Keutamaan Mencintai Seseorang Karena Allah

0

Keutamaan Mencintai Seseorang Karena Allah Segala sesuatu yang dilakukan karena Allah dinamakan ibadah, meskipun tampaknya bukan ibadah. Sebaliknya, segala sesuatu yang dilakukan bukan karena Allah bukanlah ibadah, meskipun tampaknya ibadah. Makan, tidur, bercanda, dll jika dilakukan karena Allah, maka itu adalah ibadah yang berpahala. Sedangkan shalat, dzikir, haji, dll jika dilakukan bukan karena Allah, maka itu bukanlah ibadah yang mendatangkan pahala. Justru itu adalah kesyirikan yang akan mendatangkan murka. Sungguh Allah tidak akan menerima amal ibadah yang ditujukan bukan kepada-Nya. Ia akan menolak ibadah itu dengan melemparkannya ke muka orang yang melakukannya. Na’udlubillahi min dzalik.

Melakukan sesuatu karena Allah berarti menjadikan Allah sebagai alasan yang melatarbelakangi perbuatannya. Jika ia diam, maka Allahlah yang mendasari diamnya, sehingga ia akan diam karena tidak ingin berkata-kata kotor. Ia diam karena tidak ingin menyebarkan gosip. Ia diam karena tidak ingin mengundang fitnah dan kebohongan, dst. Jika ia ingin berkata-kata, maka Allahlah yang menjadi alasannya untuk berkata-kata. Oleh karena itu, jika ia berkata-kata maka isi perkataannya adalah ilmu, nasehat, dan membimbing. Ia berbicara karena ingin menolong orang-orang yang tersakiti, mengingatkan orang-orang yang lupa kepada Allah, menggembirakan hati orang-orang yang bersedih, dst.

Dan jika ia membenci seseorang, maka Allahlah yang menjadi alasannya untuk membenci orang tersebut. Ia membenci orang itu karena ia tidak mau menjalankan shalat lima waktu. Ia membenci orang tersebut karena ia tidak mau menjalankan puasa Ramadhan. Ia membenci orang tersebut karena ia tidak beriman kepada Nabi Muhammad Saw. Ia membenci orang tersebut karena ia ingkar kepada Al-Qur’an, Ia membenci orang tersebut karena ia kafir kepada hari kiamat, dst. Dan jika ia mencintai seseorang, maka ia mencintainya karena Allah. Ia mencintainya karena ia seorang muslim yang patuh kepada perintah Allah. Ia mencintainya karena ia menjauhi larangan Allah. Ia mencintainya karena ia mencintai Nabi Muhammad Saw. Ia mencintainya karena ia mencintai Al-Qur’an. Ia menncintanya karena ia mencintai akherat, dst. Ia menjadikan Allah sebagai alasan untuk membenci atau mencintai seseorang.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tantang keutamaan mencintai seseorang karena Allah. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Orang yang mencintai seseorang karena Allah akan merasakan manisnya iman

Rasulullah Saw. bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الْإِيْمَانِ: مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ الله، وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُوْدَ إِلَى الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يَقْذِفَ فِى النَّارِ

Ada tiga perkara, yang jika ketiga perkara itu terdapat pada diri seorang muslim maka ia akan merasakan manisnya iman. Pertama, orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segala-galanya. Kedua, orang yang mencintai orang lain dimana ia tidak mencintainya kecuali karena Allah Swt. Ketiga, orang yang benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya darinya, sebagaimana ia benci untuk dilempar ke dalam api neraka.

  1. Orang yang saling mencintai karena Allah, akan disaksikan oleh Allah dan para Malaikat-Nya di hari kiamat nanti

Rasulullah Saw. bersabda, bahwa Allah berfirman,

أَيْنَ الْمُتَحَابُّوْنَ بِجَلاَلِيْ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّيْ

Mana orang yang saling mencintai karena kagungan-Ku, pada hari tidak ada perlindungan selain perlindungan-Ku? (HR Al-Bazzar)

  1. Orang yang saling mencintai karena Allah akan berada di bawah naungan Allah di hari kiamat nanti

Rasulullah Saw. bersabda, ‘Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya’. Rasulullah berkata, ‘Diantara mereka adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Bersatu karena Allah, dan berpisah karena Allah’.

  1. Orang yang mencintai seseorang karena Allah akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ أَحَبَّ رَجُلاً لِلهِ فَقَالَ: إِنِّيْ أُحِبُّكَ لِلهِ فَدَخَلَ جَمِيْعًا الْجَنَّةَ، وَكَانَ الَّذِى أَحَبَّ أَرْفَعُ مَنْزِلَةً مِنَ ألآخَرِ أُلْحِقَ بِالَّذِى أَحَبَّ لِلهِ

Barangsiapa yang mencintai seseorang karena Allah, lalu ia berkata, ‘aku mencintaimu karena Allah’ maka keduanya akan masuk ke dalam surga. Dan orang yang mencintai -yang lebih tinggi kedudukannya dari pada orang yang dicintainya- akan disatukan dengan orang yang dicintainya karena Allah. (HR Al-Bazzar)

  1. Orang yang benar-benar ikhlas mencintai sesama muslim berhak mendapatkan cinta Allah.

Rasulullah Saw. bersabda, Ada seseorang yang datang berkunjung ke rumah saudaranya di suatu desa. Lalu Allah mengutus seorang Malaikat untuk mengikuti perjalanannya. Di tengah perjalanan, Malaikat itu menjumpainya dan berkata, ‘Kamu mau pergi kemana?’ Orang itu menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi suadaraku di desa ini’ Malikat itu bertanya lagi, ‘Apakah kamu menginginkan sesuatu darinya berupa kenikmatan dunia?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak, aku hanya mencintainya karena Allah’. Malaikat bertanya, ‘Aku adalah Malaikat yang diutus untuk menemuimu dan memberitahukan bahwa sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudarmu karena Allah’. (HR Muslim)

  1. Orang yang saling mencintai karena Allah akan mendapatkan kamar-kamar di surga.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. bersabda, Orang-orang yang saling mencintai karena Allah, di surga nanti mereka mempunyai kamar-kamar yang terbuat dri Zabarjad (batu permata) dengan sebuah tiang yang terbuat dari Yaqut (batu mulia). Ia memiliki beberapa pintu yang terbuka, dan memancarkan cahaya seperti bintang yang bercahaya seperti mutiara. (HR Al-Bazzar)

  1. Orang yang saling mencintai karena Allah adalah orang yang telah sempurna imannya

Rasulullah Saw. telah menyaksikan balasan bagi orang-orang yang mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. Memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah. Bahwasanya merekalah orang yang paling sempurna imannya. (HR Abu Daud).

  1. Orang yang mencintai suatu kaum, ia akan bersama dengan kaum yang dicintainya.

Diriwayatkan dari Abu Dzar Ra. bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., ‘Ya Rasulullah, bagaimana tentang seseorang yang mencintai suatu kaum, tetapi dia tidak mampu beramal sepeeti kaum tersebut?’ Rasulullah menjawab, ‘Wahai Abu Dzar, kamu akan bersama orang yang kamu cintai’ Abu Dzar berkata, ‘Sungguh aku benar-benar mencintai Allah dan Rasul-Nya’ Rasul bersabda, ‘Maka sesungguhnya kamu akan bersama orang-orang yang kamu cintai’. Rawi berkata, bahwa Abu Dzar mengulag-ulang pertanyaan itu, dan Rasul pun mengulang-ulang jawabannya yang serupa. (HR Abu Dawud)

 

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply