hingga hari kebangkitan nanti. (HR Thabrani)

  1. Orang yang mengkafani mayit akan diberi pakaian surga

Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa yang memandikan mayit dengan tidak ingin dilihat oleh orang lain, maka Allah akan mengampuninya 40 kali. Barangsiapa yang mengkafani mayit maka Allah akan memberinya pakaian yang terbuat dari sutera yang tebal di surga. Barangsapa menggali kuburan untuk si mayit dengan sebaik-baiknya maka Allah akan membalas pahalanya dengan sebuah tempat di surga untuk ditempatinya kelak. (HR Thabrani)

  1. Seorang muslim yang menggali kuburan untuk saudaranya, akan dibuatkan sebuah rumah di surga

Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa mengali kuburan maka Allah akan membuatkan untuknya sebuah rumah di surga..(HR Thabrani)

  1. Orang yang menyaksikan jenazah, kemudian ia menyalatkan dan mengantarnya sampai kuburan, akan mendapatkan pahala dua

Diriwayatkan, Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga selesai menyalatkan maka ia mendapatkan pahala satu Qirath. Barangsiapa yang menyaksikan sampai jenazah dikuburkan, maka ia mendapatkan dua Qirath. Dikatakan, ‘Sebesar apakah dua Qirath itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Dua Qirath adalah sebanding dengan dua gunung besar’. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Jenazah seorang muslim yang dishalatkan oleh tiga shaf berhak mendapatkan pahala surga.

Diriwayatkan dari Malik bin Hubairah Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Jika seorang muslim mati lalu dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimun, maka ia berhak mendapatkan pahala surga. (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi)

  1. Orang yang menengok orang yang terkena musibah akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengalaminya.

Diriwayatkan dari Abdillah Ra. ia berkata, bahwa Rasulllah Saw. bersabda, Barangsiapa yang menengok orang yang mendapatkan musibah maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengalaminya. (HR Tirmidzi)

  1. Jenazah yang dipersaksikan oleh 4 orang tetangga dekatnya akan diampuni oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيَشْهَدُ لَهُ أَرْبَعُ أَهْلِ أَبْيَاتٍ مِنْ جِيْرَانِهِ الْأَدْنَيْنِ إِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ إِلاَّ خَيْرًا، إِلاَّ قَالَ اللهُ: قَدْ قَبِلْتُ عِلْمَكُمْ فِيْهِ، وَغَفَرْتُ لَهُ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ

Tidaklah seorang muslim mati, kemudian dipersaksikan oleh 4 orang tetangga terdekatnya, bahwa mereka hanya mengetahui semua kebaikan dari si jenazah, niscaya Allah akan berkata, ‘Aku telah menerima persaksian baik yang kalian ketahui tentangnya, dan Aku mengampuni dosa-dosa yang tidak kalian ketahui’. (HR Abu Ya’la)

 

Wallahu A’lam

 

 

 

Share.

Leave A Reply