Keutamaan-Keutamaan Mengunjungi Baitullah

0

Keutamaan-Keutamaan Mengunjungi Baitullah. Manusia yang disayang Allah akan diperlihatkan dosa-dosanya baik dzohir dan batin. Oleh karena itu ketiak ia menyadari betapa kotornya dirinya ia segera mencari air yang bisa mensucikan kotorannya. Ia tidak menunda-nunda waktu taubat. Ia segera beratubat dan segera melakukan kebaikan dan amal sholeh dengan tujuan menghapuas dosa-dosanya. Banyak hadits yang menjelaskan bahwa semua amal ibadah itu bisa berfungsi untuk menghapus dosa-dosa. Dan jika ia telah bersih dari dosa maka ibadahnya berfungsi untuk meninggikan derajatnya di surga kelak.

Salah satu ibadah yang paling berpotensi untuk menghapus dosa adalah melaksanakan haji dan Umrah. Disamping ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam, haji menuntut seorang muslim untuk mengunjungi ka’bah di masjidil Haram. Ka’bah adalah rumah yang pertama kali didirikan oleh Allah di muka bumi ini. Tempat yang dikehendaki Allah menjadi salah satu tempat yang diberkahi. Dimana doa-doa yang dipanjatkan di dalamnya akan dikabulkan dan ibadah disana akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Siapa yang tidak ingin berkunjung ke masjidil Haram, dimana shalat di dalamnya dilipatkan menjadi 100.000 kali lipat dibandingkan masjid-masjid yang lain. Di dalam masjid inilah Raslulullah dan para sahabat terkasihnya shalat dan menjalankan ibadah-ibadah lainnya, menghabiskan siang dan malamnya untuk menerima ilmu dari Rasulullah SAW. Apabila kita shalat di dalamnya maka seolah-olah pikiran kita akan dibawa ke masa lalu, masa Rasulullah SAW, sehingga kita akan merasakan kekhusu’an yang luar biasa yang tidak akan kita rasakan di masjid-masjid yang lain.

Dan ibadah yang tak kalah pentingnya setelah kita mengunjungi baitullah adalah berziarah ke makam manusia yang termulia, Rasulullah SAW, makhluk yang lebih utama dari baitullah, karena dialah makhluk yang termulia. Tidak ada yang makhluk apa pun yang melebihi kemuliaan Rasulullah SAW. Kita akan masuk ke dalam masjid nabawi, lalu kita akan menuju Raudlah (makam Rasulullah SAW). Di situ kita seperti merasakan perjumpaan dengan Rasulullah SAW. Ketika kita mengucapkan salam kepadanya, seolah-olah Rasulullah menjawab salam kita dan Rasul memang menjawab salam kita. Hingga tak terasa air mata kita telah bercucuran membasahi janggut dan pipi kita.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَتَى هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّه (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang mendatangi Baitullah ini (untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah) kemudian ia meninggalkan perbuatan dan perkataan kotor, serta meninggalkan perbuatan maksiat, maka dia akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri (bersih dari segala dosa).” (HR. Muslim, hadits no. 2404)

Hikmah Hadits ;

  1. Keutamaan Baitullah Ka’bah Al-Musyarrafah di tanah suci, yaitu bahwa siapa saja yang menyengaja berkunjung ke Ka’bah di tanah suci, dengan tujuan melaksanakan ibadah haji atau umrah dengan niat ikhlas semata-mata hanya karena Allah Swt, maka ia akan mendapatkan ampunan dari segala dosa dan kesalahannya, bahkan digambarkan bahwa ia akan menjadi sama seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri; bersih tanpa satu dosa dan satu nodapun. Sungguh betapa keutamaan dan anugerah yang sangat besar. Karena siapakah yang tidak ingin mendapatkan ampunan dari segala dosa dan khilafnya?
  2. Namun ampunan dari segala dosa dan kesalahan tersebut baru akan didapatkannya, apabila selama menjalani ibadah haji atau umrahnya tersebut, ia benar-benar meninggalkan rafats dan fusuq:

#1. Rafats adalah perbuatan melakukan hubungan antara suami dan istri, serta segala hal yang mengarah perbuatan tersebut, baik berupa perkataan maupun perbuatan, atau bahkan termasuk juga angan-angan. Maka tidak diperkenankan selama berhaji atau umrah membicarakan perkataan atau becandaan yang kotor yang mengarah pada hubungan suami istri, termasuk perbuatan yang jelas2 mengarah pada hal tersebut, seperti mencium, memeluk, melihat aurat, mam dst.

#2. Adapun fusuq adalah segala bentuk perbuatan atau perkataan yang mengandung unsur maksiat kepada Allah Swt baik maksiat kecil, maupun maksiat yang besar. Maka tidak boleh misalnya selama ihram, makan minum dengan tangan kiri, membuka aurat, ikhtilat laki2 dengan perempuan, merokok, berdusta, menipu, marah2, mengambil barang yang bukan menjadi hak dan miliknya, dsb.

  1. Maka jika kita melaksanakan ibadah haji atau umrah, dan meninggalkan segala perbuatan & perkataan terlarang seperti fusuq dan rafats, maka insya Allah segala dosa kita akan diampuni oleh Allah Swt, hingga seolah seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri. Mudah2an kita semua senantiasa dianugerahi Allah Swt untuk senantiasa berkunjung dan selalu berkunjung ke Baitullah, serta mendapatkan kemuliaan berupa ampunan dari segala dosa dan khilaf kita… Amiin Ya Rabbal Alamiiin.Wallahu A’lam
Share.

Leave A Reply