Keutamaan Memberi Makan Kepada Orang Yang Kelaparan

0

Keutamaan Memberi Makan Kepada Orang Yang KelaparanAllah adalah Tuhan yang Maha Memberi rezeki. Ia adalah Tuhan yang menciptakan seluruh makhluk, dan dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya Ia mampu memberikan rezeki kepada mereka semua. Semua makhluk akan menemukan dan merasakan rezekinya masing-masing. Meskipun ia adalah binatang yang sangat kecil dan berada di tempat yang sangat gelap, karena berada jauh di dalam tanah, ia tetap akan menemukan rezekinya. Sebab Allahlah yang memberinya rezeki. Bahkan rezaki-Nya juga meliputi kaum yang ingkar kepada-Nya. Sejak dari zaman Nabi Adam hingga hari kiamat nanti, manusia yang paling durhaka kepada Allah tetap akan mendapatkan bagian rezekinya. Subhanallah.

Maha Suci Allah untuk melakukan pertemuan secara langsung dengan makhluk-makhluk-Nya. Sesungguhnya Dzat Allah tidak akan mungkin bisa dilihat dan duduk berdekatan dengan badan makhluk di dunia ini. Sungguh dunia dan segala isinya terlalu kecil untuk bisa menampung dan meliputi Dzat Allah Swt. Justru Dzat Allahlah yang meliputi alam semesta raya. Oleh karena itu dalam menyampaikan rezeki-Nya kepada seorang manusia Ia akan melewatkan makhluk yang lain, sebab rezeki tidak akan turun secara langsung dari langit. Akan ada manusia yang memberi, dan ada yang akan menerima.

Ketika seseorang sedang memberi uang atau makanan pada orang lain, berkeyakinanlah bahwa makanan itu pada hakekatnya bukan miliknya, tetapi Ia berasal dari Allah yang akan diberikan kepada orang yang akan menerima makanan. Sedangkan dirinya hanya perantara saja. Dengan begitu, ketika sedang memberi, ia akan terhindar dari sifat sombong dan membanggakan diri, sebab ia telah bertawadhu’ kepada Allah Swt. Dan ia akan memperoleh pahala karena sebab kebenarannya dalam menjalankan ibadah sedekah. Dan ketika sedang menerima makanan dari orang lain, hendaknya seseorang berkeyakinan bahwa Sang pemberi rezeki itu hanya Allah, dan makanan itu sesungguhnya datang dari-Nya. Sehingga ia tidak akan berharap, bergantung, dan berterimaksih yang berlebihan kepada orang yang memberi hingga sampai melupakan-Nya. Meskipun lisannya juga harus mengucapkan terimakasih kepada orang yang memberi, tetapi itu sebagai ungkapan rasa terimaksihnya kepada Allah Swt. Sungguh Allah sangat mencintai orang yang tidak melupakan-Nya, baik ketika ia sedang memberi makanan atau sedang menerima makanan.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan orang yang mau memberi makan kepada orang yang membutuhkannya. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Memberi makan termasuk perbuatan yang terbaik dalam Islam

Diriwayatkan, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Raslulullah Saw., ‘Perbuatan apa yang terbaik di dalam agaama Islam?’ Maka Rasul menjawab, ‘Yaitu kamu memberi makan kepada orang lain, dan kamu mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal’. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Merupakan salah satu perbuatan yang menyebabkan seseorang masuk surga.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. ia berkata, saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya jika aku melihatmu maka jiwaku akan tenang dan hatiku merasa senang. Beritahukanlah kepadaku tentang segala sesuatu’. Rasululullah Saw. bersabda, ‘Segala sesuatu diciptakan dari air’. Saya berkata lagi, ‘Beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang jika aku kerjakan maka aku akan masuk surga?’ Rasul menjawab, ‘Berilah makan kepada orang-orang miskin, tebarkanlah salam, sambunglah tali silaturrahim, dan shalatlah pada waktu malam pada saat manusia sedang tidur. Maka kamu akan masuk surga dengan selamat’. (HR Thabrani)

  1. Orang yang gemar memberi makan kepada orang lain akan mendapatkan kamar istimewa di surga.

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا. فَقَالَ أَبُوْ مَالِكْ الْأَشْعَرِى: لِمَنْ هِيَ يَارَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَبَاتَ قَائِمًا وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga ada sebuah kamar, yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luarnya. Abu Malik al-Asy’ari berkata, ‘Untuk siapa kamar itu wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Untuk orang yang berbicara dengan perkataan yang bagus, orang yang memberi makan untuk orang miskin, dan orang yang bangun malam ketika manusia sedang tertidur. (HR Thabrani)

  1. Memberi makan merupakan perbuatan yang dapat menghapus dosa dan mendatangkan rahmat.

Diriwayatkan bahwa Allah Swt. akan memasukkan tiga golongan manusia ke dalam surga hanya dengan memberi sepotong roti, sepotong kurma, atau yang sejenisnya. Ketiga golongan itu adalah: orang yang menyuruh untuk bersedekah, istri yang menginfakkan harta suaminya dengan baik, dan pembantu yang mengantarkan makanan kepada orang miskin. (HR Thabrani)

  1. Orang yang memberi makan orang lain akan mendapatkan pintu khusus di surga nanti, yang tidak dimasuki oleh orang lain.

Diriwayatkan dari Muadz bin Jabbal, ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ أَطْعَمَ مُؤْمِنًا حَتَّى يُشْبِعَهُ مِنْ شَبْعٍ أَدْخَلَهُ اللهُ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin, sehingga dapat mengenyangkannya dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain kecuali oleh orang-orang sepertinya. (HR Thabrani)

  1. Orang yang memberi makan kepada orang lain akan berada di bawah naungan Allah pada hari kiamat nanti.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ أَظَلَّهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ تَحْتَ عَرْشِهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: الْوُضُوْءُ فِى الْمَكَارِهِ، وَالْمَشْيُ إِلَى الْمَسْجِدِ فِى الظُّلْمِ وَإِطْعَامُ الْجَائِعِ

Ada tiga hal, dimana apabila manusia mau melakukannya, maka Allah akan menaunginya di bawah singgasana-Nya pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya; Yaitu tetap melakukan wudhu (yang sempurna) dalam kondisi yang tidak menyenangkan (musim dingin), berjalan ke masjid dalam kegelapan, dan memberi makan kepada orang yang lapar. (HR Abu Asy-Syekh, Abu Qasim Al-Ashfahani)

 

Wallahu A’lam

 

 

 

Share.

Leave A Reply