Keutamaan Melaksanakan Shalat Sunnah Di Rumah

0

Keutamaan Melaksanakan Shalat Sunnah Di RumahAllah Swt. telah memuliakan umat Muhammad dengan kemudahan dalam menjalankan ibadah kepada-Nya. Dimana saja manusia ingin beribadah maka Allah tidak melarangnya, sebab bumi ini adalah masjid Allah. Ketika seseorang telah suci dari najis, baik itu badan, pakaian, dan tempatnya, maka ia telah memiliki kesempatan untuk beribadah. Allah begitu mudah untuk dijumpai. Rumah-Nya terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bertamu kepada-Nya. Kapan dan dimana saja seorang hamba ingin berbicara kepada-Nya, maka Ia akan siap mendengarkan dan melayani kebutuhannya. Oleh karena itu sangat disayangkan jika kita bukan termasuk bagian dari umat yang bersyukur kepada-Nya.

Segala sesuatu yang menyertai ibadah akan menjadi saksi kita di akherat kelak. Mereka semua akan bersaksi bahwa kita telah menjalankan shalat lima waktu. Mushaf kita akan bersaksi bahwa kita pernah membacanya setelah shalat Maghrib. Pakaian akan bersaksi bahwa kita pernah mendatangi majlis ta’lim dengan memakainya. Tasbih akan bersaksi bahwa kita pernah ribuan kali mengucapkan zikir Laaila ha illallah dengannya. Rumah akan bersaksi bahwa kita pernah mengisinya dengan berbagai amal ibadah. Kita pernah menggunakan rumah kita untuk membaca al-Qur’an, untuk membaca wirid, untuk membaca maulid, untuk shalat-shalat sunnah, dll.

Sungguh rumah yang di dalamnya banyak disebutkan nama Allah dan Rasulullah akan mendatangkan ketenangan bagi penghuninya. Hal itu karena Allah telah menurunkan rahmat di dalamnya. Udara yang ada di dalamnya seperti menyebarkan aroma harum yang membuat anggotanya merasa betah di dalamnya. Rumah itu mungkin ukurannya sempit, tetapi di surga nanti ia akan menjadi luas seluas langit dan bumi. Rumah itu mungkin terbuat dari kayu dan bambu, tetapi di surga nanti Allah akan menggantinya dengan istana yang terbuat dari emas dan mutiara. Mungkin rumah itu tidak memiliki halaman yang luas, tetapi di surga nanti Allah akan memberikan taman-taman yang indah dan luas yang tidak bisa kita bayangkan bagaimana indah dan luasnya.

Rumah itu mungkin tidak menyediakan hidangan yang enak, tetapi di surga nanti Allah akan memberikan hidangan yang luar biasa enak yang tidak bisa dibayangkan bagaimana kelezatannya. Rumah itu mungkin tidak memiliki fasilitas yang lengkap, tetapi di surga kelak Allah akan memberinya fasilitas yang sangat lengkap yang tidak bisa dibayangkan bagaimana kelengkapan fasilitasnya. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mengisi rumah kita dengan kegiatan-kegiatan ibadah, terutama shalat-shalat sunnah.

Rasulullah saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan menjalankan shalat sunnah di dalam rumah. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Shalat sunnah yang dilakukan di rumah adalah cahaya

Rasulullah Saw. bersabda,

أَمَّا صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى بَيْتِهِ فَنُوْرٌ، فَنَوَّرُوْا بُيُوْتَكُمْ

Adapun shalat seseorang di rumahnya adalah cahaya. Maka terangilah rumah-rumah kalian. (HR Ibnu Khuzaiman, dalam kitab shahihnya)

  1. Shalat di rumah akan mendatangkan kebaikan

Rasulullah Saw. bersabda,

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِى مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيْبًا مِنْ صَلاَتِهِ، فَإِنَّ اللهَ جَاعِلٌ فِى بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا

Jika salah seorang diantara kalian menunaikan shalat di masjid, maka hendaknya ia menjadikan untuk rumahnya satu bagian dari shalatnya itu. Karena sesungguhnya Allah akan menjadikan suatu kebaikan di rumahnya dari shlatnya itu. (HR Muslim)

  1. Rumah yang dipakai untuk melaksanakan shalat sunnah bagaikan tempat yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan kehidupan. Sedangkan rumah yang tidak digunakan untuk shalat, bagaikan rumah yang berisi kesedihan dan kehancuran.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِى يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِى لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ مَثَلُ الْحَيّ وَالْمَيِّت

Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah dan rumah yang di dalamnya tidak disebut nama Allah, adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Rasulullah senang melaksanakan shalat sunnah di rumah

Ibnu Mas’ud pernah berkata,

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم أَيُّمَا أَفْضَلُ: الصَّلاَةُ فِى بَيْتِيْ أَوِ الصَّلاَةُ فِى الْمَسْجِدِ؟ قَالَ: أَلاَ تَرَى إِلَى بَيْتِي مَا أَقْرَبَهُ مِنَ الْمَسْجِدِ، فَلِأَنْ أُصَلِّى فِى بَيْتِي أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُصَلِّى فِى الْمَسْجِدِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَلاَةً مَكْتُوْبَةً

Aku bertanya kepada Rasulullah Saw., ‘Manakah yang lebih utama, shalat di rumah atau shalat di masjid?’ Beliau menjawab, ‘Tidakkah kamu melihat betapa dekatnya rumahku dari masjid. Ketahuilah bahwa shalat di rumah itu lebih aku senangi dari pada shalat di masjid, kecuali shalat wajib. (HR Ahmad, Ibnu Majah)

  1. Rasulullah Saw. memerintahkan umatnya agar memuliakan rumah dengan menjadikannya tempat shalat

Rasulullah Saw. bersabda,

أَكْرِمُوْا بُيُوْتَكُمْ بِبَعْضِ صَلاَتِكُمْ

Muliakanlah rumah-rumah kalian dengan sebagian shalat kalian. (HR Ibnu Khuzaimah, kitab Shahihnya)

  1. Pahala shalat sunnah yang dilakukan di rumah menyamai pahala shalat wajib

Rasulullah Saw. bersabda, Keutamaan shalat seseorang di rumahnya dengan shalat yang dilakukan di hadapan banyak orang, adalah seperti keutamaan shalat wajib dengan shalat sunnah. (HR al-Baihaqi)

 

Wallahu A’lam

 

 

Share.

Leave A Reply