Keutamaan Menunaikan Ibadah Haji

0

Keutamaan Menunaikan Ibadah Haji. Syarat bagi seseorang yang ingin menginginkan keselamatan dunia dan akherat adalah ia harus masuk ke dalam agama Islam. Dan agar dikatakan orang Islam, seseorang harus menjalankan lima hal pokok yang dinamakan dengan rukun Islam. Barangsiapa yang meninggalkan salah satunya dengan sengaja, sementara ia mampu melakukannya, maka pada hakekatnya ia belum berislam. Orang Islam harus bersaksi dengan lisan dan hatinya bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Setelah itu ia harus mendirikan shalat fardhu yang lima dengan sebaik-baiknya. Kemudian ia harus menunaikan kewajiban zakat dari harta-hartanya. Lalu ia menjalankan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Dan yang terakhir, pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Rukun Islam itu harus benar-benar dijalankan oleh seorang muslim. Jika tidak, maka Allah akan mengelurkannnya dari keislamannya sehingga ia akan menjadi bagian dari golongan manusia yang celaka, Na’udlubillahi min dzalik. Karena sangat pentingnya lima hal ini, maka dalam kondisi apapun orang islam harus tetap menjalankannya. Orang yang sedang sakit harus tetap menjalankan shalat. Rasulullah telah menjelaskan di dalam haditsnya, bahwa apabila seseorang tidak mampu melakukan shalat dengan berdiri, maka boleh dengan duduk. Dan jika tidak bisa dengan duduk maka dengan berbaring. Dan jika tidak bisa dengan berbaring maka dengan tidur terlentang sambil menggerakkan anggota badan yang masih bisa digerakkan. Dan jika sakitnya sangat parah sampai ia tidak mampu mengerakan anggota badannya, ia masih tetap diperintahkan untuk melakukan shalat, yaitu dengan menggunakan isyarat dengan mata atau hatinya.

Begitu pula dengan puasa yang harus dikerjakan oleh orang yang mengaku sebagai orang Islam. Ketika ia sedang dalam kondisi sakit atau dalam perjalanan yang jauh, ia diperbolehkan untuk tidak berpuasa, namun ia harus tetap mengerjakannya dengan menggantinya di bulan yang lain. Seorang ibu yang sedang hamil dan menyusui yang khawatir terhadap keselamatannya dan anaknya, dan orang-orang lanjut usia yang sudah tidak kuat untuk berpuasa, mereka juga harus menjalankan puasa dengan cara menggantinya dengan membayar fidyah. Begitu pula dengan zakat, bahwa setiap jiwa yang hidup harus membersihkan dirinya dengan membayar zakat pada malam idul fitri. Dan karena pentingnya zakat ini, diriwayatkan bahwa Allah tidak akan menerima puasa orang yang tidak mau membayar zakat. Dan barangsiapa yang lupa membayat zakat, maka puasa Ramadhan yang telah dikerjakannya hanya akan berada diantara lagit dan bumi, dan ia tidak bisa menembus langit, sebab Allah telah menolaknya. Na’udlubillahi min dzalik.

Begitupula dengan haji yang harus dikerjakan oleh orang-orang yang telah mampu. Barangsiapa yang memiliki badan yang sehat, memiliki kecukupan materi untuk orang-orang yang ditinggalkan, dan cukup bekal selama tinggal di Baitullah, maka ia harus berangkat. Jika ia termasuk orang yang mampu namun ia tidak mau menjalankannya, maka ketika ia meninggal, ia akan dicap sebagai orang yang meninggal dalam keadaan beragama Yahudi, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. Na’udlubillahi min dzalik. Orang Islam yang benar-benar ingin menyempurnakan islamnya pasti akan menjalankan ibadah haji demi meraih keutamaan-keutamaan yang besar yang terkandung di dalamnya.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan menunaikan ibadah haji. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Menunaikan ibadah haji akan menghapus dosa-dosa yang telah lalu

Diriwayatkan oleh Amru bin Ash Ra. ia berkata, Ketika Allah telah menetapkan keislaman di dalam hatiku, aku datang menemui Rasulullah Saw, dan berkata, ‘Bentangkanlah tangan kananmu wahai Rasulullah, karena aku ingin berbai’at kepadamu’. Maka Rasulullah membentangkan tangannya, lalu Amru bin Ash berkata, ‘Kemudian aku mengepalkan tanganku’ Rasulullah merasa heran dan berkata, ‘Apa yang kamu lakukan wahai Amru?’ Amru menjawab, ‘Aku ingin dosa-dosaku yang lalu diampuni’ Rasulullah Saw. bersabda, ‘Tidakkah kamu mengetahui wahai Amru, bahwa Islam menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Bahwa hijrah menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Dan ibadah haji menghapus seluruh dosa yang telah lalu. (HR Muslim)

  1. Orang yang berangkat haji adalah seorang Mujahid

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Jihadnya orang tua, orang lemah, dan perempuan adalah haji dan umrah. (HR An-Nasa’i)

  1. Orang yang menunaikan ibadah haji adalah Duta Allah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, Duta Alalh itu ada tiga macam; Orang yang sedang berperang, orang yang sedang menunaikan ibadah haji, dan orang yang sedang menunaikan ibadah umrah. (HR Said bin Mansur).

  1. Orang yang menunaikan ibadah haji doanya akan dikabulkan

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Ada lima macam doa yang tidak akan ditolak oleh Allah; Doa orang yang sedang menunaikan ibadah haji hingga ia kembali dari ibadahnya, orang yang sedang berperang di jalan Allah hingga mereka kembali dari medan perang, doa orang yang teraniaya sampai ia mendapatkan pertolongan, doa orang yang sakit hingga ia sembuh, dan doa seorang saudara kepada saudaranya yang lain tanpa sepengetahuannya.

  1. Orang yang menunaikan ibadah haji, satu dirham yang dikeluarkannya akan dibalas dengan 40 juta kali lipat

Diriwayatkan dari Aisyah Ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

إِذَا خَرَجَ الْحَاجُّ مِنْ بَيْتِهِ كَانَ فِى حِرْزِ اللهِ، فَإِنْ مَاتَ قَبْلَ أَنْ يَقْضِيَ نُسُكَهُ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللهِ، وَإِنْ بَقِيَ حَتَّى قَضَى نُسُكَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ، وَإِنْفَاقُ الدِّرْهَمِ الْوَاحِدِ فِى ذَلِكَ الْوَجْهِ يَعْدِلُ أَرْبَعِيْنَ أَلْفَ أَلْفٍ فِيْمَا سِوَاهُ

Jika seseorang keluar dari rumahnya untuk menunaikan ibadah haji, maka ia berada di dalam naungan Allah. Jika ia mati sebelum mneyelesaikan seluruh manasik hajinya maka hajinya akan diterima oleh Allah. Apabila ia selesai menjalankan seluruh rangkaian ibadah hajinya, maka seluruh dosanya akan diampuni, baik dosa yang telah lalu maupun dosa yang akan datang. Dan satu dirham yang dikeluarkan dalam menjalankan ibadah haji akan dibalas dengan 40 juta kali. (Di dalam kitab Al-Qurra’)

  1. Biaya yang dikeluarkan oleh orang yang menunaikan ibadah haji akan diganti oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda,

الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ، إِنْ سَأَلُوْا أُعْطُوْا وَإِنْ دَعَوْا أُجِيْبُوْا وَإِنْ أَنْفَقُوْا أَخْلَفَ عَلَيْهِمْ

Para jama’ah haji dan umrah adalah tamu Allah. Apabila mereka meminta maka mereka akan diberi. Dan jika mereka berdoa maka akan dikabulkan. Dan harta yang dikeluarkan akan diganti oleh Allah. (Hadits ini ditakhrij oleh Tammam Ar-Razi)

  1. Orang yang menjalankan ibadah haji akan membawa berkah kepada 400 ratus kerabatnya

Disebutkan dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata,

الْحَاجُّ يَشْفَعُ فِى أَرْبَعِمِائَةِ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

Orang yang menunaikan ibadah haji bisa membawa berkah kepada 400 orang kerabatnya. (Hadits ini ditakhrij oleh Abdurrazak di dalam kitab musnadnya).

  1. Dosa orang yang dimintakan ampun oleh orang yang sedang menunaikan haji akan diampuni.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنْ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُّ

Ya Allah yaa Tuhanku, ampunilah orang yang pergi menunaikan haji, dan orang yang dimintakan ampun olehnya. (HR Al-Baihaqi)

  1. Allah membanggakan orang yang menunaikan ibadah haji kepada para Malaikat.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. bersabda, Sesungguhnya Allah membanggakan ahli Arafah kepada penduduk langit. (HR Ibnu Hibban, Ahmad)

  1. Orang yang menunaikan ibadah haji termasuk penghuni surga

Diriwayatkan dari Jabir Ra. dari Nabi Muhammad Saw. beliau bersabda, ‘Tiada balasan bagi haji mabrur melainkan surga’. Ditanyakan kepadanya, ‘Kebaikan apa yang harus diperbuatnya?’ Rasul menjawab, ‘Memberi makan orang-orang miskin dan bertutur kata yang baik’.

Dalam riwayat yang lain dikatakan, Memberi makan orang-orang miskin dan memberi salam perdamaian. (HR Ahmad, Thabrani)

 

Wallahu A’lam

 

 

Share.

Leave A Reply