Keutamaan Duduk Dan Berdiam Diri Setelah Shalat Shubuh Dan Shalat Ashar

0

Keutamaan Duduk Dan Berdiam Diri Setelah Shalat Shubuh Dan Shalat AsharIbadah adalah kepatuhan seorang hamba kepada perintah Allah Swt. Apabila ia menjalankan apa yang menjadi kehendak Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya berarti ia sedang beribadah. Dan Allah memberikan pahala kepada orang yang mau dengan ikhlas menjalankan ibadah kepada-Nya. Ada banyak jenis dan bentuk-bentuk ibadah yang Allah ciptakan untuk dikerjakan oleh umat manusia. Kebanyakan ibadah mengandung kata-kata dan gerakan, dan sedikit jenis ibadah yang tidak mengandung keduanya.

Diantara ibadah yang mengandung kata-kata dan gerakan adalah Shalat dan Haji. Ketika seseorang akan memulai untuk melakukan shalat, maka ia harus bergerak untuk berdiri, lalu mengucapkan Takbiratul Ihram sambil menggerakkan kedua tangan keatas hingga sejajar dengan telinga. Kemudian ia membaca surat al-Fatehah dan diteruskan dengan membaca salah satu surat dari al-Qur’an. Setelah itu ia bergerak untuk melakukan ruku’ lalu membaca tasbih, dan setesusnya hingga akhir gerakan dan ucapan shalat (yaitu kepala menengok ke kanan sambil mengucapkan salam).

Sedangkan dalam ibadah haji seseorang harus melakukan rangkaian manasik haji yang bermacam-macam. Diantaranya Thawaf, dimana ia harus bergerak untuk mengelilingi ka’bah tujuh kali sambil mengucapkan Talbiyah (Labbaik Allahumma Labbaik), lalu melakukan Sa’i dengan berlari-lari kecil diantara Shafa dan Marwa, pergi ke Arafah untuk melakukan wukuf, dan Tahallul, yaitu mencukur rambut minimal tiga helai. Apabila ia meninggalkan salah satu manasik itu maka hajinya tidak sah.

Adapun ibadah yang tidak mengandung kata-kata dan gerakan diantaranya adalah I’tikaf (berdiam diri di dalam masjid), berdzikir/mengingat Allah, Tafakkur (memikirkan kekuasaan Allah), dan duduk diam setelah melakukan shalat subuh dan shalat ashar. Jenis ibadah yang tidak mengandung kata-kata dan gerakan, meskipun itu tampak kecil dan ringan dilakukan, tetapi memiliki nilai keutamaan yang besar jika dilaksanakan dengan penuh kekhusu’an dan keikhlasan.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan di dalam hadits-haditsnya tentang keutamaan duduk berdiam diri setelah mengerjakan shalat shubuh dan shalat ashar. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Barangsiapa yang duduk setelah melakukan shalat subuh berjama’ah hingga terbit matahari, maka ia akan mendapatkan pahala umrah dan haji sepenuhnya.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ ثَبَتَ حَتَّى يُسَبِّحُ اللهَ سُبْحَةَ الضُّحَى كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍ وَمُعْتَمِرٍ تَامًّا لَهُ حُجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Orang yang mengerjakan shalat shubuh denngan berjama’ah, kemudian ia tetap duduk untuk berdzikir kepada Allah hingga terbitnya matahari, kemudian ia mengerjakan shalat dua rekaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya. (HR Tirmidzi)

  1. Barangsiapa yang duduk setelah melakukan shalat subuh berjama’ah hingga terbit matahari, atau duduk setelah melakukan shalat ashar sampai terbenamnya matahari, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala memerdekakan empat budak dan menginfakkan uang 12.000 dirham di jalan Allah.

Dari Anas Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

لِأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى مِنْ بَعْدِ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ، وَلِأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُوْنَ اللهَ مِنْ بَعْدِ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً

Sungguh, duduk bersama dengan suatu kaum yang berdzikir kepada Allah Swt. setelah shalat shubuh sampai matahari terbit, itu lebih aku sukai dari pada aku memerdekakan empat budak dari keturunan Isma’il. Dan sungguh, duduk bersama dengan suatu kaum yang berdzikir kepada Allah setelah shalat ashar hingga matahari terbenam, itu lebih aku sukai dari pada aku memerdekakan empat orang budak. (HR Abu Dawud, Abu Ya’la)

  1. Akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ قَعَدَ مِنْ مُصَلاَّهُ حِيْنَ يَنْصَرِفُ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ حَتَّى يُسَبِّحَ رَكْعَتَي الضُّحَى لاَ يَقُوْلُ إِلاَّ خَيْرًا غُفِرَتْ لَهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَت أَكْثَرُ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa yang tetap duduk di tempat shalatnya ketika ia telah selesai dari shalat shubuh, hingga ia bertasbih pada dua rekaat dhuha, dimana ia tidak mengatakan apapun kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun melebihi buih di lautan. (HR Ahmad Abu Ya’la)

  1. Orang yang melakukan hal tersebut akan masuk surga

مَنْ صَلَّى صَلاَةَ الْفَجْرِ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلعَ الشَّمْسُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh kemudian ia duduk sambil berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, maka wajib baginya untuk masuk surga. (HR Abu Ya’la)

  1. Orang yang mengerjakannya akan bersih dari dosa-dosa

Dari Aisyah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh kemudian ia tetap duduk di tempat duduknya dan tidak melakukan suatu urusan dunia yang sia-sia, lalu ia berdzikir kepada Allah sampai ia mengerjakan Dhuha empat rekaat, maka dosa-dosanya akan keluar dari dirinya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR Thabrani)

  1. Orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala lebih banyak dari pada pahala mengalahkan musuh dalam peperangan dengan harta rampasan yang banyak.

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah mengirimkan sekelompok pasukan ke Najd. Pada saat itu mereka berhasil mendapatkan harta rampasan yang banyak dan dapat pulang dengan cepat. Umar berkata, ‘salah seorang dari kami yang tidak ikut keluar (bersama pasukan itu) berkata, ‘kami tidak pernah melihat sekelompok pasukan yang lebih cepat pulang dan memperoleh harta rampasan perang lebih banyak dari pasukan ini’. Maka Nabi pun bersabda, ‘Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu kaum yang mendapatkan harta rampasan lebih baik dan lebih cepat pulang?, Mereka adalah kaum yang menyaksikan shalat shubuh, kemudian mereka duduk sambil bedzikir kepada Allah hingga matahari terbit. Mereka adalah orang-orang yang lebih cepat pulang dan mendapatkan harta rampasan yang lebih baik. (HR Tirmidzi)

 

Wallahu A’lam

 

Share.

Leave A Reply