Keutamaan Memberikan Pinjaman Dan Membebaskan Hutang

0

Keutamaan Memberikan Pinjaman Dan Membebaskan HutangOrang baik adalah orang yang merasa bersyukur jika ia bisa membantu orang lain, karena berarti itu tanda bahwa ia akan dibantu oleh Allah Swt. Dan sungguh bantuan Allah adalah karunia Allah yang sangat agung. Apabila bantuan Allah telah diturunkan kepada seseorang, maka ia akan menjadi bersemangat untuk melakukan berbagai macam ibadah dan ketaatan. Ia juga akan dihindarkan sejauh-jauhnya dari segala dosa dan maksiat. Ia juga akan dipenuhi segala apa yang menjadi kebutuhannya. Ia juga akan diberi kesehatan badan dan hati. Ia akan diberi kemudahan dan keringanan dalam menghadapi segala permasalahan hidup yang menghadapinya. Dan yang terpenting ia akan mendapatkan rahmat-Nya, yang menjadi sebab selamatnya ia dari api neraka dan dimasukkannya ke dalam surga.

Sedangkan orang yang tidak baik akan merasa terbebani dengan orang lain yang membutuhkan bantuannya. Ia hanya peduli pada diri dan keluarganya dan tidak pernah tahu kesusahan dan penderitaan yang dialami oleh orang-orang sekitarnya. Ia tidak mau memberikan kekuatan dan tenaganya kecuali dengan upah yang besar. Ia tidak mau memberikan perlindungan dengan kekuasaan yang dimilikinya kecuali dengan pujian dan penghormatan yang melewati batas. Ia tidak mau memberikan sedikit dari hartanya, sebab ia menganggap bahwa hartanya itu adalah hasil kerja kerasnya, dan ia tidak rela jika itu dimanfaatkan oleh orang lain. Ia juga tidak mau meminjamkan hartanya ketika orang lain membutuhkannya, kecuali dengan bunga yang sangat besar, dst. Semoga kita bukan termasuk golongan manusia yang seperti ini, Amiin.

Kepada orang-orang yang mau menahan hawa nafsunya lalu memaksakan dirinya untuk berbuat baik, meskipun itu berat, maka Allah telah menyediakan pahala yang besar untuknya. Allah adalah Tuhan yang Mahasayang kepada seluruh makhluk-Nya, dan Ia akan lebih sayang kepada manusia yang mau menyayangi manusia lainnya. Allah adalah Tuhan yang Mahabaik kepada seluruh makhuk-Nya, dan Ia akan lebih berbuat baik kepada orang yang mau berbuat baik kepada orang lain. Allah adalah Tuhan yang Mahamenolong seluruh makhluk-Nya, dan Ia akan lebih menolong siapa yang mau menolong saudaranya. Sesungguhnya Allah akan mencurahkan kemuliaan-Nya kepada orang yang mau memberi bantuan pinjaman untuk meringankan beban orang yang sedang mengalami kesulitan.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan orang yang mau meminjamkan kelebihan hartanya kepada orang yang membutuhkan. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Orang yang memberikan pinjaman kepada orang lain akan mendapatkan pahala memerdekakan budak.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ مَنَحَ مَنِيْحَةَ لَبَنٍ أَوْ وَرَقٍ أَوْ هَدَي زُقَاقًا كَانَ لَهُ مِثْلُ عِتْقِ رَقَبَةٍ

Barangsiapa yang memberikan pinjaman susu, uang, atau memberi petunjuk jalan (kepada orang lain), maka baginya (pahala) seperti (pahala) memerdekakan budak. (HR Ahmad, Tirmidzi)

  1. Memberi pinjaman adalah salah satu bentuk sedekah

Diriwayatkan, bahwa ketika Rasulullah Saw. melaksanakan Isra’ Mi’raj, beliau melihat sebuah tulisan di salah satu pintu surga, ‘Sedekah akan dibalas dengan 10 kali lipat. Sedangkan memberi pinjaman akan dibalas dengan 18 kali lipat. (HR Thabrani, Al-Baihaqi)

Di dalam hadits yang lain dikatakan,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُقْرِضُ مُسْلِمًا قَرْضًا مَرَّةً إِلاَّ كَانَ كَصَدَقَتِهَا مَرَّتَيْنِ

Tidak ada seorang muslim pun yang memberikan pinjaman kepada muslim lainnya satu kali, kecuali baginya pahala seperti pahala memberi sedekah dua kali. (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban)

  1. Memberi pinjaman merupakan salah satu bentuk upaya untuk meringankan beban orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Dan Allah akan memudahkan urusannya.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Barangsiapa yang memberi kemudahan atas kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akherat. (HR Ibnu Hibban, dalam kitab shahihnya).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa yang melapangkan satu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan menjadikan untuknya dua buah cahaya di atas Shirat, dimana pancaran cahaya itu dapat digunakan oleh banyak orang. Dan yang mengetahui jumlah mereka hanya Tuhan yang Mahaperkasa. (HR Thabrani)

  1. Orang yang melakukannya akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ لَهُ أَظَلَّهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ

Barangsiapa yang menunda tempo pembayaran hutang kepada orang yang mengalami kesulitan, ataupun membebaskan hutangnya, maka Allah akan menaunginya pada hari kiamat nanti di bawah naungan singgasana-Nya. (HR Ibnu Majah, Al-Hakim)

  1. Orang yang melakukannya akan dikabulkan doa-doanya dan dibukakan baginya jalan keluar dari kesusahan.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ أَرَادَ أَنْ تُسْتَجَابَ دَعْوَتُهُ وَتُكْشَفُ كُرْبَتُهُ فَلْيُفَرِّجْ عَنْ مُعْسِرٍ

Barangsiapa yang menginginkan doanya dikabulkan dan dibukakan jalan keluar dari kesulitan, maka hendaknya ia memberikan kelapangan kepada orang yang mengalami kesulitan. (HR Ibnu Abi Dunya, dalam kitab Istina’ul Ma’ruf)

  1. Orang yang melakukannya akan dijauhkan dari api neraka

Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa yang menunda tempo pembayaran hutang kepada orang yang mengalami kesulitan, atau membebaskan hutangnya, Allah akan menjaganya dari panasnya api neraka. (HR Ibnu Abi Dunya, dalam kitab Istina’ Al- Ma’ruf.

 

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply