Keutamaan Memberi Minum Kepada Orang Yang Kehausan

0

Keutamaan Memberi Minum Kepada Orang Yang KehausanRasulullah Saw. bersabda, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat kepada manusia yang lain. Orang-orang beriman yang mendengar hadits ini pasti akan segera melakukan sesuatu yang bisa memberi manfaat kepada orang lain. Orang yang memiliki harta akan memberi manfaat dengan hartanya. Orang yang kuat akan memberi manfaat dengan kekuatannya. Orang yang cerdas memberi manfaat dengan idenya. Orang yang berilmu memberi mnafaat dengan ilmunya, dst. Orang mukmin selalu berusaha berlomba-lomba dalam kebaikan demi menjadi manusia yang terbaik di mata Allah Swt.

Manusia yang terbaik adalah Muhammad Saw. sebab ia telah dipilih oleh Allah dan diistimewakan-Nya. Ia senantiasa berada dalam penjagaan dan perlindungan-Nya. Dan manusia terbaik setelah Muhammad Saw. adalah kaum yang paling bisa meneladani akhlak dan perilaku beliau yang mulia. Itulah para sahabat yang hidup semasa dengan Nabi Muhammad Saw. Mereka adalah orang-orang yang tulus ikhlas memberikan seluruh jiwa, raga, dan hartanya untuk perjuangan dan kemenangan Islam. Mereka mencurahkan seluruh hidupnya untuk menjaga dan mencintai Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu Allah memberikan kepada mereka kebaikan yang melimpah, sehingga mereka menjadi kaum yang terbaik.

Dan kaum terbaik setelah para sahabat adalah tabi’in. Itulah kaum yang hidup semasa dengan para sahabat. Mereka menjadi kaum terbaik karena mereka mencontoh akhlak nabi yang tercermin dari diri para sahabat. Sungguh, jika mereka ingin melihat bagaimana nabi menjalankan kehidupan sehari-hari, maka mereka hanya tinggal melihat kehidupan para sahabat yang berada di sekitar mereka. Karena kedekatan mereka dengan sahabat, maka mereka juga menjadi manusia yang terbaik. Lalu manusia yang terbaik setelah tabi’in adalah orang-orang yang mengikuti jejak para tabi’in. Merekalah para ulama dan orang-orang shaleh.

Kita adalah manusia yang hidup di akhir dari masa dunia. Tidak lama lagi dunia akan kiamat, dimana tanda-tanda yang dikatakan di dalam hadits telah bermunculan. Namun, belum ada kata terlambat bagi kita untuk juga menjadi kaum yang terbaik. Sungguh Islam telah tampak nyata dan segala ilmu telah menjadi mudah. Apabila kita mau mencari ilmu-ilmu yang menunjukkan kita pada jalan manusia-manusia terbaik, maka pasti kita akan mendapatkannya. Oleh karena itu, jika kita benar-benar ingin menjadi manuisa yang terbaik, maka pelajarilah ilmu-ilmunya lalu terapkanlah dalam kehidupan sehari-hari, insyaAllah Allah akan mengabulkan cita-citamu. Dan salah satu hal mulia yang pernah dilakukan oleh manusia-manusia terbaik pada masa nabi, sahabat, dan tabi’in adalah memberi minum kepada orang-orang yang kehausan

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan memberi minum dan mengalirkan air kepada orang-orang yang membutuhkan. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Orang yang mau memberi minum saudaranya akan mendapatkan syafa’at untuk masuk ke dalam surga

Di dalam haditsnya, Rasulullah telah menjelaskan melalui sebuah kisah tentang dua orang; Yaitu seorang ahli ibadah dan ahli maksiat. Ketika keduanya melewati padang pasir, seorang ahli ibadah merasa kehausan hingga ia terjatuh. Maka orang yang bersamanya hanya bisa melihatnya. Tetapi tidak lama kemudian ia berkata, ‘Demi Allah, jika hamba yang shaleh ini mati karena kehausan, sedangkan aku masih memiliki air, maka aku tidak akan mendapatkan kebaikan sedikit pun dari Allah Swt. untuk selama-lamanya. Tetapi jika aku memberi minum padanya dengan airku ini, niscaya aku akan mati’.

Akhirnya ia bertawakkal kepada Allah dan bertekad untuk menolongnya. Kemudian ia memercikkan airnya ke muka sang ahli ibadah itu, lalu ia memberinya minum dengan sisanya. Hingga akhirnya sang ahli ibadah pun bangun kembali dan berhasil melewati padang pasir dengan selamat.

(Dan pada hari kiamat), setelah melalui hisab (hari perhitungan amal), akhirnya orang yang pernah menolong ahli ibadah diputuskan untuk masuk neraka. Ketika ia digiring oleh para Malaikat, matanya melihat sang ahli ibadah yang pernah ditolongnya. Lalu ia berkata padanya, ‘Wahai Fulan, apakah kamu masih mengenaliku?’ Ahli ibadah menjawab, ‘Siapa kamu?’ Orang itu berkata, ‘Aku adalah orang yang dahulu pernah mendahulukan kepentinganmu dari pada kepentingan diriku, yaitu saat kita berada di pasang pasir’. Ahli ibadah itu berkata, ‘Ya, aku mengenalmu’ lalu ia berkata kepada para Malaikat, ‘Berhentilah!’. Para Malaikat pun berhenti, dan sang ahli ibadah berdoa kepada Tuhannya, ‘Wahai Tuhan, Engkau telah mengetahui bahwa tangannya sekarang berada di tanganku, dan Engkau telah mengetahui bahwa ia telah mneahulukan kepentinganku dari pada kepentingan dirinya sendiri. Wahai Tuhanku berikanlah ia kepadaku’. Maka Tuhan berkata, ‘Dia adalah untukmu’ Sang ahli ibadah pun langsung mengambil tangan saudaranya itu, lalu ia mengajaknya untuk masuk ke dalam surga. (HR Thabrani)

  1. Orang yang memberi minum termasuk para penghuni surga

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra. bahwa ia berkata, Seorang laki-laki pernah mendatangi Rasulullah Saw. kemudian ia berkata, ‘Amalan apa yang jika aku melakukannya, maka aku akan masuk surga?’ Rasulullah menjawab, ‘Apakah kamu tinggal di suatu negeri yang airnya didatangkan dari luar?’ Orang itu menjawab, ‘Ya’. Maka Rasulullah bersabda, ‘Belilah air minum dan berikanlah minum itu kepada semua penduduk sampai habis. Sesungguhnya kamu tidak akan menghabiskan air itu, kecuali kamu telah melakukan perilaku para penghuni surga. (HR Thabrani, Mu’jamul Kabir).

  1. Allah juga memberi pahala kepada orang yang mau memberi minum kepada binatang

Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa seorang laki-laki pernah mendatangi Rasulullah Saw. kemudian ia berkata, ‘Sungguh aku telah bersusah payah mengisi kolamku sampai penuh untuk diminum untaku. Tetapi ketika unta milik orang lain lewat di hadapanku, aku pun memberinya minum. Apakah perbuatan itu mendapat pahala?’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya pertolongan yang diberikan kepada sesuatu yang memiliki hati (makhluk hidup) itu berpahala. (HR Imam Ahmad)

  1. Allah akan mengampuni dosa orang yang memberi air minum, bahkan kepada hewan sekalipun

Rasulullah Saw. bersabda, Ketika seorang laki-laki sedang berjalan kaki di ruas jalan dengan panas yang menyengat, ia menemukan sebuah sumur. Kemudian ia turun (ke dalam sumur itu) untuk minum. Ketika ia telah selesai dan akan keluar, tiba-tiba muncul seekor anjing yang menggonggong sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Laki-laki itu bergumam, ‘Anjing ini kehausan seperti yang saya rasakan’ Maka ia pun turun ke dalam sumur itu sekali lagi, lalu mengisi sepatunya dengan air. Kemudian ia menggigit sepatunya itu dengan mulutnya, dan ia pun meminumkannya pada anjing tersebut. Maka Allah pun berterima kasih kepada orang itu dan mengampuni dosa-dosanya. Para sahabat bertanya, ‘Apakah kami akan mendapatkan pahala jika kami menolong binatang?’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya pertolongan yang diberikan kepada setiap makhluk hidup itu berpahala. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Orang yang mengalirkan air yang memberi manfaat bagi orang lain akan menghasilkan pahala yang terus mengalir

Rasulullah Saw. bersabda,

سَبْعٌ تَجْرِى لِلْعَبْدِ بَعْدَ مَوْتِهِ وَهُوَ فِى قَبْرِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ كَرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Ada tujuh perkara, yang pahalanya akan terus mengalir meskipun yang melakukannya telah berada di dalam kubur; Yaitu mengajarkan suatu ilmu, membuat aliran sungai, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf Al-Qur’an, dan meninggalkan anak yang selalu memohonkan ampun untuknya setelah ia meninggal dunia. (Abu Nu’aim, kitab Al-Hilyah)

Dalam riwayat yang lain disebutkan, Memberi minum merupakan sedekah yang paling besar pahalanya. (HR Al-Baihaqi)

 

Wallahu A’lam

Share.

Leave A Reply