Keutamaan Menjadi ‘Amil (Panitia Zakat Dan Sedekah)

0

Keutamaan Menjadi ‘Amil (Panitia Zakat Dan Sedekah)Allah tidak menyukai orang yang berpangku tangan, tetapi Dia menyukai orang yang giat dan bekerja keras. Oleh karena itu, orang yang beriman dan benar-benar mencintai Allah tidak mungkin memiliki sifat bermalas-malasan, tetapi ia memiliki sifat yang rajin, ulet, dan tidak mudah menyerah. Hari-harinya selalu ia lalui dengan penuh semangat dan optimise. Ia senantiasa berfikir, bagaimana ia menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin. Ia selalu melangkah jauh ke depan melebihi teman-temannya karena ia ingin mengejar kesuksesan dan keberhasilan. Ia menyadari bahwa untuk menjadi orang yang beruntung ia harus bekerja dan bergerak.

Orang yang berkerja karena Allah akan menjalani pekerjaannya dengan penuh semangat. Meskipun ia memiliki tanggung jawab kepada manuisa tetapi ia tidak melihat manusia sebagai orang yang ia takuti, karena satu-satunya Dzat yang ia takuti hanya Allah Swt. Ketika ia bekerja untuk orang lain, maka sesungghnya ia tidak mengharap rezaki darinya, tetapi ia hanya berharap kepada kekayaan dan kemurahan Allah Swt. Ketika ia bekerja di bawah kepemimpinan manusia, sesungguhnya ia sedang tidak menggantungan diri padanya, tetapi ia bergantung hanya kepada Allah Swt. Badannya seperti bekerja menuruti perintah manusia, tetapi hatinya berkeyakinan bahwa ia sedang menjalankan perintah Allah Swt. Ia bekerja karena bersyukur atas kesehatan badan dan akal pikiran, dan hasil dari pekerjaannya ia berikan kepada keluarganya dan orang-orang yang membutuhkan.

Sungguh, hamba yang tidak menjadikan dunia sebagai tujuannya bekerja, maka Allah akan membalas lelah tubuhnya dengan ampunan dan derajat yang tinggi. Namun, jika ia menjadi bagian dari orang yang senang menumpuk harta dan tidak mau membelanjakan hartanya dijalan Allah, maka Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat pedih. Na’udlubillahi min dzalik. Orang yang bekerja karena cinta pada dunia akan terlihat dari perilakunya yang tidak mengindahkan aturan-aturan Allah Swt. Ia tega meninggakan shalat dan tanpa ada penyesalan sedikit pun, hanya karena ada rapat dan janji dengan teman kerjanya. Ia merelakan dirinya untuk tidak berpuasa karena pekerjaan dunianya yang membuatnya lapar dan haus. Ia tidak takut kepada Allah untuk melakukan suap dan korupsi. Kepada manusia sepereti ini, Allah tidak akan mengganti lelahnya dengan pahala, tetapi Allah akan menambah lelahnya dengan lelah yang lebih besar. Lelah yang luar biasa, yang tidak ada lagi lelah yang lebih besar darinya. Na’udlubillahi min dzalik.

Orang muslim menyukai lelah, tetapi bukan lelah dalam mengejar dunia dan melakukan maksiat. Orang muslim menyukai lelah karena bekerja mancari nafkah, lelah karena menjalankan ibadah yang wajib dan yang sunnah, lelah karena memenuhi hak-hak orang lain, lelah karena mengajak manusia menuju kebaikan, lelah karena mencegah orang-orang dari melakukan kemungkaran, lelah karena memimpin dan mengatur masyarakat, lelah karena ikut menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan sosial, dst. Kepada orang yang bekerja untuk Allah, Allah telah menyiapkan keutamaan dan kemuliaan yang agung.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan orang yang ikut membantu pelaksanaan zakat dan sedekah. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Pahala orang yang mengurusi zakat seperti pahala seorang mujahid yang berjuang membela agama Allah.

Rasulullah Saw. bersabda,

الْعَامِلُ عَلَى الصَّدَقَةِ بِالْحَقِّ لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى كَالْغَازِى فِى سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ

Orang yang mengurusi sedekah karena mengharap keridhaan Allah, adalah seperti orang yang berperang di jalan Allah hingga ia kembali ke rumahnya. (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

Rasulullah Saw. juga bersabda,

الْعَامِلُ إِذَا اسْتُعْمِلَ فَأَخَذَ الْحَقَّ وَأَعْطَى الْحَقَّ لَمْ يَزَلْ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ

Seorang ‘amil (panitia zakat), jika ia dipekerjakan untuk mengurusi zakat, kemudian ia mengambil zakat dengan benar dan memberikannya dengan benar, maka ia seperti orang yang berjuang di jalan Allah sampai ia pulang ke rumahnya. (HR Thabrani)

  1. Pekerjaan panitia sedekah merupakan pekerjakan yang terbaik

Rasulullah Saw. bersabda, Sebaik-baik pekerjaan adalah bekerjanya seorang ‘amil (panitia sedekah), jika ia melakukannya dengan tulus. (HR Ahmad)

  1. Panitia sedekah akan mendapatkan pahala seperti pahala yang diperoleh oleh orang-orang yang mengeluarkan sedekah.

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari, dari Nabi Muhammad Saw., bahwa beliau bersabda,

إِنَّ الْخَازِنَ الْمُسْلِمِ الْأَمِيْنَ الَّذِى يَنْقُلُ مَا أُمِرَ بِهِ فَيُعْطِيْهِ كَامِلاً مُوَفِّرًا طَيِّبَةً بِهِ نَفْسُهُ فَيَدْفَعُهُ إِلَى الَّذِى أُمِرَ بِهِ، أَحَدُ الْمُتَصَدِّقِيْنَ

Seorang panitia sedekah  yang dapat dipercara, yang mengambil dan menyerahkan apa yang diperintahkan kepadanya dengan sempurna, maka ia termasuk salah satu dari orang-orang yang mengeluarkan sedekah. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Panitia sedekah yang bertakwa kepada Allah adalah calon penghuni surga

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّهُ سَتُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ عُمَّالَهَا فِى النَّارِ إِلاَّ مَنْ اتَّقَى اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ

Sesungguhnya akan dibukakan untuk kalian wilayah-wilayah timur dari bumi ini dan wilayah-wilayah baratnya. Dan sesngguhnya para ‘amil (panitia sedekahnya) akan masuk neraka, kecuali orang yang bertakwa kepada Allah dan yang amanah. (HR Ahmad)

 

Wallahu A’lam

 

 

Share.

Leave A Reply